Doa doa, Surat Yasin, Surat Al Waqiah, Asmaul Husna, Ayat Kursi, Juz Amma, Contoh Surat Lamaran Kerja, Proposal, Makalah dan Puisi

Wednesday, June 24, 2015

Komponen-Komponen Pembelajaran

Komponen-Komponen Pembelajaran - Pembelajaran terdiri atas sejumlah komponen yang terorganisasi, harus ada tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, alat peraga, pengorganisasian kelas, evaluasi pembelajaran, dan tindak lanjut pembelajaran (layanan pembelajaran remedial bagi siswa-siswi yang mengalami kesulitan belajar).

Pembelajaran dipandang sebagai suatu proses. Proses tersebut dimulai dari merencanakan program pengajaran tahunan dan semester, penyususnan persiapan mengajar, menyiapkan alat peraga dan alat-alat evaluasi serta menyiapkan meteri yang akan disajikan. 

Komponen-komponen pembelajaran antara lain:

1) Tujuan pembelajaran
Hermawan (2008: 9. 4) mengatakan “tujuan pembelajaran merupakan rumusan prilaku yang telah ditetapkan sebelumnya agar tampak pada diri siswa sebagai akibat dari perbuatan belajar yang telah dilakukan.”

Hermawan (2008: 1. 17) mengatakan “tujuan yang jelas akan member petunjuk yang jelas terhadap pemilihan meteri atau bahan ajar, strategi, media, dan evaluasi.”

Dari ungkapan Hernman tersebut dapat disimpulkan bahwa tujuan adalah sebagai proses pembelajaran tidak dapat melepaskan diri dari tuntunan dan kebutuhan masyarakat, serta didasari atas falsafah dan ideolodi suatu negara. Derajat tujuan pencapaian ini merupakan indikator kualitas pencapaian tujuan dan perbuatan belajar siswa.

2) Guru 
Winata Putra (2007: 1. 20) mengngkapkan “menurut pasal 1 butir 6 UU Nomor 20 tahun 2003 tentang sisdiknas, pendidikan adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, tutor, dan istilah lainnya yang sesuai dengan kekhusussannya yang juga berperan dalam pendidikan.”

Oleh sebab itu, guru sebagai pigur senteral harus mampu menetapkan strategi pembelajaran yang tepat sehingga mendorong terjadinya perbuatan belajar siswa yang aktif, produktif, dan efesien.

3) Siswa 
Lussy mengungkapkan “peserta didk adalah semua individu yang menjadi audiens dalam suatu lingkup dimana pembelajaran dilaksanakan.” Siswa atau peserta didik merupakan subjek utama dalam pembelajaran dalam usaha pencapaian sebuah tujuan pembelajaran yang telah dibuat sebagai acuan kegiatan belajar. Kiranawati telah mengungkapkan “peranan siswa dalam pembelajaran” angtara lain:
  • - Tertarik pada topik yang sedang dibahas
  • - Dapat melihat relevansi topik yang sedang dibahas. 
  • - Merasa aman dalam lingkungan sekolah.
  • - Terlibat dalam pengambilan keputusan belajarnya.
  • - Memiliki motivasi.
  • - Melihat hubungan antara pendekatan pembelajaran yang digunakan dengan pengalaman belajar yang akan digunakan.
4) Kegiatan pembelajaraan
Kegiatan pembelajaran adalah hal yang penting dalam kegiatan di pendidikan dan pada intinya kegiatan pembelajaran adalah suatu pendekatan, sebagaimana telah diungkapkan oleh Winata Putra (2007: 1. 2) “kegiatan pembelajaran pada dasarnya mengacu pada pendekatan mengajar, metode, materi, dan media.” Yaitu diantaranya:

- Pendekatan mengajar
Pendekatan pembelajaran dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginsiprasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu.

- Metode 
Metode pembelajaran adalah cara dalam menyajikan isi pelajaran kepada siswa untuk mencapai tujuan tertentu. Sebagaimana telah diungkapkan oleh Akhmad “metode pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang telah disusun dalam bentuk kegiatan nyata untuk mencapai tujuan pembelajaran.”

Ada berbagai metode pembelajaran yaitu metode diskusi, ceramah, demonstrasi, studi mandiri, simulasi, studi kasus, metode praktikum. Dalam kegiatan pembelajaran, guru dapat menggunakan lebih dari satu metode, maksudnya dapat digunakan variasi metode dalam pembelajaran.

- Media
Fungsi media pembelajaran adalah mengatasi hambatan komunikasi, da mengatasi verbalisme, sebagaimana telah diungkapkan oleh Winata Putra (2007: 11. 19) “secara harfiah media-media tersebut atau perantara, dalam kaitanya proses komunikasi media diartikan sebagai wahana benda yang dapat diraba, dilihat, didengar, dan dapat diamati melalui panca indra kita. Selain itu, kata “media” berasal dari bahasa latin “medius” secara penyalur pesan pembelajaran.” 

Dengan penggunaan media dapat membentu guru dalam penjelasan berkaitan dengan objek yang jelas, antara lain kegunaan untuk memperkecil objek yang terlalu besar, dan menyederhanakan objek terlalu rumit.

5) Evaluasi
Dalam permen No 41 tahun 2007 tentang standar proses dinyatakan bahwa “evaluasi proses pembelajaran dilakukan untuk melakukan kualitas pembelajaran secara keseluruhan.” Evaluasi pembelajaran diselenggarakan dengan cara:

- Membandingkan proses pembelajaran yang dilaksanakan guru dengan standar proses.
- Mengidentifikasi kinerja guru dalam proses pembelajaran sesuai dengan kompetensi guru.

Kompetensi evaluasi ditunjukan untuk menilai pencapaian tujuan yang telah ditentukan. Hasil dari kegiatan evaluasi dapat digunakan sebagai umpan balik untuk melaksanakan perbaikan dalam kegiatan pembelajaran yang berkaitan dengan materi yang digunakan dalam pembelajaran.
Facebook Twitter Google+
 
Back To Top