Doa doa, Surat Yasin, Surat Al Waqiah, Asmaul Husna, Ayat Kursi, Juz Amma, Contoh Surat Lamaran Kerja, Proposal, Makalah dan Puisi

Monday, March 3, 2014

Proposisi ( Bahasa dan Sastra Indonesia )


 A.   Pengertian Proposisi
Proposisi adalah suatu pernyataan dalam bentuk kalimat yang memiliki arti penuh dan utuh. Proposisi logika terdiri atas tiga bagian utama, yaitu subjek, predikat, kopula. Kopula ialah kata yang meghubungkan subjek dan predikat. Sering kali proposisi memiliki pembilang  (quantipier) yang mengacu pada kuantitas subjek Contoh:”Semua manusia adalah fana“ maka bila diuraikan:
-          Semua     = pembilang
-          Manusia  = subjek
-          Adalah     = kopula
-          Fana         = predikat
Kata-kata yang dapat digunakan sebagai kopula ialah adalah, ialah, itu, dan sebagainya.

B.   Jenis-jenis Proposisi
Jenis-jenis proposisi diantaranya adalah:
1.    Proposisi kategorikal (categorical proposition)
Proposisi kategorikal adalah proposisi yang terdiri atas subjek dan predikat,  yang predikatnya mengapirmasi dan menegasi subjek.

2.    Proposisi afirmatif (afirmative propositio).
Proposisi afirmatif adalah proposisi kategorikatau mengiakan adanya hubungan antara subjek dan predikat.
3.    Proposisi negatif (negative proposition) adalah proposisi kategorik yang menegasi atau mengingkari adanya hubungan antara subjek dan predikat.
4.    Proposisi universal (universal proposition) adalah adalah proposisi kategorik yang menggunakan pembilang (quantifier) yang bersifat universal. Untuk proposisi ini kata pembilang yang biasa digunakan ialah semua, tiap-tiap, masing-masing, setiap, siapa pun juga, atau apa pun juga.
5.    Proposisi particular (particular proposition), adalah proposisi kategorik  yang menggunakan pembilang (quantifier) yang bersifat khusus. Dalam proposisi ini kata pembilang yang biasa digunakan adalah beberapa dan sebagian.
6.    Proposisi atomic (atomic proposition)
adalah proposisi yang hanya terdiri atas satu pernyataan dan mengacu kepada nama diri atau jika menggunakan kata ganti, maka akan menggunakan kata penunjuk ini atau itu.
7.    Proposisi asertorik (asertoric proposition) adalah proposisi yang membenarkan bahwa subjek adalah sesuai dengan penjelasan yang diberikan oleh predikat.

8.    Proposisi apodiktik (apodictic proposition)
Proposisi apodiktik adalah proposisi yang merupakan kemestian kebenaran dari penjelasan yang diberikan predikat terhadap subjek berdasarkan pertimbangan akal budi semata-mata.
9.    Proposisi empirik (empirical proposition)
Propodidi empirik adalah proposisi yang didasarkan pada pengamatan dan pengalaman.
10. Proposisi majemuk adalah proposisi yang mengandung lebih dari satu pernyataan yang terlihat pula lewat subjek atau predikatyang berjumlah lebih dari satu.
11. Proposisi disjungtif (disjungtive proposition).
Proposisi disjungtif adalah proposisi majemuk yang menegaskan bahwa pada waktu bersamaan dua buah proposisi tidak dapat kedua-duanya benaratau salah.
12. Proposisi kojungtif (conjuncive proposition)
Proposisi konjungtif adalah proposisi majemuk yang menegaskan dua predikat yang dihubungkan dengan subjek yang sama pada waktu yang sama tidak mungkin kedua-duanya benar.
13. Proposisi kondisional (conditional proposition)
Proposisi kondisional adalah proposisi majemuk yang bersyarat.
14. Proposisi komparatif (comparative proposition)
Proposisi komparatif adalah proposisi majemuk yang membandingkan dua subjek yang dihubungkan oleh suatu predikat.
15. Proposisi problematic (problematic proposition)
Proposisi problematic adalah proposisi yang predikatnya hanyalah merupakan kemungkinan bagi subjek.
16. Proposisi relasional (relational proposition)
Proposisi relasional adalah proposisi yang mengafirmaskan atau menegasi hubungan antara dua hal atau dua subjek.
17. Proposisi eksponibel (exponible proposition)
Proposisi eksponibel adalah proposisi yang tampaknya tidak jelas apakah ia merupakan proposisi tunggal atau proposisi majemuk, namun sebenarnya adalah proposisi majemuk.
18. Proposisi ekseptif (exseptive proposition)
Proposisi ekseptif adalah proposisi yang subjeknya dijelaskan dengan kata “ selain daripada “, “selain”, dan “kecuali”.
19. Proposisi eksklusif (exclusive proposition)
Proposisi ekslusif adalah proposisi yang subjeknya dijelaskan dengan kata “semata-mata” ,”hanya” atau “Cuma”.
20. Proposisi tanpa pembilang (indesignate proposition)
Proposisi tanpa pembilang adalah proposisi yang subjeknya tidak dijelaskan oleh kata pembilang.

C.   Proposisi-proposisi Kategorik
Penalaran langsung dan penalaran deduktif didasarkan pada proposisi-proposisi kategorik yang merupakan bentuk dari proposisi kategorik standar. Proposisi kategorik standar adalah proposisi yang memiliki keempat unsure yang telah disebutkan sebelumnya yaitu pembilang (quantifier), subjek, kopula, predikat.
Aristoteles membedakan proposisi kategorik kedalam dua aspek, yaitu:
1.  Dilihat dari aspek kualitasnya proposisi dapat dibedakan atas dua jenis yaitu:
v  Menyatakan bahwa ada hubungan yang mengiakan antara subjek dan predikat dalam proposisi yang bersangkutan.
v  Menyatakan bahwa tidak ada hubungan antara subjek dan predikat dalam proposisi yang bersangkutan.
2.  Dilihat dari aspek kuantitasnya , hal yang menentukan adalah :
v  Proposisi unipersal artinya eksistensi subjek proposisi yang terlihat lewat pembilang (semua, tiap-tiap, masing-masing, setiap, siapapun juga, apa pun juga, dan tidak seorang pun juga).
v  Proposisi particular artinya setiap pembilang yang menggunakan kata-kata beberapa dan sebagian.
Apabila aspek kualitas dan kuantiitas disatukan digabungkan, akan diperoleh empat jenis proposisi, yaitu:
1)    Proposisi universal afirmatif: semua S adalah P.
2)    Proposisi universal negatif: semua S bukan/tidak P.
3)    Proposisi particular afirmatif: sebagian S adalah P
4)    Proposisi particular negatif: sebagian S bukan/tidak P.
Sejak abad pertengahan, keempat jenis proposisi memperoleh lambang yang berupa huruf-huruf A, E, I, O.

D.   Distribusi  Term dalam proposisi
Distribusi term  dalam proposisi  logika adalah penunjukan luas cakupan atau sebaran term dari suatu subjek atau predikat dalam suatu proposisi.
Distribusi term-term dari jenis jenis-jenis proposisi A, E, I, O adalah sebagai berikut:
1)    Proposisi A, term subjek berdistribusi, dan term predikat tidak berdistribusi.
2)    Proposisi E, term subjek berdistribusi, dan term predikat berdistribusi.
3)    Proposisi I, term subjek tidak berdistribusi, dan term predikat tidak berdistibusi.
4)    Proposisi O, term subjek tidak berdistribusi, dan term predikat tidak berdistribusi.
Facebook Twitter Google+
 
Back To Top