Doa doa, Surat Yasin, Surat Al Waqiah, Asmaul Husna, Ayat Kursi, Juz Amma, Contoh Surat Lamaran Kerja, Proposal, Makalah dan Puisi

Saturday, March 8, 2014

SATUAN PENYULUHAN Perawatan anak dengan meningitis purulenta.




1.      Topik                     : Perawatan anak dengan meningitis purulenta.
2.      Sasaran                  : Keluarga An. A di Ruang Anak Bawah Rumah Sakit Umum
  Tasikmalaya
3.      Tempat                  : Ruang Anak Bawah Kamar 3 Rumah sakit Umum
  Tasikmalaya
4.      Waktu                   : 12 Agustus 2002, 1 x 20 menit
5.      Tujuan                   :
Tujuan Umum       : Setelah diberikan penyuluhan 1 x 20 menit, keluarga mampu
                                memahami dan mengerti tentang perawatan anak dengan
                                meningitis purulenta.
Tujuan Khusus      : Setelah penyuluhan 1 x 20 menit, keluarga mampu dan dapat:
b.      Menyebutkan tentang pengertian meningitis purulenta.
c.       Menyebutkan tentang penyebab meningitis purulenta.
d.      Menyebutkan gejala meningitis purulenta
e.       Menyebutkan prosedur penatalaksanaan meningitis purulenta
6.      Materi                    : Terlampir
7.      Metode                  : Ceramah dan diskusi (tanya jawab)
8.      Media                    : -

9.      Kriteria Evaluasi   : a.   Apa yang dimaksud dengan meningitis purulenta ?
b.      Apa penyebab dari meningitis purulenta ?
c.       Bagaimana gejala meningitis purulenta ?
d.      Bagaimana perawatan meningitis purulenta ?
10.  Sumber                  : Ngastiyah, Perawatan Anak Sakit, EGC, Jakarta 1997.

URAIAN MATERI
1.      Pengertian
       Meningitis purulenta adalah radang selaput otak (arachnoid dan piamater) yang menimbulkan eksudasi berupa pus, disebabkan oleh kuman nonspesifik dan nonvirus.
2.      Penyebab
       Berbagai macam mikroorganisme seperti pneumococcus, hemofilus influenza, staphylococcus, streptococcus, E. Coli, meningococcus da salmonela. Kuman secara hematogen sampai ke selaput otak, dapat pula sebagai perluasan perkontinuitatum dari peradangan organ/jaringan di dekat selaput otak.
3.      Gejala
a.       Gejala infeksi akut
       Anak menjadi lesu, mudah terangsang, panas, muntah, anoreksia dan pada anak yang besar mungkin didapatkan keluhan sakit kepala.
b.      Gejala tekanan intrakranial meninggi
       Anak sering muntah, nyeri kepala (pada anak besar), morning cry (pada neonatus) yaitu tangis yang merintih. Kesadaran bayi/anak menurun dari apatis sampai koma. Kejang yang terjadi dapat bersifat umum, fokal. Ubun -  ubun besar, menonjol dan tegang, terdapat gejala kelainan yaitu paralise, strabismus dan pernapasan cheyne stokes, kadang-kadang pada anak besar terdapat hipertensi.
c.       Gejala rangsangan meningeal
       Terdapat kaku kuduk, bahkan dapat terjadi rigiditas umum. Tanda-tanda  spesifik seperti kernig, brudzinsky I dan II positif. Pada anak besar sebelum gejala di atas terjadi sering mengeluh sakit di leher dan punggung.
4.      Penatalaksanaan
  1. Medicamentosa
1)      Pemasangan cairan intra vena untuk menghindarkan kekurangan cairan dan elektrolit.
2)      Pemberian obat anti kejang seperti diazepam dan fenobarbital.
3)      Pemberian antibiotik  seperti ampicillin.
  1. Laboratorium
1)      Pemeriksaan darah
2)      Pemeriksaan cairan cerebrospinalis
  1. Pemberian diet cair (sonde) tinggi kalori dan protein serta vitamin
  2. Menghindarkan dekubitus dengan mengubah posisi penderita
  3. Fisioterapi untuk menghindarkan atropi otot dan kekakuan sendi

Facebook Twitter Google+
 
Back To Top