Doa doa, Surat Yasin, Surat Al Waqiah, Asmaul Husna, Ayat Kursi, Juz Amma, Contoh Surat Lamaran Kerja, Proposal, Makalah dan Puisi

Tuesday, March 4, 2014

Dampak Postoperasi Apendiktomi terhadap Kebutuhan Dasar Manusia


Dampak Postoperasi Apendiktomi terhadap Kebutuhan Dasar Manusia


1.      Kebutuhan keseimbangan cairan dan elektrolit
Hilangnya cairan pada waktu bedah terjadi karena kehilangan darah dan kehilangan cairan yang tidak terasa melalui paru-paru dan kulit. Pada waktu operasi terjadi vasokontriksi renal dan meningkatkan aktivitas aldosteron, sehingga terjadi peningkatan retensi sodium dan terjadi retensi air.
2.      Kebutuhan nutrisi
Masa konvalensi setelah bedah akan menjadi singkat bila tidak terjadi defisiensi protein. Suplai makanan esensial adalah peroral. Perubahan badan biasanya terjadi akibat katabolisme. Nutrisi yang dipakai untuk penyembuhan dan akibat intake yang kurang pada waktu dipasang infus.

3.      Kebutuhan eliminasi urine
Pasien yang hidrasinya baik, biasanya kencing setelah 6 - 8 jam pascaoperasi. Keseimbangan cairan dan elektrolit kembali normal dalam waktu kira-kira 48 jam. Retensi urine pada pasca bedah bisa terjadi karena posisi recumbent ketegangan syaraf akibat anestesia, narkotika dan bedah pelvis.
4.      Kebutuhan eliminasi feses
Peristaltik menurun selama 24 jam setelah bedah daerah pelvis atau abdomen akan berlangsung beberapa hari. Konstipasi pada pascaoperasi sering terjadi karena sebab-sebab: Respon neuroendokrin terhadap stres (menurun gerakan gastrointestinal), anestesi, narkotika, tidak ada kegiatan dan tidak ada intake makanan yang banyak serat.
5.      Kebutuhan rasa nyaman
            Dapat disebabkan oleh adanya mual, muntah, distensi abdomen, nyeri karena gas serta nyeri akibat terputusnya jaringan. Mual dan muntah pada pasien bedah diakibatkan dari penumpukan gas yang tidak dapat diabsorpsi dalam intestinal merupakan reaksi terhadap pengelolaan usus pada saat operasi, karena banyak menelan udara pada saat pemulihan dari anestesi atau usaha untuk menghilangkan mual dan masuknya gas dan aliran darah ke bagian perut yang atois. Distensi akan terus berlangsung sampai stres dari usus kembali normal dan peristaltik kembali normal.
 Nyeri akibat gas disebabkan oleh kontraksi dari bagian usus yang tidak menderita sebagai usaha untuk menolak penumpukan gas pada saluran usus. Rasa nyeri timbul hampir setelah tiap jenis operasi, karena terjadi torehan tarikan, manipulasi jaringan dan organ. Dapat juga terjadi akibat stimulasi ujung syaraf oleh bahan kimia yang dilepas pada saat operasi atau karena iskemi jaringan akibat gangguan suplai darah ke salah satu bagian, seperti karena tekanan, spasmus, otot atau edema. Setelah operasi faktor lain yang menambahkan rasa nyeri seperti infeksi, distensi, spasmus otot di sekitar daerah torehan, pembalut yang ketat atau gips.
6.      Kebutuhan aktivitas  sehari-hari
Karena adanya rasa nyeri akibat pembedahan sehingga mengakibatkan kemampuan pasien untuk beraktivitas menurun dan khawatir akan terjadinya pembukaan pada luka pembedahan, sehingga gerakan-gerakan pasien terbatas.
7.      Kebutuhan istirahat dan tidur
Serabut nyeri aching merangsang sistem saraf. Aktivitas retrikularis yang mempunyai efek sangat kuat dan dapat menggiatkan seluruh sistem syaraf yaitu untuk membangunkan seseorang dari tidur. Oleh karena itu, istirahat tidur pasien mengalami gangguan.
Facebook Twitter Google+
 
Back To Top