Doa doa, Surat Yasin, Surat Al Waqiah, Asmaul Husna, Ayat Kursi, Juz Amma, Contoh Surat Lamaran Kerja, Proposal, Makalah dan Puisi

Tuesday, February 25, 2014

Guru harus tahu Apa itu Media Belajar ?

Guru harus tahu Apa itu Media Belajar ?

Media belajar merupakan alat bantu pembelajaran yang di gunakan agar proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan bermakna. Kehadiran media belajar dalam proses pembelajaran menurut para ahli memang memberikan dampak posiitif tersendiri apalagi ketika materi yang akan dijelaskan memerlukan alat penjelas lainnya sehingga isi materi dirasakan lebih nyata, penyajian materi dari tutor yang monoton, dan konsentrasi warga cenderung terpecah dan materi yang akan diajarkan terlalu banyak. Untuk keperluan tersebutlah paling tidak media belajar diperlukan.

Pemahaman tentang media belajar , jenis , fungsi , manfaat dan kriteria memilih media memang beragam. Begitupun penggunaan media belajar pada proses pembelajaran yang di lakukan tutor cenderung menurun. Hal ini paling tidak di sebabkan oleh pemahaman terhadap media itu sendiri, keterbatasan tutor dalam membuat dan mengembangkan media belajar, alat dan bahan yang diperlukan untuk pembuatan media belajar cenderung terbatas ataupun motivasi tutor itu sendiri dalam mengembangkan media belajar yang cenderung kurang.

Saya mencoba membawa kita mengingatkan kembali tentang substansi media belajar, fungsi, manfaat dan criteria memilih dan menggunakan media belajar dalam proses pembelajaran. Ruang lingkupnya yaitu pengertian, ciri-ciri, fungsi, Manfaat, Jenis, criteria memilih dan menggunakan dan jenis-jenis media belajar beserta kekurangan dan kelebihannya.

Media pembelajaran adalah segala sesuatu (software dan handware ) alat yang digunakan dalam rangka lebih mengefektifkan komunikasi dan interaksi antara tutor dan warga belajar dalam proses pembelajaran, sehingga memudahkan dalam mencapai tujuan pembelajaran.

Media pendidikan merupakan dasar yang sangat diperlukan yang bersifat melengkapi dan merupakan bagian integral demi berhasilnya proses pendidikan dan usaha pengajaran ( Oemar Hamalik, media pendidikan ).

Media pembelajaran identik dengan keperagaan, yaitu berasal dari kata “raga”, artinya suatu benda yang dapat diraba, dilihat, di dengar dan yang dapat diamati melalui panca indra kita.

1. Tekanan utama terletak pada benda atau hal-hal yang bisa dilihat atau didengar
2. Media pembelajaran digunakan dalam rangka komunikasi dalam pembelajaran, antara tutor dan warga belajar
3. Media pembelajaran adalah semacam alat bantu pembelajaran, baik di dalam kelas maupun di luar kelas
4. Media pembelajaran merupakan suatu perantara (medium) yang digunakan dalam proses pembelajaran
5. Media pembelajaran mengandung aspek-aspek sebagai alat dan teknik, yang sangat erat hubungannya dengan metode pembelajaran.

Fungsi media pembelajaran menurut Sudjana dan Rivai (1991) adalah sebagai alat bantu proses pembelajaran. Dengan kata lain fungsi media pembelajaran adalah sebagai alat komunikasi, yaitu sebagai alat penyampaian isi pesan dari tutor ke peserta didik.

Manfaat media pembelajaran menurut Hamalik, (1980) adalah sebagai berikut :

  1. Meletakkan dasar-dasar yang kongkrit untuk berpikir dan mengurangi verbalisme 
  2. memperbesar perhatian para siswa terhadap suatu objek atau peristiwa 
  3. meletakan dasar-dasar yang penting untuk perkembangan belajar, karena itu membuat proses pembelajaran lebih mantap 
  4. memberikan pengalaman yang nyata yang dapat menumbuhkan kegiatan berusaha sendiri dikalangan siswa. 
  5. menumbuhkan pemikiran yang teratur dan kontinyu. 
  6. memberikan pengalaman serta keragaman yang lebih banyak dalam pembelajaran. 
  7. media pembelajaran memungkinkan terjadinya interaksi langsung antara siswa dan lingkungannya. 
  8. media pembelajaran dapat memberikan persepsi yang sama terhadap suatu benda atau peritiwa. 
  9. membangkitkan keinginan dan minat-minat belajar yang baru. 
  10. membangkitkan motivasi dan rangsangan belajar 
  11. memberikan pengalaman yang menyeluruh 
Sedangkan menurut Sudjana dan Rivai (1991) menyatakan bahwa media pembelajaran dapat mempertinggi proses belajar siswa dalam pembelajaran yang pada gilirannya diharapkan dapat mempertinggi hasil belajar yang dicapainya. Alasannya adalah sebagai berikut.


  1. pembelajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar
  2. bahan pembelajaran akan lebih jelas maknanya sehingga, dapat lebih dipahami, dan memungkinkan warga belajar menguasai tujuan pembelajaran lebih baik.
  3. metode pembelajaran akan lebih bervariasi tidak semata-mata komunikasi verbal/ ceramah
  4. warga belajar lebih banyak melakukan kegiatan pembelajaran seperti mendengarkan, mengamati, mendemontrasikan, melakukan, dll.

Ada beberapa jenis media pembelajaran yang biasa digunakan dalam proses pembelajaran :

  1. media grafis seperti gambar, foto, grafik, bagan atau diagram, foster, kartun, komik, dll. Media grafis sering juga disebut dua dimensi, yaitu media yang memiliki ukuran panjang dan lebar
  2. media tiga dimensi yaitu dalam bentuk model seperti model padat (solid model), model penampang, model susun, model kerja, mock up, diorama, dll.
  3. media proyeksi seperti slide, film, strips, film, penggunaan OHP dan lain-lain
  4. penggunaan lingkungan

Tutor tidak hanya cukup memiliki pengetahuan tentang media pembelajaran, akan tetapi juga harus memiliki keterampilan memilih dan menggunakan media tersebut dengan baik. Untuk Ia perlu mengalami latihan - latihan praktek secara kontinyu dan sistematis, baik dalam fre-service maupun in-service training.

Kriteria (ciri-ciri) media pada umumnya meliputi 3 bidang, yaitu :

a. Kesesuaian (relevansi), yakni sesuai dengan kebutuhan belajar, rencana kegiatan belajar, program kegiatan belajar, tujuan belajar dan karakteristik warga belajar

b. Kemudahan, yakni isinya mudah dimengerti, dipelajari atau dipahami oleh warga belajar, dan mudah diadakannya atau disediakannya

c. Kemenarikan, yaitu uraian,isi dan bentuknya menarik atau menggugah warga belajar

Kriteria umum itu dapat itu dapat dijabarkan lebih lanjut ke dalam tujuh unsur, atau lebih populer kriteria 7 M (Ibrahim Yunus :4) , yaitu :

  1. Mudah : Artinya mudah membuatnya , mudah memperolehnya bahan dan alatnya dan mudah menggunakannya serta mudah dipahami oleh warga belajar
  2. Murah : Artinya dengan biaya sedikit, bila mungkin tanpa biaya, bahan belajar tersebut dapat dibuat.
  3. Menarik : Artinya menarik atau merangsang perhatian orang baik bentuknya,warnanya,bahannya, maupun isinya
  4. Mempan : Artinya isinya efekttif atau berdayaguna bagi wraga belajar dalam memenuhi kebutuhannya
  5. Mendorong : artinya isinya mendorong atau menggugah warga belajar bersikap atau berbuat sesuatu yang positif baik untuk dirinya maupun untuk lingkungannya.
  6. Mustari : Artinya tepat waktu, isinya tidak basi atau diterbitkan sesuai kebutuhan setempat
  7. Manfaat : artinya isinya bernilai, mengandung manfaat, tidak mubazir atau sia-sia apalagi merusak 
Memilih dan menggunakan media pembelajaran menurut Hamalik, (1980) harus sesuai disesuaikan dengan:

1. tujuan pembelajaran 
2. bahan pembelajaran
3. metode pembelajaran 
4. tersedianya alat yang dibutuhkan
5. proses pembelajaran
6. penilaian hasil pembelajaran
7. kemampuan tutor
8. minat dan kemampuan siswa
9. situasi pembelajaran yang sedang berlangsung

Hal senada diungkapkan oleh Sudjana dan Rivai, Dalam memilih media untuk kepentingan pembelajaran menurut Sudjana dan Rivai (1991) sebaiknya memperhatikan kriteria sebagai berikut.
  1. ketepatan dengan tujuan pembelajaran, artinya media diarahkan untuk mencapai tujuan belajar
  2. dukungan terhadap isi pelajaran, artinya media harus mencerminkan isi pembelajaran yang akan disampaikan
  3. uptodate, tepat, sesuai kebutuhan warga belajar
  4. kemudahan memperoleh media, artinya media yang akan digunakan harus mudah diperoleh
  5. kemampuan tutor dalam penggunaan media
  6. ketersediaan waktu
  7. sesuai dengan kematangan dan pengalaman warga belajar
Penggunaan media dilakukan oleh tenaga pendidik setidak-tidaknya digunakan ketika situasi :
  1. Perhatian siswa terhadap pengajaran sudah berkurang akibat kebosanan mendengarkan uraian guru.
  2.  Bahan pelajaran yang dijelaskan guru kurang dipahami siswa.
  3. Terbatasnya sumber pengajaran
  4. guru tidak bergairah untuk menjelaskan bahan pengajaran melalui penuturan kata-kata (verbal) akibat terlalu lelah disebabkan karena telah mengajar cukup lama
Pada dasarnya media belajar bisa digunakan oleh tutor untuk membantu mencapai hasil maksimal, paling tidak membuat suasana pembelajaran lebih bermakna dan menyenangkan. Tutor bisa memilih jenis media yang paling cocok untuk menjelaskan materinya. Ingat, gunakan media paling tidak ketika materi terlalu banyak, menjelaskan materi yang abstrak, membangun suasana bermakna atau jam mengajar yang padat. Selamat mencoba.


DAFTAR PUSTAKA

Arif S.Sadiman, Dr, M.Sc, dkk, Pustekkom Dikbud dan PT Raja Grafindo Persada, Media Pendidikan, Pengertian, Pengembangan dan Pemanfaatannya.1993

Ibrahim Yunus, 1999. Yayasan Swadamas. Apa, Mengapa dan Bagaimana Membuat Bahan Belajar.

Nana Sudjana, Dr.Ahmad Rivai, Drs. 2003 Teknologi Pengajaran, Sinar Baru Algensindo, cetakan ke I

Nana Sudjana, Dr, Ahmad Rivai,Drs.. Cetakan ke-6 2005. Media Pengajaran, Sinar Baru Algensindo Bandung

Oemar Hamalik, Dr.Media Pendidikan, 1989. PT Citra Aditya Bakti.


Facebook Twitter Google+
 
Back To Top