Doa doa, Surat Yasin, Surat Al Waqiah, Asmaul Husna, Ayat Kursi, Juz Amma, Contoh Surat Lamaran Kerja, Proposal, Makalah dan Puisi

Wednesday, April 15, 2015

MAKALAH PENDIDIKAN REPRODUKSI REMAJA

Masa remaja merupakan masa transisi yang unik dan ditandai oleh berbagai perubahan fisik, emosi dan psikis. Masa remaja yaitu antara usia 10-19 tahun, merupakan masa yang khusus dan penting, karena merupakan periode pematangan organ reproduksi manusia dan sering disebut Masa Pubertas. Masa remaja merupakan periode peralihan dari masa anak ke masa dewasa. 

Pada masa remaja terjadi perubahan fisik secara cepat, yang tidak seimbang dengan perubahan kejiwaan (mental emosional). Perubahan yang besar ini dapat membingungkan remaja yang mengalaminya. Karena itu mereka memerlukan pengertian, bimbingan, dan dukungan lingkungan di sekitarnya, agar tumbuh dan berkembang menjadi manusia dewasa yang sehat jasmani, maupun mental psikososial..
Adapun sebab semua perubahan itu : 

  1. Perubahan semua itu dikarenakan tubuh mulai memproduksi hormon-hormon seks yang membuat alat reproduksi bekerja dan membuat tubuh mengalami perubahan. 
  2. Hormon-hormon tersebut adalah progesteron dan estrogen untuk perempuan serta testosteron bagi laki-laki. 
  3. Bekerjanya alat reproduksi ini menyebabkan secara fisik sudah mampu membuat keturunan. Ini yang disebut sebagai fungsi reproduksi manusia. 
Menurut ciri perkembangannya, masa remaja dibagi menjadi tiga tahap, yaitu : 
1. Masa remaja awal (10-12 tahun). 
2. Masa remaja tengah (13-15 tahun) 
3. Masa remaja akhir(16-l9tahun) 

Ciri-ciri perkembangan masa remaja perlu dipahami, agar penanganan masalah yang berkaitan dengan kesehatan Reproduksinya dapat dilakukan dengan lebih baik. 
1. Ciri khas tahap remaja awal, antara lain : 
• Lebih dekat dengan teman sebaya, 
• Ingin bebas, 
• Lebih banyak memperhatikan keadaan tubuhnya dan mulai berpikir abstrak. 

2. Ciri khas remaja tengah, antara lain : 
• Mencari identitas diri, 
• Timbulnya keinginan untuk kencan, 
• Mempunyai rasa cinta yang mendalam, 
• Mengembangkan kemampuan berpikir abstrak, 
• Berkhayal tentang aktivitas seks. 

3. Ciri khas tahap remaja akhir, antara lain : 
• Pengungkapan kebebasan diri, 
• Lebih selektif dalam mencari teman sebaya, 
• Mempunyai citra jasmani dininya, 
• Dapat mewujudkan rasa cinta, 
• Mampu berpikir abstrak 

C. Perubahan Fisik pada Masa Remaja 
Terjadi pertumbuhan fisik yang cepat pada remaja, termasuk pertumbuhan organ-organ reproduksi (organ seksual) untuk mencapai kematangan, sehingga mampu melangsungkan fungsi reproduksi. Perubahan ini ditandai dengan munculnya tanda-tanda sebagai berikut: 

1. Tanda-tanda seks primer, yaitu berhubungan langsung dengan organ seks, antara lain : 
a. Terjadinya Haid / Menstruasi pada remaja puteri (menarche) 
ð Menstruasi adalah proses keluarnya cairan bercampur daerah dari vagina perempuan. Cairan ini berasal dari dinding rahim perempuan yang meluruh. 
ð Menstruasi kadang-kadang disertai rasa sakit/ mules, bau badan, emosional dan lain-lain. 

b. Terjadinya Mimpi basah pada remaja laki-laki. 
ð Testis yang terletak dalam zakar laki-laki menghasilkan sperma. 
ð Sperma berenang melalui saluran sperma yang mengeluarkan cairan khusus semacam lendir, campuran sperma dan lendir disebut Air mani. 
ð Air mani yang sudah banyak kadang-kadang keluar secara spontan pada saat tidur. Oleh sebab itu disebut sebagai Mimpi basah. 

2. Tanda-tanda seks sekunder, yaitu : 
• Pada remaja laki-laki terjadi perubahan suara, tumbuhnya jakun, penis dan buah zakar bertambah besar, terjadinya ereksi dan ejakulasi, dada lebih lebar, badan berotot, tumbuhnya kumis, cambang dan rambut di sekitar kemaluan dan ketiak. 
• Pada remaja putri : pinggul melebar, pertumbuhan rahim, dan vagina, payudara membesar, tumbuhnya rambut di ketiak dan sekitar kemaluan (pubis). 

D. Perubahan Kejiwaan pada Masa Remaja 
Proses perubahan kejiwaan berlangsung lebih lambat dibandingkan perubahan fisik, yang meliputi : 

1. Perubahan Emosi, Sehingga remaja menjadi: 
• Sensitif (mudah menangis, cemas, frustrasi dan tertawa), 
• Agresif dan mudah bereaksi terhadap rangsangan luar yang berpengaruh, misalnya : mudah berkelahi. 

2. Perkembangan Intelegensia, sehingga remaja menjadi: 
• Mampu berpikir abstrak, senang memberikan kritik, 
• Ingin mengetahui hal-hal baru sehingga muncul prilaku ingin mencoba-coba 

Prilaku ingin mencoba hal-hal yang baru ini jika didorong oleh rangsangan seksual dapat membawa remaja masuk pada hubungan seks pranikah dengan segala akibatnya, antara lain akibat kematangan organ seks maka dapat terjadi kehamilan remaja putri diluar nikah, upaya abortus, dan penularan penyakit kelamin, termasuk HIP/AIDS. Prilaku ingin mencoba-coba juga dapat mengakibatkan remaja mengalami ketergantungan NAPZA (narkotik, psikotropik dan zat adiktif lainnya, termasuk rokok dan alkohol). 

Dari segi kesehatan reproduksi, perilaku ingin mencoba-coba dalam bidang seks merupakan hal yang sangat rawan, karena dapat membawa akibat yang sangat buruk dan merugikan masa depan remaja, khususnya remaja putri. 

E. Pembinaan Kesehatan Reproduksi Remaja 
Pembinaan kesehatan reproduksi remaja bertujuan untuk memberikan informasi dan pengetahuan yang berhubungan dengan prilaku hidup sehat bagi remaja, disamping mengatasi masalah yang ada. Dengan pengetahuan yang memadai dengan adanya motivasi untuk menjalani masa remaja cara sehat, para remaja diharapkan mampu memelihara kesehatan dirinya agar dapat memasuki masa kehidupan berkeluarga dengan reproduksi yang sehat. 

Pembekalan pengetahuan yang diperlukan remaja : 
1. Pembekalan pengetahuan perkembangan fisik, kejiwaan dan kematangan seksual remaja. 
ð Pembekalan pengetahuan tentang perubahan yang terjadi secara fisik, kejiwaan dan kematangan seksual akan memudahkan remaja untuk memahami serta mengatasi berbagai keadaan yang membingungkannya. Informasi tentang haid dan mimpi basah serta tentang alat reproduksi remaja laki-laki dan perempuan perlu di peroleh setiap remaja. 

2. Proses reproduksi yang bertanggung jawab. 
ð Remaja perlu mengendalikan naluri seksualnya dan menyalurkannya menjadi kegiatan yang positif, seperti olah raga. Penyaluran yang merupakan hubungan seksual dilakukan setelah berkeluarga, untuk melanjutkan keturunan. 

Ada 3 hal yang harus terjadi dalam proses pembuahan atau kehamilan : 
a. Ada sel telur pada saluran indung telur perempuan 
b. Ada sperma yang masuk dengan sel telur. 
c. Sel telur yang sudah dibuahi sperma kemudian menempel pada dinding rahim. 


  1. Pembuahan mengakibatkan kehamilan 
  2. Kehamilan berlangsung 9 bulan. 
  3. Kehamilan sebaiknya terjadi pada orang yang sudah dewasa karena sudah siap secara fisik maupun emosional untuk melahirkan dan mengurus bayinya. 
Untuk mencegah kehamilan, ada yang namanya Alat Kontrasepsi (Alkon). Pada dasarnya ada 5 macam metode kontrasepsi, yaitu : 

a. Kontrasepsi dalam rahim (spiral, copper T). 
b. Kontrasepsi hormonal (Pil KB, suntik KB, susuk KB). 
c. Kontrasepsi mantap (vasektomi untuk laki-laki, tubektomi untuk perempuan). 
d. Kontrasepsi sederhana (kondom, tisu KB) 
e. Kontrasepsi alami. 

3. Pergaulan yang sehat antara remaja laki-laki dan perempuan 
Remaja memerlukan informasi ini agar selalu waspada dan berperilaku reproduksi sehat dalam bergaul dengan lawan jenisnya. Disamping itu remaja memerlukan pembekalan tentang kiat-kiat untuk mempertahankan diri secara fisik, psikis dan mental dalam menghadapi berbagai godaan, seperti ajakan untuk melakukan hubungan seksual dan penggunaan NAPZA. 
Adapun akibat hubungan seksual dapat menimbulkan Penyakit Menular Seksual/ AIDS yang dikenal dengan nama penyakit menular seksual (PMS). 
 Beberapa contoh PMS 
1. Herpes 
2. Sipilis 
3. Kutu kelamin 
4. Kencing nanah (GO).

AIDS singkatan dari Acquired Imune Deficiency Syndome, artinya kumpulan gejala penyakit karena menurunnya sistem kekebalan tubuh manusia. 
Penyebab AIDS adalah HIV (Human Immuno Deficiency Virus) yaitu virus yang menyebabkan penurunan sistem kekebalan tubuh. 
HIV dapat ditularkan melalui media : 
a. Hubungan seksual yang tidak aman 
b Paparan oleh darah yang terinfeksi 
c Produk darah atau transplantasi organ dan jaringan 
d Penularnya dari ibu ke anak 
4. Persiapan pranikah 
Informasi tentang hal itu di perlukan agar calon pengantin lebih siap secara mental dan emosional dalam memasuki kehidupan berkeluarga.

Facebook Twitter Google+
 
Back To Top