Doa doa, Surat Yasin, Surat Al Waqiah, Asmaul Husna, Ayat Kursi, Juz Amma, Contoh Surat Lamaran Kerja, Proposal, Makalah dan Puisi

Friday, March 25, 2016

Langkah-langkah Pembelajaran Membaca Intensif dengan Strategi DRTA

Langkah-langkah Pembelajaran Membaca Intensif dengan Strategi DRTA- Rahim (2009:48) mengemukakan langkah-langkah pembelajaran membaca intensif dengan strategi DRTA secara terperinci sebagai berikut.

1. Membuat prediksi berdasarkan petunjuk judul.
Guru menuliskan judul cerita atau teks yang dipelajari di papan tulis, kemudian guru meminta seorang siswa membacakannya. Kemudian, guru menanyakan kepada siswa, “Menurutmu cerita ini bercerita tentang apa?” dan memberikan waktu kepada siswa untuk membuat prediksi.

2 Membuat prediksi dari petunjuk gambar.
Guru meminta siswa memperhatikan gambar dengan seksama. Kemudian menanyakan apa yang siswa lihat dari gambar dan memprediksikan apa yang terjadi pada gambar tersebut.

3. Membaca bahan bacaan.
Guru meminta siswa untuk membaca dengan membagi teks ke dalam beberapa bagian, dan mulai membaca dari bagian awal. Kemudian siswa diminta untuk menghubungkan bagian-bagian dari cerita itu dengan judul cerita.

4. Menilai ketepatan prediksi dan menyesuaikan prediksi.
Ketika siswa membaca bagian pertama pada teks bacaan, guru mengarahkan suatu diskusi dengan mengajukan pertanyaan seperti, “Siapa yang memprediksi dengan benar apa yang diceritakan pada bagian ini?” Kemudian, guru meminta siswa yang yakin prediksinya benar untuk membaca nyaring ke depan kelas bagian dari bacaan yang mendukung prediksi mereka. Siswa yang prediksinya salah bisa menceritakan mengapa mereka salah. Kemudian guru meminta siswa menyesuaikan prediksi mereka yang didasarkan pada teks yang baru saja mereka baca.

5. Guru mengulang kembali prosedur 1 sampai 4.
Mengulang kembali prosedur 1 sampai 4, hingga semua bagian pelajaran di atas telah tercakup. Pada setiap tempat berhenti, guru mengulang kembali langkah 4. Terakhir, guru dapat menanyakan nilai-nilai atau kalimat utama pada setiap paragraf dan meminta siswa membuat ringkasan cerita sesuai pemahaman mereka masing-masing.

Kelebihan strategi Directed Reading Thinking Activity (DRTA) sebagai berikut.
  1. DRTA ini berisi banyak jenis-jenis strategi membaca sehingga guru dapat menggunakan dan dapat memperhatikan perbedaan yang ada pada peserta didik. 
  2. DRTA merupakan suatu aktivitas pemahaman yang meramalkan cerita hingga dapat membantu siswa untuk memperoleh gambaran keseluruhan dari suatu materi yang sudah dibacanya. 
  3. DRTA dapat menarik minat siswa untuk belajar, karena dalam DRTA menggunakan berbagai metode yang tidak hanya melayani siswa secara audio-visual, tetapi juga kinestetis. 
  4. Strategi DRTA menunjukkan cara belajar yang bermakna bagi murid, sebab belajar bukan hanya untuk belajar akan tetapi mempersiapkan untuk hidup selanjutnya. 
  5. Strategi DRTA dapat digunakan dalam beberapa mata pelajaran baik isi maupun prosedur mengajar. 
Selain memiliki banyak kelebihan, strategi DRTA juga memiliki sedikit kelemahan yang sebenarnya dapat diatasi. Berikut merupakan kelemahan strategi DRTA dan cara mengatasinya: 
  1. Strategi DRTA seringkali menyita banyak waktu jika pengelolaan kelas tidak efisien. Untuk itu, diperlukan manajemen waktu yang baik dari guru agar pembelajaran dapat selesai tepat pada waktunya. 
  2. Strategi ini mengharuskan penyediaan buku bacaan dan seringkali diluar kemampuan sekolah dan siswa. Kekurangan dalam hal fasilitas ini dapat disiasati oleh guru dengan memberikan teks bacaan yang terdapat pada buku paket Bahasa Indonesia yang sudah dimiliki oleh setiap siswa. Selain itu, guru dapat memberikan selembar teks lengkap dengan gambarnya. 
  3. Strategi ini menuntut guru berpengetahuan luas. Kekurangan dalam hal kemampuan guru ini dapat diatasi dengan semangat guru dalam mempelajari strategi DRTA lebih dalam lagi. Tidak ada ilmu yang terlalu sulit jika seseorang sungguh-sungguh dalam mempelajarinya. 
Melalui pemahaman membaca langsung, informasi tak dapat diperoleh dengan cepat, berbeda halnya jika memperoleh abstraksi melalui penyajian secara lisan oleh guru. Kekurangan ini menuntut siswa untuk berpikir secara mandiri dan dapat diatasi dengan teknik drill atau latihan. Melalui proses latihan, siswa akan terbiasa untuk menangkap informasi dengan membaca secara langsung. Setelah terbiasa, kemampuan untuk menangkap informasi akan menjadi lebih cepat.
Facebook Twitter Google+
 
Back To Top