Doa doa, Surat Yasin, Surat Al Waqiah, Asmaul Husna, Ayat Kursi, Juz Amma, Contoh Surat Lamaran Kerja, Proposal, Makalah dan Puisi

Friday, January 8, 2016

Konsep Sosiologi Pendidikan

Konsep Sosiologi Pendidikan
1. Sosiologi pendidikan dan psikologi pendidikan 
Sosiologi pendidikan dan psikologi pendidikanmempunyai peranan yang komplementer bagi pemikiran pendidikan. Tugas pendidikan menurut sosiologi adalah memelihara kehidupan dan mendorong kemajuan masyarakat. Pada umumnya kaum pendidik dewasa ini memandang tujuan akhir pendidikan lebih bersifat sosiolistis dari pada individualistis.

Apakah sosiologi pendidikan itu? Menurut H.P. Fairchil dalam bukunya “ Dicitionary Sociology “ di katakana bahwa : Sosiologi pendidikan adalah sosiologi yang diteteapkan untuk memecahkan masalah – masalah pendidikan yang fundamental.


Sosiologi pendidikan adalah ilmu pengetahuan yang menyelidiki antara sosiologi pendidikan.


Sosiologi sebagai ilmu pengetahuan memiliki lapangan penyelidikan, sudut pendang, metode, dan susuanan pengetahuan obyek penelitian sosiologi adalah tingkah laku manusia dalam kelompok. Sudut pandangannya ialah memandang hakikat masyarakat kebudayaan, dan individu secara ilmiah. Sedangakan susunan pengetahuan dalam sosiologi terdiri atas konsep – konsep dan prinsip – prinsip mengenai kehidupan kelompok sosial, kebudayaannnya dan perkembangan pribadi. Salah satu ini yang mendapat perhatian sosiologi ialah penelitian mengenai tata sosial.


Jadi sosiologi pendidikan merupakan salah satu sosiologi khusus. Menurut F.G. Robbins, sosiologi pendidikan adalah sosiologi khusus yang tugasnya termasuk dalam pengertian struktur ini ialah teori dan filsafat pendidikan, system kebudayaan, struktur kepribadian dan hubungan kesemuanya itu dengan tata sosial masyarakat.


Sedangkan yang dimaksuf dengan dinamika, ialah proses sosial cultural, proses perkembangan kepribadian dan hubungan semuanya itu dengan pendidikan.


2. Konsepsi dan Posisi Sosiologi Pendidikan.

Menurut perkembangan sejarah, manusia itu tidak pernah berhenti dari kesibukannya, baik kesibukan dalam menghadapi dunia luar atau lingkungan sekitar maupun diri manusia itu sendiri.
Kesibukan – kesibukan pekerjaan – pekerjaan dan sebagainya mempunyai hubungan timbal balik satu sama lain, misalnya kesibukan di perusahaan, buruh rajin dan sibuk bekerja agar produksi perusahaan dapat berlipat ganda, dapat diperdagangkan kepada langganan – langganan dan masyarakat.

Yang semuanya itu mempunyai tujuan untuk memenugi kebutuhan manusia, baik secara perseorangan maupun secara kelompok atau sosial. Pemenuhan – pemenuhan kebutuhan mana tidak dilakaukan oleh diri sendiri tetapi oleh adanya kerja sama di antara manusia di dalam masyarakat. Pusat atau kesibukan manusia itu adalah manuisa di dalam itu sendiri yang dimanifestasikan di dalam tingkah lakunya, baik tingkah laku yang terlihat maupun tingkah laku yang tidak nampak oleh mata.


Manusia, dengan segala tingkah laku di dalam mengadapai lingkungan sekitarnya menimbulkan usaha – usaha untuk mengetahui dan akhirnya memanipulasikan lingkungan sekitar manusia untuk memenuhi kebutuhannya. Misalnya, tingkah laku manusia dalam memanipulasikan tanah dengan berbagai ramuan dapat membuat batu merah, dan dari batu merah biji logam besi dapat dibuat beraneka ragam alat – alat perlengkapan. Dari sini kelihatanlah bahwa manusia ingin tahu kepada lingkungan sekitarnya, ingin menguasainya dan akhirnya ingin mempergunakannya. Kegiatan manusia di dalam mengetahui, menguasai dan memakai alam sekitarnya telah menimbulkan berbagai cabang ilmu pengetahuan teknik samapi dewasa ini meningkat pada teknologi nuclear serta mendapat di bulan, dan masih berkembang terus.

3. Definisi Sosiologi Pendidikan

Ditinjau dari segi etomologinya istilah sosiologi pendidikan terdiri atas dua perkataan yaitu sosiologi dan pendidikan. Maka sepintas saja telah jelas bahwa di dalam sosiologi pendidikan itu yang menjadi masalah sentralnya ialah aspek – aspek sosiologi di dalam pendidikan. Mengapa di dalam pendidikan terdapat aspek – aspek sosiologi, yah oleh karena situasi pendidikan adalah situasi hubungan dan pergaulan sosial, yaitu hubungan dan pegaulan sosial antara pendidikan dengan anak didik pendidik dengan pendidik, anak – anak dengan anak – anak pegawai dengan pendidkan, pegawai –pegawai dan anak –anak. Hubungan – hubungan dan pergaulan – pergaualan sosial ini secara totalitas, merupakan suatu unit keluarga, ialah keluarga sekolah, keluarga sekolah mana terdapat tumbuh dan berkemabng di dalam masyarakat.

Maka jelaslah di dalam sosiologi pendidikan itu akan berlaku dan berkerjasama antara prinsip – prinsip sosiologi dan prinsip – prinsip paedagogis berserta ilmu – ilmu bantuannya, misalnya psikologika ( ilmu psikologi pendidikan ).


E.George Pyne, yang bolehlah disebut bapak dari pad sosiologi pendidikan seperti halnya A. Comte sebagai bapak dari pada sosiologi. Disini Payne menekankan, bahwa di dalam lembaga – lembaga, kelompok – kelompok sosial, proses sosial, terdapatlah apa yang dinamakan social relationship, hubungan – hubungan sosial ataupun secaara tehnis disebut interaksi sosial, dimana di dalam dan dengan interaksi sosial ini individu memeperoleh dan mengorganir pengalaman – pengalamannya. Inilah yang merupakan aspek – aspek ata u prinsip – prinsip sosiologinya.


Jadi bukan saja pada anak – anak tetapi juga pada orang – orang dewasa, kelompok –kelompok sosila, bahkan pada proses sosial pun bahwa interaksi sosial itu yang membentuk tingkah laku manusia secara tertentu dianggap sebagai system pendidikan yang berkembang terus. Artinya setiap kali didapati kondisi dan situasi baru harus ada interaksi sosial yang baru dan seolah – olah individu – individu itu belajar berinteraksi sosial. Inilah yang merupakan prinsip – prinsip paedagoginya.


Charls A. Ellwood : Sosiologi pendidikan adalah ilmu pengetahuan yang mempelajarai / menuju untuk melahirkan maksud hubungan – hubungan antara semua poko – pokok masalah antara proses pendidikan dan proses sosial


Dr. Ellwood : Sosiologi Pendidikan adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang proses belajar dan mempelajari antara orang yang satu dengan orang yang lain.


E.B. Reuter : Sosiologi Pendidikan mempunyai kewajiban untuk menganalisa evaluasi dari lembaga – lembaga pendidikan dalam hubungan nya dengan perkembangan manusia dan dibatasi oleh pengaruh – pengaruh dari lembaga pendidikan yang menentukan kepribadian sosial dari tiap – tiap individu.

W. Dodsen : Mengatakan bahwa sosiologi pendidikan itu mempersoalkan pertemuan dan percampuran dari pada lingkungan sekitar kebudayaan secara totalitas, di mana dalam dan dengan begitu maka terbentuklah tingkah laku, dan sekolah dianggap sebagai dari pada total cultural milien, sedangkan sosiologi pendidikan memperbincangkan dan berusaha menemukan bagaimana memanipulasikan proses pendidikan untuk mengembangkan kepribadian.


Sosiologi Pendidikan adalah suatu cabang ilmu pengetahuan ( dari ilmu jiwa pendidikan ) yang membahas proses interaksi sosial anak - anak mulai dari keluarga, masa sekolah sampai dewasa serta dengan kondisi - kondisi sosio cultural yang terdapat di dalam masyarakat dan Negaranya.Atau secara sinbgkat sosiologi pendidikan ialah tinjauan sosiologinya terhadap proses pendidikan dan pengajaran.


Untuk mendapatkan gambaran yang kongkrit mengenai tujuan sosiologi pendidikan George S. Herrington mengemukakan lima macam tujuan dari pada sosiologi pendidikan ialah :


  1. To Understand the role of the reacher in the community and the school as an instrument of social progress and social factors affecting school.
  2. To understand the democratic ideologies, our culture and economic and social trends in relation to both formal and informal educational agencies.
  3. To understand social forces and their effects upon individuals
  4. To socialize the curriculum, and
  5. To use techniques of research and critical rhinking to achieve these aims.

Adapun tujuan dari pada sosiologi pendidikan di Indonesia ialah :

  1. Berusaha memahami peranan sosiologi dari pada kegiatan sekolah terhadap masyarakat, terutama apabila sekolah ditinjau dari segi kegiatan interaksi. Dus dengan begitu sekolah harus bisa menjadi suri tauladan di dalam masyarakat sekitarnya dan lebih luas lagi, atau dengan singkat mengadakan sosialosasi intelektual untuk memajukan kehidupan di dalam masyarakat. 
  2. Untuk memahami seberapa jauhkah guru dapat membina kegiatan sosial anak didiknya untuk mengembangkan kepribadian anak.
  3. Untuk mengetahui pembinaan ideology Pancasila dan kebudayaan nasional Indonesia di lingkungan pendidikan dan pengajaran.
  4. Untuk mengadakan integrasi kurikulum pendidikan dengan masyarakat sekitarnya agar supaya pendidikan mempunyai kegunaan praktis di dalam masyarakat dan Negara seluruhnya.
  5. Untuk menyelidiki factor – factor kekuatan masyarakat bisa menstimulir pertumbuhan dan perkembangan kepribadian anak.
  6. Memberi sumbangan yang positif terhadap perkembangan pendidikan.
  7. Memberi pegangan terhadap penggunaan prinsip – prinsip untuk mengadakan sosiologi sikap dan kepribadian anak didik.

4. Latar Belakang Timbulnya Sosiologi Pendidikan
Perubahan sosial yang cepat itu meliputi berbagai bidang kehidupan dan merupakan masalah bagi semua institusi sosial, seperti industry, agama, perekonomian, pemerintahan, keluarga, perkumpulan dan pendidikan. Masalah sosial dalam masyarakat itu juga dirasakan oleh dunia pendidikan.
Dapat disimpulkan bahwa :

1. Pada abad ke-20. Sosiologi mempunyai peranan penting dalam pemikiran pendidikan. Sebagai akibatnya timbullah sosiologi pendidikan.

2. a. Dalam buku “ Dicitionary Of Sociology “ disebutkan bahwa : sosiologi pendidikan adalah sosiologi yang diterapkan untuk memecahkan masalah – masalah pendidikan yang fundamental
b. Menurut F.G Robbins Sosiologi Pendidikan adalah sosiologi khusus yang tugasnya menyelidiki struktur dan dinamika proses pendidikan. dll

3. Latar belakang timbulnya sosiologi pendidikan dapat diterangkan sebagai berikut : masyarakat mengalami perubahan sosial yang cepat. Perubahan sosial itu menimbulkan cultural ;ag. Cul;tural lag ini merupakan sumber masalah – masalah sosial dalam masyarakat . masalah – masalah sosial itu dialami dunia pendidikan, lembaga – lemabaga pendidikan tidak mampu mengatasinya. Kemudian ahli – ahli sosiologi menyumbangkan pemikiran – pemikirannya untuk memecahkan masalahg itu, maka lahirlah sosiologi pendidikan.

4. Salah satu fungsi sosiologiu pendidikan di Indonesia, ialah menetapkan Pancasila sebagai universal ( corevalues ) yang menjadi dasar integrasi nasional.

5. Educatioanl Sosiologiy dan sociology Of Education

Definisi dari stalcup mengenai ketiga istilah dimaksud sebagai berikut :

  • Educational Sosiology : Merupakan aplikasi prinsip – prinsip umum dan penemuan – penemuan sosiologibagi pengadministrasian dan atau proses pendidikan. Pendekatan ini berupaya untuk menerapkan prinsip – prinsip sosiologi pada lembaga pendidikan sebagai suatu unit sosial tersendiri.
  • Sociology Of Education : Merupakan suatu analisis terhadap proses – proses sosiologi yang berlangsung dalam lembaga pendidikan. Tekanan dan wilayah telahannya pada lembaga pendidikan itu sendiri
  • Socoa; Fundation Of Education : Merupakan suatu bidang telaahan yang lazimnya mencakup sejarah, filsafat, sosiologi pendidikan dan pendidikan komprasi. Jelas bidang ini lebih luas baik dari “ Sosiology Of Education ? maupun ? Educatioanl Sosiology “

6. Kajian Sosiologi Of Education
Perlu diketahui, keangka umum sosiologi pendidikan ( Sosiology Of Education ). Sebenarnya bukanlah barang baru. Beberapa tahun yang lalu, Angell telah memberikan suatu definisi sahheh dan berguna mengenai bidang ilmu itu. Dia memberikan suatu posisi, bahwa ahli Education Sosiology harus benar – benar seorang ahli sosiologi yang menspesialisasikan pikiran dan penelitian – penelitiannya pada proses – proses pendidikan. Dengan demikian Education Sosiology merupakan ilmu pengetahuan murni, suatu cabang dari sosiologi” dikatakannya bahwa ia lebih suka pendekatannya memandang sisitem pendidikan sebagai sumber data yang dianalisis: bukannya sebagai sesuatu yang dianggap sebagaimana lazimnya dikonsepsikan dalam Education Sosiology.
Facebook Twitter Google+
 
Back To Top