Doa doa, Surat Yasin, Surat Al Waqiah, Asmaul Husna, Ayat Kursi, Juz Amma, Contoh Surat Lamaran Kerja, Proposal, Makalah dan Puisi

Wednesday, April 30, 2014

Untukmu,,,,Untuk Mei Terindahmu


Meskipun kita tidak terlalu sangat dekat, tapi kita adalah sahabat yang sangat baik. Kita hidup dengan lingkungan kita sendiri-sendiri, kau dengan sahabat seusiamu dan aku pun begitu. Tapi itu semua tidak mengurangi eratnya persahabatan
diantara kita. Kita masih suka berbagi, dan menurutku kau pun lebih suka berbagi cerita denganku daripada dengan sahabat-sahabatmu. Kenapa?? Mungkin karena kita tahu bahwa kita banyak kesamaan diantara kita. Kisah hidup, asmara, keluarga, bahkan selera kitapun bisa dibilang sama, Ya itulah kita. Meskipun kita berada di satu tempat yang sama, tapi kita jarang sekali bertemu. akan tetapi kita selalu berbagi cerita dan saling curhat, Aneh bukan?? Tapi itulah seninya,itulah yang membuat persahabatan kita tetap terjaga hingga saat ini.
Sahabatku, kau sekarang sudah jauh lebih dewasa. Kau sudah menyelesaikan study-mu, dan kau pun sudah nyaman dengan pekerjaanmu sebagi bidan. Dan kini, kini tinggal menghitung hari.Sebentar lagi kau akan sah bersama dengan laki-laki yang Kau cintai. Mendengar kabar itu Aku bahagia, aku bahagia karena kau akan menyempurnakan setengah dari agamamu. Percayalah, ini adalah pilihan yang memang sudah dipilihkan oleh Tuhan untukmu.
Kala itu, menjelang dia melamarmu secara resmi.Kau memintaku untuk meyakinkanmu, memintaku untuk bilang kalau memang dia adalah calon suamimu. Kau menyukainya, kau menyukai dia yang dewasa, dia yang lembut, dia yang sabar,dia yang penuh dengan kejutan. Kau memang tidak ragu atas jawaban hatimu, terlebih ketika kau tahu bahwa dia bisa menjadi imam yang baik untukmu.
Detik-detik menjelang pernikahanmu. Bagaimana kabarmu saat ini?? Maaf, maaf karena aku tak bisa menemanimu menyiapkan Mei yang akan menjadi bulan terindah untukmu. Kuharap, kelak kau sudah bisa mengontrol emosimu ketika hari
bahagia itu tiba. Tak ingin aku kembali memegang tanganmu yang dingin karena gugup, tak ingin ku melihatmu mondar mandir salah tingkah . Siapkan hatimu sahabatku, siapkan dirimu.
Detik-detik terakhir statusmu sebagai gadis. Bagaimana perasaanmu?? Akankah nanti kita bisa saling bercerita lagi?? tak  usahlah kau jawab, aku tak ingin membuatmu tambah gugup. Bagaimanapun nanti,kita akan terus bersahabat. Kau sahabat
yang sebentar lagi akan menikah, sahabat terdekatku.
Maklumi saja kalau saat ini aku sedikit mencemaskan persahabat kita. Karena yang pasti akan terjadi, kau akan ikut dengan suamimu setelah kau resmi menjadi istrinya. 
Sahabatku, tersenyumlah menyambut hari bahagiamu. Bahagiaku adalah melihatmu tertawa lepas, melihat banyak cinta dari matamu ketika kau tengah menceritakan laki-lakimu. Semoga secepatnya aku akan merasakan hal yang sama seperti yang tengah kau rasakan sekarang.Amin.
Sahabatku, terimakasih atas persahabatan ini.
Terimakasih , karena kau selalu percaya padaku. kau pun selalu bisa memberikan ruang privasi untukku.
Terimakasih, terimakasih untuk semuanya. Dan nanti, sebelum kau yang memegang tanganku karena gugup. Aku yang akan duluan memberikan kekuatan untukmu, bersamamu melewati saat-saat sakral tersebut. Tunggu aku di Mei terindahmu,aku pasti datang. ^^
Facebook Twitter Google+
 
Back To Top