Doa doa, Surat Yasin, Surat Al Waqiah, Asmaul Husna, Ayat Kursi, Juz Amma, Contoh Surat Lamaran Kerja, Proposal, Makalah dan Puisi

Friday, January 2, 2015

ALUR DIAGNOSIS KUSTA

Kusta adalah penyakit kronis yang disebabkan oleh infeksi Mycobacterium Leprae, yang pertama menyerang saraf tepi, selanjutnya menyerang kulit, mukosa mulut, saluran napas bagian atas, sistem muskulo retikulo endotelia, mata, otot, tulang, dan testis (Ditjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, 2010).

Mycobacterium leprae merupakan kuman batang tahan asam dan dapat hidup pada suhu dingin juga tidak dapat dikultur dalam media buatan. Penyakit kusta diklasifikan menjadi dua yakni penyakit kusta tipe Paucibasiler dan tipe Multibasiler. Adapun ciri khusus yang dapat membedakan keduanya adalah pada tipe Multibasiler yaitu Punched out lesion (Lesi berbentuk seperti kue donat). Pada tipe Paucibasiler ciri khususnya yaitu adanyaCentral Healing.

ALUR DIAGNOSIS KUSTA

Sebenarnya penyakit kusta ditularkan secara langsung oleh penderita kusta tipe Multibasiler ke orang normal. Penyakit kusta tidak mudah timbul dalam diri seseorang karena dipengaruhi beberapa faktor, diantara seperti yang telah disebutkan, kusta ditularkan oleh penderita tipe Multibasiler yang tidak diobati secara teratur dan tepat. Faktor keadaan kuman mikrobakterium leprae yang tidak dapat tumbuh pada suhu ekstrem juga bisa menghambat penularan kusta.

Kusta dapat menyebabkan beberapa Reaksi Kusta yang dibedakan menjadi reaksi Tipe I (Reversal) dan reaksi Tipe II. Pada reaksi tipe I terdapat bercak pada kulit mendadak menjadi lebih merah, bengkak, panas, dan sakit, kemudian timbul bercak baru. Dan pada reaksi Tipe II (ENL, eritema nodusum leprosum menimbulkan nodul-nodul berwarna merah, sakit, biasanya pada lengan dan kaki. Oleh karena itu perlu penganan untuk mengatasi reaksi tersebut agar tidak menimbulkan dampak yang lebih serius lagi. Misalnya seperti mengatasi masalah neuritis unutk mencegah terjadinya paralisis. Selain itu, melakukan antisipasi untuk mencegah kebutaan bila mengenai bagian mata. 

Kusta juga dapat menimbulkan kecacatan, menurut WHO Derajat Cacat Kusta dibagi menjadi cacat pada tangan dan kaki serta cacat pada mata. Penderita kusta juga sangat memerlukan upaya rehabilitasi untuk mengembalikan kesehatannya baik secara fisik, mental dan sosial. 

Penyakit kusta memang tidak mudah untuk diberantas karena dipengaruhi berbagai macam faktor juga menimbulkan dampak yang luas selain dari dampak kesehatan. Pengetahuan masyarakat yang kurang terkait penyakit ini perlu mendapat perhatian khusus dari setiap individu. Sebagian masyarakat mempercayai mitos tentang penyakit ini yang kurang tepat, sehingga masyarakat mengetahui gejala awal penyakitini dan diharapkan tidak ada lagi penderita kusta yang malu berobat atau dikucilkan oleh masyarakat. Tak tanggung-tanggung pemerintah juga sudah menyediakan pelayanan pengobatan gratis untuk penderita kusta. 


Facebook Twitter Google+
 
Back To Top