Doa doa, Surat Yasin, Surat Al Waqiah, Asmaul Husna, Ayat Kursi, Juz Amma, Contoh Surat Lamaran Kerja, Proposal, Makalah dan Puisi

Saturday, March 1, 2014

MAKALAH PSIKOLOGI PENDIDIKAN SEKOLAH YANG BAIK

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
            Belajar merupakan suatu perubahan dalam tingkah laku, dimana perubahan tersebut dapat mengarah kepada tingkah laku yang baik, tetapi dapat pula mengarah kepada tingkah laku yang buruk.
            Belajar juga merupakan suatu proses yang di dalamnya terdapat asosiasi dan interalasi antara berbagai pengalaman yang kemudian membentuk pola-pola pengertian atau pengetahuan yang teroganisir di dalam diri kita, hal itu terjadi disebabkan oleh hasil penggulangan-pengulanagn yang teratur.

1.2 Tujuan
            Adapun tujuan dari pembuatan makalah dengan metode belajar ini yaitu diharapkan pembaca :
1.    Untuk  mengetahui bagaimana cara belajar yang efektif dan efisien
2.    Untuk lebih mengenal apa makna dari belajar itu sendiri
3.    Untuk mengetahui apa yang dapat mempengaruhi proses belajar.



BAB II
ISI

2.1 Pengertian Belajar

            Mendengar kata belajar, biasanya pikiran kita terkait dengan sekolah. Ketika itu terpikir pula bidang studi dan keterampilan apa yang harus dikuasai, misalnya: matematika, bahasa, IPA atau IPS. Padahal yang seharusnya belajar tidak harus dibatasi dengan sekolah. Belajar dapat terjadi dimana-mana, kapan saja dan apa saja. Yang lebih luas lagi, belajar seyogyanya dimaknai sebagai belajar kehidupan. Setiap hari , kita mempelajari kehidupan kita. Anak kecil menendang bola, supaya bola itu bergerak menuju sasaran, remaja belajar lagu baru yang sangat disenangi, dan generasi muda belajar menyukai pakaian model baru dengan meninggalkan model lamanya.
            Setelah memperhatiakan ilustrasi tersebut, apa sebenarnya yang dimaksudkan dengan belajar itu?
            Sebagai landasan penguraian mengenai apa yang dimaksud dengan belajar terlebih dahulu akan dikemukakan beberapa definisi.
1.      Hilgard & Bower (theories of learning, 1975)
              Mengemukakan bahwa, “Belajar berhubungan dengan perubahan tingkah laku seseorang terhadap sesuatu situasi tertentu yang disebabkan oleh pengalamannya yang berulang-ulang dalam situasi itu, dimana perubahan tingkah laku itu tidak dapat dijelaskan, atau dasar kecenderungan respon respon pembawaan, kematangan, atau keadaan sesaat seseorang (ex, kelelahan, pengaruh obat, dsb).
2.      Gagne ( The Conditions or Learning, 1997)
Mengatakan, “Belajar terjadi apabila suatu situasi stimulus bersama dengan ingatan mempengaruhi siswa sedemikian rupa sehingga perbuatannya (performance-nya) berubah dari waktu sebelum ia mengaalami situasi itu ke waktu sesudah mengalami situasi tadi”.

3.      Morgan (Introduction to Psycology, 1978)
Mengatakan, “ Belajar adalah setiap perubahan yang relative menetap dalam tingkah laku yang terjadi sebagai suatu hasil dari latihan atau pengalaman.
4.      Witherington (Educational Psycology)
Mengemukakan, “Belajar adalah suatu perubahan da dalam kepribadian yang menyatakan diri sebagai suatu pola baru dari pada reaksi yang berupa kecakapan, sikap, kebiasaan, kepandaian, atau suatu pengertian.”
5.      Anita E. Woolfolk (1993)
Menegaskan bahwa belajar terjadi ketika pengalaman menyebabkan suatu perubahan pengetahuan dan perilku yang relative permanent pada individu.
6.      Abin   Syamsudin (1981)
Mendefinisikan, “Bahwa belajar adalah perbuatan yang menghasilkan perubahan perilaku dan pribadi.”
7.      Santrock and Yusen (1994)
Menegaskan bahwa “learning is defined as a relatively permanent change in behavior that occurs though experiences”.
Secara garis besar belajar adalah kegiatan yang berproses dan merupakan unsur yang sangat fundamental dalam setiap pentelenggaraan jenis dan jenjang pendidikan.

2.2 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Proses Belajar

  1. Faktor internal (faktor dalam diri siswa), yakni keadaan atau kondisi jasmani dan rohani siswa.
      Faktor internal siswa dibagi 2 aspek yaitu         
a.  Aspek pisiologis
Yaitu kondisi umum jasmani yang menandai tingkat kebugaran organ-organ tubuh dan sendi-sendinya, dapat mempengaruhi semangat siswa dalam mengikuti pelajaran.
b.  Aspek psikologis
Faktor-faktor yang termasuk dalam aspek psikologis yang mempengaruhi kuantitas dan kualitas perolehan pembelajaran siswa diantaranya adalah tingkat kecerdasan (intelegensi, sikap siswa, bakat siswa minat siswa dan motivasi siswa).

  1. Faktor eksternal (faktor dari luar siswa) diantaranya:
a.    Faktor lingkungan yang meliputi
-       Lingkungan sosial, seperti para guru, staf administrasi, dan teman-teman sekelas yang dapat mempengaruhi semangat belajar seorang siswa.
-       Lingkungan alam, seperti kondisi dan letak gedung sekolah, suasana alamnya, cuaca dan jarak rumah dengan sekolah.
b.    Faktor instrumentalia dapat meliputi berbagai hal yang mempermudah dan memperlancar proses belajar mengajar, seperti kurikulum,  bahan pelajaran, kualitas guru, sarana dan prasarana dan administrasi atau manajemen.

2.3 Prinsip-prinsip Belajar

  1. Prinsip Efek Kepuasaan ( Law of effect )
            Berdasarkan prinsip dan hukum ini hasil belajar akan diperbuat apabila menghasilkan rasa senang atau rasa puas. Dan sebaliknya hasil belajar akan diperlemah apabila menghasilkan perasaan tidak senang. Proses memperoleh kepuasan itu pun akan diulang, agar memperoleh kepuasan baru. Apabila aa siswa yang memperoleh nilai tinggi melalui belajar sungguh-sungguh maka belajar sungguh-sungguh itu akan diulang, agar memperoleh hasil yang lebih baik lagi.




  1. Prinsip Pengulangan
Prinsip ini mengandung arti bahwa hasil belajardapat lebih sempurna apabila sering diulang, sering dilatih. Hubungan antara rangsangan (stimulus) dengan reaksi (respon) akan diperkuat apabila sering diadakan pengulangan.

  1. Prinsip Kesiapan          
Menyatakan bahwa melalui proses belajar individu akan memperoleh tingkah lau baru apabila ia telah siap belajar, yang berkenaan dengan kematangan fisik dan kesiapan psikologis. Dalam hal ini kesiapan fisik belajar akan efektif apabila individu telah mampu mengkoordinasikan anggota tubuhnya untuk melakukan berbagai kegiatan. Kesiapan psikologis menyangkut kemampuan individu untuk memahami situasi belajar yang dihadapi, mampu mengabaikan segala hal yang tidak ada kaitannya dengan kegiatan belajar yang dihadapinya serta memusatkan perhatiannya pada objek yang dipelajari.

  1. Prinsip Kesan Pertama ( Kesan Awal )
Dalam hal ini prinsip kesan pertama akan sulit dihoyahkan, yang berarti bahwa proses belajar pertama yang keliru dan membentuk kebiasaan buruk akan tetap mewarnai belajar berikutnya sehingga menghasilkan yang buruk pula.

  1. Prinsip Makna yang Dalam ( Prinsip Intensitas )
Hasil belajar merupakan penghayatan dengan makna mendalam atau dangkal, dengan diharapkan menghasilkan hasil yang bermakna secara mendalam pula. Dalam hal ini diupayakan melalui kegiatan yang bersemangat dan menarik.



  1. Prinsip Bahan Baru
Prinsip ini mengandung arti bahwa bahan yang baru dipelajari akan lebih mudah diingat, sedang bahan yang telah lama dipelajari akan terhalang bahan baru sehingga terbenam ke alam bawah sadar.

  1. Prinsip Gabungan
Prinsip ini merupakan perluasan dari prinsip efek kepuasan dan prinsip pengulangan, prinsip ini menunjukkan perlunya keterkaitan bahan yang dipelajari dengan situasi belajar yang akan mempermudah berubahnya tingkah laku. Yang berarti bahwa hasil belajar yang memberikan kepuasan dan latihan erat kaitannya dengan kehidupan individu yang dapat meningkatkan hasil belajarnya.

2.4 Ciri-ciri Belajar
            Belajar pada dasarnya ditunjukkan oleh adanya perubahan tingkah laku melalui pengalaman pribadi yang tidak disebabkan kematangan, pertumbuhan atau insting. Oleh karena itu perlu dilihat beberapa ciri yang membedakan kematangan, pertumbuhan atau insting. Ciri-ciri tersebut adalah sebagai berikut :
a.      Belajar menyebabkan perubahan pada asfek-asfek kepribadian yang berfungsi terus-meneus.
b.     Belajar adalah perbuatan sadar karena selalu mempunyai tujuan, seperti yang dilakukan di sekolah guru selalu membawa anak-anak belajar dengan tujuan tertentu (TIK).
c.      Belajar hanya terjadi melalui pengalaman yang bersifat individual, terjadai apabila dialami sendiri oleh yang bersangkutan dan tidak diwakilkan.
d.     Belajar menghasilkan perubahan menyeluruh melibatkan keseluruhan tingkah laku yang mengintegrasikan asfek-asfek yang terlibat, baik norma, fakta, sikap, pengertian, kecakapan maupun keterampilan.
e.      Belajar adalah proses interaksi, bukan sekedar proses penyerapan tanpa usaha yang aktif dari individu yang belajar, maksudnya seorang guru belum tentu menyebabkan perubahan apabila yang belajar tidak melibatkan diri dalam situasi belajar mengajar, tetapi akan terjadi apabila yang belajar mengadakan reaksi terhadap situasi belajar yang diciptakan.
f.       Perubahan tingkah laku berlangsung dari yang paling sederhana sampai pada yang kompleks.

2.5 Cara-cara Belajar Efektif
            Dr. Rudolf Pinter mengemukakan 10 macam metode dalam belajar, yaitu sebagai berikut :
  1. Metode keseluruhan kepada bagian
            Dalam hal ini kita harus memulai dari keseluruhan kemudian secara mendetail kepada bagian-bagiannya. Misalnya kita mempelajari sebuah buku, hal yang pertama dilakukan dengan lebih dulu memperhatikan isi buku, urutan bab-babnya dan sub bab masing-masing. Kemudian barulah mengarah pada bagian-bagian atau bab-bab tertentu yang dianggap penting atau inti pokok buku tersebut.

  1. Metode keseluruhan lawan bagian
Metode ini digunakan untuk bahan pelajaran yang tidak terlalu luas cakupannya, tepat digunakan metode keseluruhan seperti menghadapi syair, membaca buku, cerita pendek dan lain-lain.

  1. Metode campuran antara keseluruhan dan bagian
Metode ini digunakan pada bahan-bahan pelajaran yang cakupannya sangat luas, sukar-sukar, misalnya tata buku, akunting dan bahan kuliah lainnya.

  1. Metode resitasi (metode pemberian tugas )
Dalam hal ini resitasi berarti mengulangi mengucapkan kembali sesuatu yang telah dipelajari. Dapat digunakan untuk semua bahan pelajaran yang bersifat verbal atau nonverbal.

  1. Jangka waktu panjang
Jangka waktu belajar berdasarkan berbagai hasil eksperimen dinyatakan bahwa belajar yang produktif seperti menghapal, mengetik, mengerjakan soal hitungan dan sebagainya adalah antara 20 – 30 menit, sedangkan jangka waktu lebih dari 30 menit dipergunakan bila memerlukan konsentrasi, perhatian relative kurang atau tidak produktif.

  1. Pembagian waktu belajar
Dari berbagai percobaan dapat dibuktikan bahwa belajar terus menerus dengan jangka waktu yang lama tanpa istirahat tidak akan efisien dan tidak efektif, sehingga diperlukan adanya pembagian waktu belajar sehingga produktif yaitu 30 menit 2x sehari selama 6 hari.

  1. Membatasi kelupaan
Agar pelajaran yang telah dipelajari tidak lupa maka perlu adanya ulangan atau review pada waktu-waktu tertentu atau pada akhir pelajaran.

  1. Menghapal
Metode ini sangat berguna terutama untuk dapat menguasai serta mereproduksi kembali dengan cepat bahan-bahan pelajaran yang luas dan banyak dalam waktu yang relative singkat.

  1. Kecepatan belajar dalam hubungannya dengan ingatan
Untuk bahan pelajaran yang kurang mempunyai arti generalisasi itu tepat dan benar, akan tetapi untuk bahan-bahan pelajaran yang lain tidak dapat dipastikan kebenarannya.

  1. Retroactiv inhibition
Belajar merupakan suatu proses yangdi dalamnya terdapat asosiasi dan interelasi antara berbagai pengalaman yang membentuk pola-pola pengertian atau pengetahuan yang terorganisir pada setiap individu dan terjadi karena hasil pengulangan-pengulangan yang teratur. Inhibition berarti larangan atau penolakan yang berarti tidak mencampur adukan belajar sehingga diberikan time schedule.

2.6 Saran-saran untuk Membiasakan Belajar ynag Efisien
            Menurut Crow and Crow untuk mencapai belajar yang lebih efisien adalah sebagai berikut :
  1. Memiliki tujuan belajar yang pasti
  2. Mengusahakan tempat belajar yang memadai
  3. Menjaga kondisi fisik sehingga tidak mengganggu konsentrasi dan keaktifan mental
  4. Rencanakan dan ikuti jadwal waktu untuk belajar
  5. Selingi waktu belajar dengan istirahat yang teratur
  6. Cari kalimat-kalimat topic atau inti pengertian dari tiap paragraph
  7. Gunakan metode keseluruhan, bila mungkin
  8. Mengusahakan membaca cepat tetapi cermat
  9. Buat catatan-catatan atau rangkuman dengan rapih
  10. Adakan penilaian terhadap kesulitan bahan untuk dipelajari lebih lanjut
  11. Susun dan buatlah pertanyaan-pertanyaan dan usahakan dengan menemukan jawaban yang tepat
  12. Pusatkan perhatian dengan sungguh-sungguh pada waktu belajar
  13. Pelajari tabel-tabel grafik-grafik dan bahan ilustrasi lainnya dengan teliti
  14. Biasakanlah membuat rangkuman dan kesimpulan
  15. Buatlah kepastian melengkapi tugas-tugas belajar
  16. Pelajari dengan baik pernyataan dikemukakan pengarang dan tangtanglah jika diragukan kebenarannya
  17. Telitilah pendapat beberapa pengarang
  18. Belajarlah menggunakan kamus dengan baik
  19. Analisislah kebiasaan belajar yang dilakukan dan mencoba memperbaiki kelemahan-kelemahannya.

BAB III
PENUTUP


3.1 Kesimpulan
            Dalam pembahasan mengenai belajar, bahwa belajar merupakan kegiatan yang berproses dan merupakan unsur yang sangat fundamental dalam setiap penyelenggaraan jenis dan jenjang pendidikan. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi dalam proses belajar yaitu faktor internal yang muncul dalam diri individu dan faktor eksternal yang muncul dari luar diri individu atau ligkungan. Kemudian disertai dengan prinsip-prinsip belajar yaitu pengulangan, kesiapan, kesan pertama, makna yang dalam, bahan baru dan gabungan.
            Adapun ciri-ciri dan cara-cara belajar yang harus dipelajari dan dikuasai serta dilaksanakan, sebagai bahan acuan dan pedoman yang harus diterapkan dalam diri seorang pelajar untuk digunakan dalam kehidupan sehari-hari, guna memperoleh kepuasan tersendiri dalam menuai hasil yang optimal. Saran-saran yang bermanfaat untuk membiasakan belajar yang efisien.

3.2 Saran
            Dalam kehidupan sehari-hari, hendaknya seseorang pelajar dapat memahami benar mengenai arti penting belajar, kemudian selain itu juga diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari guna mencapai hasil yang dicita-citakan.

DAFTAR PUSTAKA

-         Syah, Muhibbin, M. Ed. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Rosda. Bandung. 1992.
-         Kartono, S Kep. Ilmu Prilaku. 2003.

-         Natawidjaya, Rochman. Moesa, Moein, H.A. Psikologi Pendidikan. 1992. 1993.
Facebook Twitter Google+
 
Back To Top