Doa doa, Surat Yasin, Surat Al Waqiah, Asmaul Husna, Ayat Kursi, Juz Amma, Contoh Surat Lamaran Kerja, Proposal, Makalah dan Puisi

Monday, March 3, 2014

What is Discharge Planning ? ( Materi Skripsi )

Discharge  Planning

2.1.1    Pengertian Discharge Planning

Discharge planning merupakan proses berkelanjutan berguna untuk mempersiapkan klien dan keluarga agar mampu memelihara kesehatan di rumah setelah pulang dari rumahsakit (Taylor, 1997).
Discharge planning merupakan suatu proses yang dipakai untuk menentukan sesuatu yang diperlukan klien, agar dapat keluar dengan baik dari suatu tingkatan perawatan ketingkat lain dengan tujuan mengembalikan klien ke rumah, fasilitas rehabilitasi rumah perawatan atau tempat lain di luar rumah sakit.
            Discharge planning merupakan bagian penting dari pelayanan kepada klien serta keluarga dimulai saat klien mulai masuk serta memasuki tahapan  rehabilitasi. Hal ini merupakan suatu proses gambaran kerjasama antara tim kesehatan, keluarga, klien, maupun orang penting bagi klien yang dimulai dari tahap pengkajian, perencanaan, pelaksanaan serta evaluasi (Capernito, 1999).
            Dari seluruh pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa discharge planning merupakan pelayanan yang berorientasi pada klien dengan tujuan menyiapkan klien untuk kembali kepada peran dan fungsinya seperti keadaan sebelum sakit, yang disesuaikan dengan keadaan klien setelah sembuh dari sakitnya.

2.1.2    Tujuan Discharge Planning
2.1.2.1 Tujuan
1)         Menyiapkan keluarga klien agar mampu merawat klien di rumahsetelah pulang dari rumahsakit.
2)         Menyiapkan klien dan keluarga baik dari segi fisik maupun psikologis.
3)        Menyiapkan pengetahuan, keterampilan dan sikap klien serta keluarga klien dalam memahami proses penyakit, perawatan luka, mencegah adanya komplikasi tanda-tanda adanya sumbatan pada saluran kemih, kebutuhan aktivitas sehari-hari, obat-obatan yang diberikan dan tahapan kontrol. Semua kegiatan ini berorientasi untuk mempertahankan status kesehatan klien di rumah.
2.1.2.2 Prinsip Discharge Planning
            Terdapat 3 prinsip agar proses perencanaan pulang berjalan dengan baik :
1)         Realistis
Klien bagi keluarga adalah segalanya namun demikian tidak semua keluar dapat memberikan perawatan sepenuh hanya karena ada hal-hal dan kewajiban lain yang harus dikerjakan. 
2)         Persisten
Keluarga tidak boleh membuat keputusan untuk menentukan suatu perencanaan apabila tidak yakin atau ragu akan tetapi coba untuk konsultasi dengan dokter sebelum membuat keputusan.

3)         Persiapan yang matang
Dalam proses perencanaan pulang hendaknya dilakukan melalui suatu kerjasama yang melibatkan perawat, anggota keluarga, klien apabila memungkinkan dan dokter yang lebih berwenang untuk memulangkan klien.
2.1.2.3 Kriteria Atau Indikator Discharge Planning
1)         Dokter menentukan dengan pasti bahwa kondisi klien dalam keadaan stabil.
2)         Klien sudah tidak lagi memerlukan pelayanan asuhan keperawatan setingkat rumahsakit.
3)         Kondisi klien pulang dari rumah sakit tidak berarti sembuh total, akan tetapi masih memerlukan perawatan lanjutan.
4)         Adanya keinginan dari klien atau keluarga untuk dirawat singkat.
5)         Faktor kebutuhan dari pihak rumah sakit akan tempat tidur.
2.1.2.4 Pelaksanaan Discharge Planning
            Yang berwenang untuk memulangkan klien hanyalah dokter meskipun demikian banyak pihak yang terlibat dalam pelaksanaan suatu proses pemulangan yaitu tenaga administrasi atau mungkin pihak lain. Semua ini bertanggung jawab dalam memastikan klien pulang dengan aman, yang artinya klien pulang dari rumah sakit atau tempat pelayanan perawatan tanpa ada ancaman yang sifatnya segera serta telah mendapat rencana kontrol yang pasti untuk perawatan lanjutan.
            Perencanaan pulang merupakan suatu rencana jangka pendek untuk memulangkan klien dari rumah sakit, yang sudah direncanakan saat klien masuk rumah sakit bahkan pada kasus tertentu misalnya pada kasus bedah yang terencana bisa dilakukan sebelum masuk rumah sakit. Namun untuk klien rawat inap yang tidak terduga seperti stroke, kecelakaan lama rawat tidak dapat diperkirakan walaupun demikian suatu perencanaan pulang dapat dimulai setelah klien mulai membaik.
Pada langkah awal dalam suatu perencanaan pulang perawat, keluarga dan klien apabila memungkinkan, perlu mediskusikan hal-hal mengenai :
(1)       Kondisi klien dan perubahan yang mungkin terjadi.
(2)       Tanda/gejala atau masalah yang mungkin terjadi di rumah.
(3)       Rencana asuhan perawatan klien, kebutuhan keluarga dan proses adaptasi.
(4)       Pengaruh dari pelaksanaan rencana asuhan keperawatan.
Sebelum pulang ada hal-hal yang harus diupayakan oleh perawat, keluarga dan klien apabila memungkinkan mengenai menyusun berkas-berkas hasil pemeriksaan dari rumah sakit sebagai syarat untuk pelayanan lanjutan, menyiapkan layanan perawatan di rumahdan hal-hal lain yang diperlukan, mengatur transportasi ke rumahdan memberikan jadwal kontrol untuk perawatan lanjutan. Disamping itu perawat hendaknya memberikan suatu informasi tentang lembaga-lembaga di masyarakat yang dapat memberi dukungan kepada klien dan keluarga, pihak-pihak yang dapat melayani untuk penyewaan alat bantu tenaga sukarela, home care dan informasi berupa buku atau pamflet.
Facebook Twitter Google+
 
Back To Top