Doa doa, Surat Yasin, Surat Al Waqiah, Asmaul Husna, Ayat Kursi, Juz Amma, Contoh Surat Lamaran Kerja, Proposal, Makalah dan Puisi

Saturday, March 1, 2014

Inilah Etika Profesi Keperawatan


Inilah Etika Profesi Keperawatan 

1.    Pengertian Etika Profesi Keperawatan

Kata etika berasal dari kata Yunani yaitu ethos yang berhubungan dengan pertimbangan pembuat keputusan, benar atau tidaknya suatu perbuatan karena tidak ada undang-undang atau peraturan yang menegaskan hal yang harus dilakukan. Etika berbagai profesi digariskan dalam kode etik yang bersumber dari martabat dan hak manusia (yang memiliki sikap menerima) dan kepercayaan dari profesi. Profesi menyusun kode etik berdasarkan penghormatan atas nilai dan situasi individu yang dilayani.

Etika member keputusan tentang tindakan yang diharapkan benar tepat atau bermoral. Banyak profesi di bidang hokum kedokteran, keperawatan menyusun pernyataan tentang keyakinan terhadap perilaku yang etis bagi anggotanya. Etika profesi sebagai pedoman menumbuhkan tanggungjawab atau kewajiban bagi anggota profesi tentang hak-hak yang diharapkan oleh orang lain. Anggota profesi memiliki pengetahuan atau keterampilan khusus yang dipergunakan untuk membuat keputusan yang mempengaruhi orang lain.

2.    Tujuan Etika Keperawatan

Etika profesi keperawatan merupakan alat untuk mengukur perilaku moral dalam keperawatan. Dalam penyusunan alat pengukur ini, keputusan diambil berdasarkan kode etik sebagai standar yang mengukur dan mengevaluasi perilaku moral perawat.

Secara umum tujuan etika profesi keperawatan adalah menciptakan dan mempertahankan kepercayaan klien kepada perawat, kepercayaan diantara sesama perawat dan kepercayaan masyarakat kepada profesi keperawatan.
Menurut American Ethics Commission Bureau on Teaching, tujuan etika profesi keperawatan adalah mampu :
a.       Mengenal dan mengidentifikasi unsure moral dalam praktik keperawatan
b.      Membentuk strategi/cara dan menganalisis masalah moral yang terjadi dalam praktek keperawatan
c.       Menghubungkan prinsip moral/pelajaran yang baik dan dapat dipertanggungjawabkan pada diri sendiri, keluarga, masyarakat, dan kepada Tuhan sesuai dengan kepercayaannya.

3.    Cakupan Etika Profesi Keperawatan

Etik dalam keperawatan mencakup dua hal penting :
a.       Etik dalam hal kemampuan penampilan kerja
Etik dalam hal kemampuan penampilan kerja merupakan respon terhadap tuntutan profesi lain, yang mengharapkan bahwa sesuatu yang dilakukan oleh tenaga keperawatan memenuhi standar pelayanan yang telah ditetapkan oleh keperawatan itu sendiri. Etik dalam penampilan kerja dinyatakan dalam kata-kata teknis.

b.      Etik dalam hal perilaku manusiawi
Etik dalam hal perilaku manusiawi merupakan reaksi terhadap tekanan dari luar, yang biasanya adalah individu atau masyarakat yang dilayani. Etik dalam perilaku manusia yang diwujudkan dalam bentuk kebutuhan yang ada dan nilai kehidupan manusia yang konkret.

4.    Prinsip Kode Etik Keperawatan

Prinsip bahwa dasar kode etik adalah menghargai hak dan martabat manusia, tidak akan pernah berubah. Prinsip ini juga diterapkan baik dalam bidang pendidikan maupun pekerjaan. Juga dalam hak-haknya memperoleh pelayanan kesehatan.


5.    Hak dan Kewajiban Perawat

a.       Hak perawat
Hak perawat menurut Claire Fagin (1975) :
1)      Hak untuk memperoleh martabat dalam rangka mengeskpresikan dan meningkatkan dirinya melalui penggunaan kemampuan khususnya dan latar belakang pendidikan.
2)      Hak untuk memperoleh pengakuan sehubungan dengan kontribusinya melalui ketetapan yang diberikan lingkungan untuk praktik yang dijalankan, serta imbalan ekonomi sehubungan dengan profesinya.
3)      Hak untuk mendapatkan lingkungan kerja dengan stress fisik dan emosional, serta resiko kerja yang seminimal mungkin.
4)      Hak untuk melakukan praktek profesi dalam batas-batas hukum yang berlaku.
5)      Hak untuk menetapkan standar yang bermutu dalam perawatan yang dilakukan.
6)      Hak untuk berpartisipasi dalam pembuatan kebijakan yang berpengaruh terhadap keperawatan.
7)      Hak untuk berpartisipasi dalam organisasi social dan politik yang mewakili perawat dalam meningkatkan asuhan kesehatan. 

Etika Profesi Keperawatan 


b.      Kewajiban Perawat
1)      Mematuhi semua peraturan institusi yang bersangkutan.
2)      Memberikan pelayanan atau asuhan keperawatan sesuai dengan standar profesi dan batas kegunaan.
3)      Menghormati hak klien.
4)      Merujuk klien kepada perawat atau tenaga kesehatan lain yang mempunyai keahlian atau kemampuan yang lebih baik bila yang bersangkutan tidak dapat mengatasinya.
5)      Memberikan kesempatan kepada klien untuk berhubungan dengan keluarganya, selama tidak bertentangan dengan peraturan atau standar profesi yang ada.
6)      Memberikan kesempatan kepada klien untuk menjalankan ibadahnya sesuai dengan agama atau kepercayaannya masing-masing selama tidak mengganggu klien yang lainnya.
7)      Berkolaborasi dengan tenaga medis atau tenaga kesehatan lainnya dalam memberikan pelayanan kesehatan dan keperawatan kepada klien.
8)      Memberikan informasi yang akurat tentang tindakan keperawatan yang diberikan kepada klien dan/atau keluarganya sesuai dengan batas kemampuan.
9)      Membuat dokumentasi asuhan keperawatan secara akurat dan berkesinambungan.
10)  Mengikuti perkembangan iptek keperawatan atau kesehatan secara terus menerus.
11)  Melakukan pelayanan darurat sebagai tugas kemanusiaan sesuai dengan batas kewenangannya.
12)  Merahasiakan segala sesuatu yang diketahuinya tentang klien, kecuali jika diminta keterangan oleh pihak yang berwenang.
13)  Memenuhi hal-hal yang telah disepakati atau perjanjian yang telah dibuat sebelumnya terhadap institusi tempat bekerja.

6.    Responsibilitas, Akuntabilitas dan Loyalitas

Responsibilitas (tanggungjawab) adalah eksekusi terhadap tugas-tugas yang berhubungan dengan peran tertentu dari perawat. Perawat yang selalu bertanggungjawab dalam melakukan tindakannya akan mendapatkan kepercayaan dari klien atau dari profesi lainnya. Perawat yang bertanggungjawab akan tetap kompeten dalam pengetahuan dan keterampilannya, serta selalu menunjukkan keinginan untuk bekerja berdasarkan kode etik profesinya.

Akuntabilitas (tanggung gugat) mengandung arti dapat mempertanggungjawabkan suatu tindakan yang dilakukan dan dapat menerima konsekuensi dari tindakan tersebut. (Kozier, Erb, 1991). Akuntabilitas dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas perawat dalam melakukan praktek keperawatan.

Loyalitas merupakan suatu konsep yang meliputi simpati, peduli, dan hubungan timbal balik terhadap pihak yang secara professional berhubungan dengan perawat. Ini berarti pertimbangan tentang nilai dan tujuan orang lain sebagai nilai dan tujuan sendiri. Hubungan professional dipertahankan dengan cara menyusun tujuan bersama, menepati janji, menentukan masalah dan prioritas serta mengupayakan pencapaian kepuasan bersama (Jameton, 1984, Fry, 1991).

7.    Tanggung Jawab Perawat

Tanggung jawab perawat meliputi :
a.       Tanggung jawab perawat terhadap individu, keluarga dan masyarakat
1)      Perawat dalam melaksanakan pengabdiannya senantiasa berpedoman pada tanggung jawab yang pangkal tolaknya bersumber pada adanya kebutuhan terhadap perawatan untuk individu, keluarga dan masyarakat.
2)      Perawat dalam melaksanakan pengabdian dalam bidang perawatan senantiasa memelihara suasana lingkungan yang menghormati nilai budaya, adat istiadat dan kelangsungan hidup beragama dari individu, keluarga dan masyarakat.
3)      Perawat dalam melaksanakan kewajibannya bagi individu dan masyarakat senantiasa dilandasi dengan rasa tulus ikhlas sesuai dengan martabat dan tradisi luhur keperawatan
4)      Perawat senantiasa menjalin hubungan kerjasama yang baik dengan individu dan masyarakat dalam mengambil prakarsa dan mengadakan upaya kesehatan khususnya serta upaya kesejahteraan pada umumnya sebagai bagian dari tugas kewajibannya bagi kepentingan masyarakat.

b.      Tanggung jawab perawat terhadap tugas
1)      Perawat  senantiasa memelihara mutu pelayanan keperawatan yang tinggi disertai kejujuran professional dalam menerapkan pengetahuan serta keterampilan sesuai dengan kebutuhan individu atau klien, keluarga dan masyarakat
2)      Perawat wajib merahasiakan segala sesuatu yang diketahui sehubungan dengan tugas yang dipercayakan kepadanya
3)      Perawat tidak akan mempergunakan pengetahuan dan keterampilan keperawatan untuk tujuan yang bertentangan dengan norma kemanusiaan.
4)      Perawat dalam menunaikan tugas dan kewajibannya senantiasa berusaha dengan penuh kesadaran agar tidak terpengaruh oleh pertimbangan kebangsaan, kesukuan, keagamaan, warna kulit, umur, jenis kelamin, aliran politik, agama yang dianut serta kedudukan sosial.
5)      Perawat senantiasa mengutamakan perlindungan dan keselamatan pasien dalam melaksanakan tugas keperawatan serta matang dalam mempertimbangkan kemampuan jika menerima atau mengalihtugaskan tanggung jawab yang ada hubungannya dengan keperawatan.

c.       Tanggung jawab perawat terhadap sesama perawat dan profesi kesehatan lainnya
1)      Perawat senantiasa memelihara hubungan baik antara sesama perawat dengan tenaga kesehatan lain, baik dalam memelihara keserasian suasana lingkungan kerja, maupun dalam mencapai tujuan pelayanan kesehatan secara keseluruhan
2)      Perawat senantiasa menyebarluaskan pengetahuan, keterampilan dan pengalamannya kepada sesama perawat serta menerima pengetahuan dan pengalaman dari profesi lain dalam rangka meningkatkan kemampuan dalam bidang keperawatan.

d.      Tanggung jawab perawat terhadap profesi keperawatan
1)      Perawat selalu berusaha meningkatkan kemampuan professional secara sendiri atau bersama-sama dengan jalan menambah ilmu pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman yang bermanfaat bagi perkembangan keperawatan.
2)      Perawat selalu menjunjung tinggi nama baik profesi keperawatan dengan menunjukkan tingkah laku dan kepribadian yang luhur.
3)      Perawat senantiasa berperan dalam menentukan pembakuan pendidikan dan pelayanan keperawatan serta menerapkannya dalam kegiatan pelayanan dan pendidikan keperawatan
4)      Perawat secara bersama-sama membina dan memelihara mutu organisasi profesi keperawatan sebagai sarana pengabdiannya.

e.       Tanggung jawab perawat terhadap pemerintah, bangsa dan tanah air.
1)      Perawat senantiasa melaksanakan ketentuan sebagai kebijaksanaan yang digariskan oleh pemerintah dalam bidang kesehatan dan keperawatan.
2)      Perawat senantiasa berperan aktif dalam menyumbangkan pikiran kepada pemerintah dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan dan keperawatan kepada masyarakat.
Facebook Twitter Google+
 
Back To Top