Doa doa, Surat Yasin, Surat Al Waqiah, Asmaul Husna, Ayat Kursi, Juz Amma, Contoh Surat Lamaran Kerja, Proposal, Makalah dan Puisi

Wednesday, February 4, 2015

Proses Manusia Memperoleh Pengetahuan

Proses Manusia Memperoleh Pengetahuan
Menurut Notoatmodjo (2003), cara memperoleh pengetahuan dapat dikelompokan menjadi dua, yaitu :
a. Cara Tradisional
Cara tradisional ini dipakai orang untuk memperoleh kebenaran pengetahuan, sebelum ditemukan metode ilmiah atau metode penemuan secara sistematik dan logis. Cara penemuan pengetahuan pada periode ini antara lain yaitu:

1) Cara Coba-Coba (trial and erorr).
Cara yang paling tradisional yang pernah digunakan oleh manusia, cara ini dipakai orang sebelum adanya kebudayaan, bahkan mungkin sebelum adanya peradaban. Metode ini telah digunakan dalam waktu yang cukup lama untuk memecahkan berbagai masalah, upaya pemecahan dilakukan dengan coba-coba saja. Apabila kemungkinan tersebut tidak berhasil, dicoba kemungkinan lain. Bahkan sampai sekarang masih digunakan, terutama mereka yang belum mengetahui suatu cara tertentu untuk memecahkan masalah.

2) Cara Kekuasaan atau otoritas
Pengetahuan yang diperoleh berdasarkan pada otoritas atau kekuasaan baik tradisi, otoritas pemerintah, otoritas pemimpin agama, maupun ahli ilmu pengetahuan.

3) Cara Pengalaman Pribadi
Pengalaman adalah guru baik, mengandung maksud bahwa pengalaman itu merupakan sumber pengetahuan, atau pengalaman itu merupakan suatu cara untuk memperoleh kebenaran pengetahuan. Oleh sebab itu pengalaman pribadi pun dapat digunakan sebagai upaya untuk memperoleh pengetahuan. Hal ini dilakukan dengan cara mengulang kembali pengalaman yang diperoleh dalam memecahkan masalah yang dihadapi pada masa lalu.

4) Melalui Jalan Pikiran
Sejalan dengan perkembangan kebudayaan manusia, cara berpikir manusia pun ikut berkembang. Dari sini manusia telah mampu menggunakan penalarannya dalam memperoleh pengetahuan.

b. Cara Modern atau Alamiah
Cara baru atau modern dalam memperoleh pengetahuan dewasa ini lebih sistematis, logis, dan ilmiah. Rogger, 1974 dikutip dari Notoatmodjo (2003) mengungkapkan bahwa sebelum orang mengadopsi perilaku baru (berperilaku baru), di dalam diri orang tersebut terjadi proses berurutan yang diantaranya :

1) Awareness (kesadaran), adalah orang tersebut menyadari dalam arti mengerti stimulus (objek) terlebih dahulu.
2) Interest adalah orang mulai tertarik terhadap stimulus.
3) Evaluation adalah menimbang-nimbang baik dan tidaknya stimulus tersebut bagi dirinya.
4) Trial adalah orang sudah mencoba perilaku baru.
5) Adoption adalah subjek telah berperilaku baru sesuai dengan pengetahuan, kesadaran dan sikap terhadap stimulus.



Pengetahuan yang tercakup dalam domain kognitif mempunyai 6 tingkatan yaitu :
a. Tahu (Know).
Tahu adalah mengingat suatu materi yang telah di pelajari sebelumnya termasuk kedalam pengetahuan tingkat ini adalah mengingat kembali (recall) terhadap suatu spesifik dan seluruh bahan yang dipelajari atau rangsangan yang diterima. Tahu ini merupakan tingkat pengetahuan yang paling rendah. Kata kerja untuk mengukur bahwa orang tahu tentang apa yang dipelajari adalah menyebutkan, menguraikan, mendefinisikan, dan menyatakan.

b. Memahami (Comprehension).
Memahami adalah kemampuan menjelaskan secara benar tentang objek yang diketahui, dan dapat menginterpretasikan materi tersebut secara benar. Orang telah paham terhadap objek harus dapat menyebutkan objek yang dipelajari.

c. Aplikasi (Application).
Aplikasi adalah kemampuan untuk menggunakan materi yang telah dipelajari pada situasi atau kondisi sebenarnya (real). Aplikasi ini dapat diartikan penggunaan hukum-hukum, rumus, metode dan prinsip dalam kontek atau situasi yang lain.

d. Analisis (Analysis).
Analisis adalah kemampuan untuk menjabarkan suatu struktur organisasi tersebut dan masih ada kaitannya satu sama lain. Kemampuan ini masih dapat dilihat dari penggunaan kata kerja, dapat menggambarkan, membedakan, memisahkan dan mengelompokkan.

e. Sintesis (Syntesis).
Menunjukan suatu kemampuan untuk meletakan atau menghubungkan bagian-bagian dalam bentuk suatu keseluruhan yang baru, atau bisa juga kemampuan menyusun formulasi yang ada.

f. Evaluasi (Evaluation).
Berkaitan dengan kemampuan untuk melakukan justifikasi atau penilaian terhadap suatu materi atau objek. Penilaian ini berdasarkan suatu kriteria yang sudah ada (Notoatmodjo, 2003).
Facebook Twitter Google+
 
Back To Top