Doa doa, Surat Yasin, Surat Al Waqiah, Asmaul Husna, Ayat Kursi, Juz Amma, Contoh Surat Lamaran Kerja, Proposal, Makalah dan Puisi

Saturday, September 5, 2015

MAKALAH SISTEM PENCERNAAN PADA MANUSIA DAN HEWAN

MAKALAH  SISTEM PENCERNAAN PADA MANUSIA DAN HEWAN
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah
Sistem pencernaan (bahasa Inggris: digestive system) adalah sistem organ dalam hewan multisel yang menerima makanan, mencernanya menjadi energi dan nutrien, serta mengeluarkan sisa proses tersebut melalui dubur. Sistem pencernaan antara satu hewan dengan yang lainnya bisa sangat jauh berbeda.

Pada dasarnya sistem pencernaan makanan dalam tubuh manusia terjadi di sepanjang saluran pencernaan (bahasa Inggris: gastrointestinal tract) dan dibagi menjadi 3 bagian, yaitu proses penghancuran makanan yang terjadi dalam mulut hingga lambung.Selanjutnya adalah proses penyerapan sari - sari makanan yang terjadi di dalam usus. Kemudian proses pengeluaran sisa - sisa makanan melalui anus.

Sistem perncernaan adalah sistem yang berfungsi untuk melakukan proses makanan sehingga dapat diserap dan digunakan oleh sel-sel tubuh secara fisika maupun secara kimia. Terdiri dari mulut, kerongkongan, lambung, rektum, hati dan pankreas.

1.2 Rumusan Masalah.
1. Bagaimana sistem pencernaan pada manusia ?
2. Bagaimana sistem pencernaan pada hewan ?
3. Bagaimana sistem rangka pada manusia
4. Bagaimana sistem rangka pada hewan ?

1.3 Tujuan Rumusan Masalah
1. Untuk mengetahui sistem pencernaan pada manusia ?
2. Untuk mengetahui sistem pencernaan pada hewan ?
3. Untuk mengetahui sistem rangka pada manusia
4. Untuk mengetahui sistem rangka pada hewan ?

1.4 Metodologi Penyusunan Makalah
Dalam penyusunan makalah ini, penyusun menggunakan metode Kepustakaan.

1.5 Sistematika Penyusunan Makalah

Kata Pengantar
Daftar Isi

BAB I Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
1.2 Perumusan Masalah
1.3 Tujuan Perumusan Masalah
1.4 Metodologi Penyusunan Makalah
1.5 Sistematika Penyusunan Makalah

BAB II Pembahasan
2.1 Sistem pencernaan pada manusia
2.2 Sistem pencernaan pada hewan
2.3 Sistem rangka pada manusia
2.4 Sistem rangka pada hewan

BAB III Penutup
3.1 Kesimpulan
3.2 Saran

DAFTAR PUSTAKA

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Sistem Pencernaan Pada Manusia
A. Makanan

Makanan merupakan faktor yang menentukan kesehatan individu. Kita harus tetap makan teratur meskipun sedang tidak nafsu makan . Makanan yang kurang bergizi dan waktu makan yang tidak teratur dapat menyebabkan kesehatan tergganggu. Agar kita dapat memilih makanan sesuai dengan kebutuhan tubuh, maka perlu pengetahuan tentang fungsi makanan, cara pengolahannya , dan penyajiannya.

Fungsi makanan :
Setiap orang memerlukan makanan yang bergizi . Jumlah zat makanan yang kita makan tidak sama, tergantung kebutuhan tubuh. Orang yang bekerja keras dan banyak bergerak, harus cukup mengkonsumsi karbohidrat. Jika pekerjaan telah selesai, jumlah karbohidrat yang dimakan dapat dikurangi. Orang yang sedang dalam masa pertumbuhan, sehabis sakit, menyusui, dan hamil, memerlukan protein yang cukup.

Pada saat berlangsung respirasi didalam sel tubuh, terjadi pembakaran atau oksidasi biologi. Oksidasi biologi adalah reaksi antara makanan dengan oksigen. Oksidasi menghasilkan energi. Energi yang dihasilkan itu digunakan untuk melakukan semua prosese kegiatan, termasuk mempertahankan suhu tubuh .

1. Pengertian makanan sehat
Makanan yang sehat adalah makanan yang bergizi dan higienis.

  1. Bergizi artinya makanan harus mengandung semua zat makanan (gizi) yang dibutuhkan oleh tubuh , yaitu karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan air.
  2. Higienis, yaitu makanan yang bersih dan sehat, bebas dari kuman penyakit, dan bebas dari kerusakan fisik maupun kimiawi.


2. Macam-macam zat makanan (gizi) yang diperlukan tubuh
Untuk lebih jelasnya, berikut ini macam-macam gizi/ zat makanan yang kita perlukan antara lain:

a. Karbohidrat
Pada proses pencernaan, karbohidrat dipecah menjadi molekul gula yang lebih sederhana, misalnya: glukosa, fluktosa, dan galaktosa.

  1. Karbohidrat tersusun atas unsur karbon (c), hidrogen (H), dan oksigen (O).
  2. Fungsi karbohidrat adalah sebagai sumber energi.
  3. Tiap 1 gram karbohidrat serata dengan 4,2 kilokalori.
  4. Karbohidrat dibagi menjadi 3, yaitu:


  • Monosakarida, yaitu bentuk paling sederhana yang tersusun ats satu molekul gula (C6 H12 O6). Contoh: glukosa, flukosa, dan galaktosa.
  • Disakarida, yaitu karbohidrat yang terdiri atas dua gugus gula (C12 H22 O11). Contoh: sukrosa (gula pasir), laktosa, dan maltosa.
  • Polisakarida, yaitu senyawa gabungan dari banyak monosakarida (C6 H12 O6)n. Contoh: amilum, dan selulosa.


b. Protein
Protein tersusun atas unsur C. H. N. S. P. ada pun fungsi protein adalah sebagai berikut:

  1. Sebagai pembangun tubuh.
  2. Sebagai pengganti sel-sel yang rusak.
  3. Sebagai sumber energi.
  4. Mengatur berbagai proses di dalam tubuh.

Berdasarkan asalnya, protein dibagi menjadi 2, yaitu:

  1. Protein hewani, yaitu protein yang berasal dari hewan. Contoh: daging, ikan, susu, telur, keju, dan sebagainya.
  2. Protein nabati, yaitu protein yang berasal dari tumbuh-tumbuhan. Contoh: kacang-kacangan, kemiri, susu, kedelai, dan sebagainya.

Kekurangan protein menyebabkan kwashiorkor pada anak dan busung lapar (hun ger oedem = HO) pada orang dewasa.

Pada saluran pencernaan, protein diubah menjadi pepton denagan bantuan pepsin dalam lambung dan enzim tripsin dalam usus. Kemudian di dalam usus, pepton tersebut akan diubah menjadi asam amino denagan bantuan enzim erepsin. Asam amino inilah yang akan diserap oleh tubuh. Satu gram protein menghasilkan energi sebesar 17 kilojoule.

c. Lemak
Lemak tersusun atas unsur C. H. O. Ada pun fungsi lemak adalah sebagai berikut:
1. Sebagai sumber energi.
2. Sebagai energi cadangan.
3. Sebagai isolator panas.
4. Sebagai pelarut vitamin A. D. E. dan K.
5. Sebagai pelindungan organ dalam tubuh.

Berdasarkan sumbernya, lemak dibagi menjadi dua, yaitu:

  1. Lemak hewani, yaitu lemak yang berasal dari hewan. Contohnya lemak daging, susu, mentega, keju, telur, dan minyak ikan.
  2. Lemak nabati, yaitu lemak yang berasal dari tubuh-tumbuhan. Contohnya kelapa, kemiri, kacang-kacangan, alpukat, dan durian.

d. Vitamin

Fungsi vitamin sebagai koenzim yang berperan sebagai biokatalisator reaksi-reaksi kimia di dalam tubuh. Vatamin dibagi menjadi dua, yaitu

1. Vitamin yang larut dalam lemak. A. D. E. Dan k.
2. Vitamin yang larut dalam air. B. Dan C.

Vitamin diperlukan oleh tubuh dalam jumlah sedikit, kelebihan vitamin akan dikeluarkan melalui urine. Kekurangan salah satu vitamin menyebabkan avitaminosis. Contoh

  1. Kekurangan vitamin A akan menyebabkan rabun senja.
  2. Kekurangan vitamin D akan menyebabkan rakhitis.
  3. Kekurangan vitamin E akan menyebabkan infertil (mandul)
  4. Kekurangan vitamin K akan menyebabkan darah sukar membeku.
  5. Kekurangan vitamin B1 akan menyebabkan beri-beri.
  6. Kekurangan vitamin B12 akan menyebabkan anemia.
  7. Kekurangan vitamin C akan menyebabkan scorbut (gusi berdarah).

e. Garam mineral
Garam mineral berfungsi sebagai zat pengatur di dalam tubuh. Garam mineral diperlukan oleh tubuh dalam jumlah yang kecil, namun bila tidak terpenuhi akan menyebabkan defisiensi mineral. Contohnya:


  1. Kekurangan Ca (kalsium) menyebabkan: dalah sukar membeku, kejang otot, dan gangguan penulanga.
  2. Kekurangan Fe (zat besi) menyebabkan anemia.
  3. Kekurangan P (fosfor) menyebabkan gangguan pembentukan tulang dan gigi.


f. Air
Fungsi air bagi tubuh :
1. Pelarut berbagai zat makanan dan medium berbagai reaksi kimia di dalam tubuh.
2. Pembentuk cairan tubuh.
3. Pengatur panas tubuh.

4. Pengangkut zat sisa oksidasi.
Kebutuhan air tiap orang sedikitnya 4 liter tiap hari. Kekurangan air berakibat dehidrasi dan gangguan ginjal. Kebutuhan air dapat diperoleh dari air minum, Buah-buahan, sayuran, dan makana lainnya.

B. Sistem Pencernaan Pada Makanan
Sistem pencernaan makanan pada manusia secara garis besar dibagi menjadi dua, yaitu :

1. Kelenjar pencernaan
Kelenjar pencernaan merupakan bagian dari sistem pencernaan yang menghasilkan enzim untuk mencerna makanan. Kelenjar pencernaan terdiri dari :

a. Kelenjar ludah
b. Kelenjar hati
c. Kelenjar pankreas

Pankreas menghasilkan sejumlah enjim berikut :

a. Amilase, enzim ini berfungsi merombak amilurn menjadi glukosa.
b. Lipase, enzim ini berfungsi merombak lipid atau lemak menjadi asem lemak dan gliserol.
c. Tripsin, enzim ini berfungsi merombak pepton menjadi asam amino.

2. Saluran pencernaan

Saluran pencernaan merupakan alat-alat yang dilalui makanan, yang terdiri dari : rongga mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, rektum, anus.

a. Rongga mulut
Didalam rongga mulut terdapat gigi, ludah, dan kelenjar ludah.

1) Gigi
Secara umum, gigi berfungsi untuk memotong dan menghaluskan makanan menjadi kecil-kecil sehingga mudah ditelan. Bagian-bagian gigi meliputi mahkota gigi, tulang gigi, dan rongga gigi. Proses penghalusan makanan oleh gigi disebut pencernaan mekanis.

Berdasarkan fungsinya, gigi dapat dibedakan menjadi tiga macam sebagai berikut :

  1. Gigi seri (insisivus/I), Gigi seri terletak di depan berbentuk seperti kapak yang mempunyai fungsi memotong makanan.
  2. Gigi taring (caninus/C), Ggi taring berbentuk runcing yang berguna untuk merobek makanan. 
  3. Gigi geraham depan (premolare/P) yang mempunyai fungsi menghaluskan makanan.

Gigi manusia dibagi menjadi dua, yaitu :

a. Gigi sulung/gigi susu berjumlah 20 buah
Gigi ini terpada pada anak-anak. Mulai tumbuh pada bayi berumur kira-kira 6-7 bulan sampai 26 bulan. Setelah anak berumur 6 sampai 14 tahun gigi susu tanggal satu persatu dan digantikan dengan gigi tetap. Gigi tersusun berderet pada rahang atas dan bawah. Gigi susu berjumlah 20 buah terdiri atas gigi seri 8 buah, gigi taring 4 buah, dan gigi geraham 8 buah.

b. Gigi tetap/gigi dewasa
Gigi tetap pada orang dewasa berjumlah 32 buah yang terdiri dari gigi seri 8 buah, gigi taring 4 buah, dan gigi geraham depan 8 buah, dan gigi geraham belakang 12 buah. Dengan demikian kalian dapat menemukan perbedaan jumlah antara gigi susu dan gigi tetap.

2) Lidah
Fungsi lidah sebagai berikut :
a. Membantu menelan dan menempatkan makanan
b. Sebagai indra pengecap
c. Lidah berguna untuk membantu mengatur letak makanan di dalam mulut mendorong makanan masuk ke kerongkongan
d. Untuk mengecap atau merasakan makanan
e. Pada lidah terdapat daerah-daerah yang lebih peka terhadap rasa-rasa tertentu, seperti asin, masam, manis, dan pahit.

3) Kelenjar Ludah
Ludah dihasilkan oleh 3 pasang kelenjar ludah. Kelenjar ludah tersebut adalah :
a. Kelenjar ludah parotis,
b. Kelenjar ludah rahang bawah,
c. Kelenjar ludah bawah lidah. Ludah yang dihasilkan dialirkan melalui saluran ludah yang bermuara ke dalam rongga mulut.

Ludah mengandung air, lendir, garam, dan enzim ptialin.enzim ptialin berfungsi mengubah amilum menjadi gula, yaitu maltosa dan glukosa.

b. Kerongkongan
Dari mulut, makanan masuk ke dalam kerongkongan. Kerongkongan merupakan saluran panjang sebagai jalan makanan dari mulut menuju ke lambung. Panjang kerongkongan lebih kurang 20 cm dan diameter lebih kurang 2 cm. kerongkongan dapat melakukan gerakan melebar, menyempit, bergelombang, dan meremas-meremas untuk mendorong makanan masuk ke lambung. Gerak demikian disebut dengan gerak peristaltik. Di esophagus, makanan tidak mengalami pencernaan.

Di sebelah depan kerongkongan terdapat saluran pernapasan yang disebut trakea. Trakea menghubungkan rongga hidung dengan paru-paru. Pada saat kita menelan makanan, ada tulang rawan yang menutup lubang ke tenggorokan. Bagian tersebut dinamakan epiglottis. Epiglottis mencegah makanan masuk ke paru-paru.

c. Lambung
Lambung merupakan suatu kantong yang terletak di dalam rongga perut sebelah kiri di bawah sekat rongga badan. Lambung dapat dibagi menjadi 3 daerah yaitu daerah kardia, fundus, dan pilorus.

a. Kardia adalah bagian atas, daerah pintu masuk makanan dari kerongkongan.
b. Fundus adalah bagian tengah, bentuknya membulat.
c. Pilorus adalh bagian bawah, daerah yang berhubungan dengan usus 12 jari.

Lambung mempunyai dua otot lingkar, yaitu otot lingkar pardia dan otot lingkar pilorus. Otot lingkar kardia terletak di bagian atas dan berbatasan dengan bagian bawah kerongkongan. Fungsinya adalah untuk mencegah makanan dari lambung agar tidak kembali ke kerongkongan dan mulut. Otot lingkar pilorus hanya terbuka apabila makanan telah tercerna di lambung.

Di dalam lambung, makanan dicerna secara kimiawi. Dinding lambung berkontraksi, menyebabkan gerak peristaltik. Gerak peristaltik dinding lambung mengakibatkanmakanan di dalam lambung teraduk-aduk. Di bagian dinding lambung sebelah dalam terdepat kelenjar yang menghasilkan getah lambung.. getah lambung mengandung asam lambung, serta enzim-enzim lain. Asam lambung berfungsi sebagai pembunuh mikroorganisme dan mengantifkan enzim pepsinogen menjadi pepsin.pepsin merupakan enzim yang dapat mengubah protein menjadi molekul yang lebih kecil.

d. Usus halus
Usus halus merupakan saluran pencernaan terpanjang yang terdiri dari 3 bagian yaitu usus dua belas jari, usus kosong, dan usus penyerapan.

a. Usus Dua Belas Jari (Duodenum)
Bagian usus ini disebut usus dua belas jari karena panjangnya sekitar 12 jari berjajar parallel. Di dalam dindin usus dua belas jari terdapatmuara saluran bersama dari kantong empedu berisi empedu yang dihasilkan oleh hati. Berguna untuk mengemulsikan lemak. Empedu berwarna kehijauan dan berasa pahit.

Pankreas terletak di bawah lambung dan menghasilkan getah pankreas. Getah pankreas mengandung enzim amilase, tripsinogen, dan lipase. Amilase mengubah zat tepung menjadi gula. Tripsinogen merupakan enzim yang belum aktifnamun dapat diaktifkan terlebih dahulu oleh enzim enterokinase yang dihasilkan oleh usus halus. Enzim enterokinase mengubah tripsinogen menjadi tirpsin yang aktif. Tripsin mengubah protein menjadi peptide dan asam amino. Lipase mengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol. Zat-zat hasil pencernaan tersebut mudah terserap oleh dinding usus melalui proses difusi dan osmosis. Zat-zat yang belum teruraikan dapat memasuki membran sel usus melalui transport aktif.

b. Usus Kosong (Jejunum)
Panjang usus kosong antara 1,5 sampai 1,75 m. di dalam usus ini makanan mengalami pencernaan secara kimiawi oleh enzim yang dihasilkan dinding usus. Usus kosong menghasilkan getah usus yang mengandung lendir dan bermacam-macam enzim. Enzim-enzim tersebut tersebut dapat memecah molekul makanan menjadi lebih sederhana. Di dalam usus ini makanan menjadi bubur yang lumat dan encer.

c. Usus Penyerapan
Usus penyerapan panjangnya antara 0,75 sampai 3,5 m. di dalam usus ini terjadi penyerapan sari-sari makanan. Permukaan dinding ileum dipenuhi oleh jonjot usus atau vili. Jonjot usus menyebabkan permukaan permukaan ileum menjadi luas sehingga proses penyerapan sari makanan dapat berjalan baik. Penyerapan sari makanan oleh usus halus disebut absorpsi.

Makanan yang mengalami pencernaan secara kimiawi adalh karbohidrat, protein, dan lemak. Hasil ahir pencernaan karbohidrat adalah glukosa, protein menjadi asam amino, dan lemak menjadi asam lemak dsan gliserol. Vitamin dan mineral tidak mengalami proses pencernaan. Glukosa, asam amino, vitamin, dan mineral masuk ke dalam pembuluh darah kapiler yang ada dalam jonjot usus. Sari makanan dialirkan bersama makanan melalui pembuluh darah menuju kehati. Glukosa sebagian disimpan dalam hati dalam bentuk glikogen yang tidak larut dalam air. Sebagian sari makanan yang lain di edarkan ke seluruh sel tubuh melalui pembuluh darah. Asam lemak dan gliserol diangkut melalui pembuluh kil karena ukuran molekulnya cukup besar. Pembuluh kil adalah pembuluh limfa atau pembuluh getah bening yang ada di daerah usus. Selanjutnya pembuluh kil akan bergabung dengan pembuluh kil lainnya dan akhirnya bermuara pada pembuluh getah bening di bawah tulang selangka.

d. Usus Besar, Rektum, dan Anus
Usus besar atau kolon merupakan kelanjutan dari usus halus. Panjang usus besar lebih kurang satu meter. Batas antara usus halus dengan usus besar disebut sekum(usus buntu). Usus buntu memiliki tambahan usus yang disebut umbai cacing (apendiks). Peradangan pada usus tambahan tersebut dinamakan apendisitis dan sering disebut sebagai ”sakit usus buntu”. Usus besar terdiri atas bagian usus yang naik, bagian mendatar, dan bagian menurun.

Fungsi utama usus besar adalah mengatur kadar air sisa makanan. Jika kadar air yang terkandung dalam sisa makanan berlebihan, kelebihan air akan diserap oleh usus besar. Sebaliknya jika sisa makanan kekurangan air, akan diberi tambahan air.

Di dalam usus besar terdapat bakteri pembusuk Escherichia Coli yang membusukkan sisa makanan menjadi kotoran. Dengan demikian kotoran menjadi lunak dan mudah dikeluarkan. Bakteri ini pada umumnya tidak mengganggu kesehatan manusia. Bakteri tsb bahkan ada yang menghasilkan vitamin K dan asam amino tertentu yang berguna bagi manusia.

Bagian akhir usus besar disebut poros usus ( rektum ). Panjang rektum lebih kurang 15 cm. Rektum bermuara pada anus. Anus mempunyai dua macam otot, yaitu otot tak sadar dan otot sadar.

Pada saat sampai di rektum, semua zat yang berguna telah diserap ke dalam darah. Sisanya berupa makanan yang tidak dapat dicerna, bakteri, dan sel-sel mati dari saluran pencernaan makanan. Campuran bahan-bahan tersebut dinamakan feses.

Berbagai penyakit masuk ke tubuh melalui sistem pencernaan makanan. Ini berarti bahwa kebersihan dan kesehatan makanan harus dijaga.

C. Jenis Pencernaan Makanan
Berdasarkan prosesnya, pencernaan makanan dibagi menjadi dua yaitu :


  1. Pencernaan mekanik, yaitu proses pengubahan bahan makanan dari yang berukuran besar menjadi bahan makanan yang berukuran lebih kecil dengan bantuan alat-alat pencernaan. Contoh: di dalam rongga mulut menjadi pencernaan mekanik dengan bantuan gigi dan lidah.
  2. Pencernaan kimiawi, yaitu proses pengubahan bahan makanan dari yang bermolekul kompleks menjadi molekul yang lebih sederhana dengan bantuan enzim-enzim pencernaan. Contoh: di dalam rongga mulut juga terjadi pencernaan kimiawi yaitu dari karbohidrat menjadi glukosa (zat gula) dengan bantuan enzim ptialin dalam air ludah atau karbohidrat glukosa (zat gula).

Berdasarkan letaknya ada dua jenis pencernaan, yaitu:

  1. Pencernaan intraseluler, yaitu pencernaan yang terjadi di dalam sel. Contohnya pencernaan pada Amoeba dan paramaecium.
  2. Pencernaan ekstraseluler, yaitu pencernaan yang terjadi di luar sel, artinya berlangsung melalui saluran pencernaan. Contohnya pencernaan pada manusia.

D. Gangguan Sistem Pencernaan

Banyak faktor penyebab gangguan pada istem pencernaan, antara lain pola makanan yang salah, infeksi bakteri, atau karena adanya kelainan pada alat pencernaan makanan. Beberapa gangguan tersebut antara lain sebagai berikut :

1. Karies
Terjadi dalam rongga mulut pada gigi yang tidak terawat. Karies terjadi karena adanya penumpukan sisa makanan pada gigi yang difermentasikan oleh bakteri menyebabkan lubang pada gigi.

2. Sariawan
Diawali dengan timbulnya luka kecil dalam rongga mulut. Bil tidak segera disembuhkan, sariawan dapat mengganggu pencernaan makanan di dalam mulut. Pencegahannya dilakuakan dengan mengkonsumsi vitamin C dalam jumlah yang cukup.

3. Apendisitis
Yaitu terjadi peradangan bagian apendiks ( umbai cacing ) karena infeksi bakteri.

4. Diare
Disebabkan oleh protozoa atau bakteri, sehingga terjadi gangguanpenyerapan air di usus besar. Akibatnya, ampas makanan yang dikeluarkan berwujud cair.

5. Enteritis
Peradangan pada usus halus atau usus atau usus besar karena infeksi olehbakteri.

6. Konstipasi atau sembelit
Gejalanaya sulit buang air besar karena penyerapan air di kolon terlalu banyak

7. Ulkus ( radang lambung )
Peradangan pada dinding lambung akibat produksi asam lambung lebih banyak dari jumlah makanan yang masuk atau karena infeksi oleh bakteri.

8. Parotitis ( gondong )
Peradangan pada kelenjar parotis karena infeksi virus.

9. Kanker lambung
Penyakit ini disebabkan oleh konsumsi alcohol yang berlebihan, merokok, dan sering mengkonsumsi makanan berbahan pengawet.

10. Kolitis ( radang usus besar )

2.2 Sistem Pencernaan Pada Hewan
Struktur alat pencernaan berbeda-beda dalam berbagai jenis hewan, tergantung pada tinggi rendahnya tingkat organisasi sel hewan tersebut serta jenis makanannya. pada hewan invertebrata alat pencernaan makanan umumnya masih sederhana, dilakukan secara fagositosis dan secara intrasel, sedangkan pada hewan-hewan vertebrata sudah memiliki alat pencernaan yang sempurna yang dilakukan secara ekstrasel.

1. Sistem Pencernaan Pada Hewan Invertebrata
Sistem pencernaan pada hewan invertebrata umumnya dilakukan secara intrasel, seperti pada protozoa, porifera, dan Coelenterata.
Pencernaan dilakukan dalam alat khusus berupa vakuola makanan, sel koanosit dan rongga gastrovaskuler. Selanjutnya, pada cacing parasit seperti pada cacing pita, alat pencernaannya belum sempurna dan tidak memiliki mulut dan anus. pencernaan dilakukan dengan cara absorbs langsung melalui kulit.

a. Sistem Pencernaan Makanan Pada Cacing Tanah
Cacing yang dikeluarkan oleh getah pencernaan secara ekstrasel. Makanan cacing tanah berupa daun-daunan serta sampah organik yang sudah lapuk. Cacing tanah dapat mencerna senyawa organik tersebut menjadi molekul yang sederhana yang dapat diserap oleh tubuhnya. Sisa pencernaan makanan dikeluarkan melalui anus.

b. Sistem Pencernaan Pada Serangga
Sebagaimana pada cacing tanah, serangga memiliki sistem pencernaan makanan yang sudah sempurna, mulai dari mulut, kerongkongan, lambung, usus sampai anus.Pencernaan pada serangga dilakukan secara ekstrasel.

2. Sistem Pencernaan Pada Hewan vertebrata
Organ pencernaan pada hewan vertebrata meliputi saluran pencernaan (tractus digestivus) dan kelenjar pencernaan (glandula digestoria).

a. Sistem Pencernaan Pada Ikan
Saluran pencernaan pada ikan dimulai dari rongga mulut (cavum oris). Di dalam rongga mulut terdapat gigi-gigi kecil yang berbentuk kerucut pada geraham bawah dan lidah pada dasar mulut yang tidak dapat digerakan serta banyak menghasilkan lendir, tetapi tidak menghasilkan ludah (enzim). Dari rongga mulut makanan masuk ke esophagus melalui faring yang terdapat di daerah sekitar insang.

Esofagus berbentuk kerucut, pendek, terdapat di belakang insang, dan bila tidak dilalui makanan lumennya menyempit. Dari kerongkongan makanan di dorong masuk ke lambung, lambung pada umum-nya membesar, tidak jelas batasnya dengan usus. Pada beberapa jenis ikan, terdapat tonjolan buntu untuk memperluas bidang penyerapan makanan.

Dari lambung, makanan masuk ke usus yang berupa pipa panjang berkelok-kelok dan sama besarnya. Usus bermuara pada anus.

Kelenjar pencernaan pada ikan, meliputi hati dan pankreas. Hati merupakan kelenjar yang berukuran besal, berwarna merah kecoklatan, terletak di bagian depan rongga badan dan mengelilingi usus, bentuknya tidak tegas, terbagi atas lobus kanan dan lobus kiri, serta bagian yang menuju ke arah punggung. Fungsi hati menghasilkan empedu yang disimpan dalam kantung empedu untuk membanfu proses pencernaan lemak. Kantung empedu berbentuk bulat, berwarna kehijauary terletak di sebelah kanan hati, dan salurannya bermuara pada lambung. Kantung empedu berfungsi untuk menyimpan empedu dan disalurkan ke usus bila diperlukan. Pankreas merupakan organ yang berukuran mikroskopik sehingga sukar dikenali, fungsi pankreas, antara lain menghasilkan enzim – enzim pencernaan dan hormon insulin.

b. Sistem Pencernaan Pada Amfibi
Sistem pencernaan makanan pada amfibi, hampir sama dengan ikan, meliputi saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan. salah satu binatang amphibi adalah katak. Makanan katak berupa hewan-hewan kecil (serangga). Secara berturut-turut saluran pencernaan pada katak meliputi:

  1. Rongga mulut: terdapat gigi berbentuk kerucut untuk memegang mangsa dan lidah untuk menangkap mangsa,
  2. Esofagus; berupa saluran pendek,
  3. ventrikulus (lambung), berbentuk kantung yang bila terisi makanan menjadi lebar. Lambung katak dapat dibedakan menjadi 2, yaitu tempat masuknya esofagus dan lubang keluar menuju usus,
  4. Intestinum (usus): dapat dibedakan atas usus halus dan usus tebal. Usus halus meliputi: duodenum. jejenum, dan ileum, tetapi belum jelas batas-batasnya.
  5. Usus tebal berakhir pada rektum dan menuju kloata, dan
  6. Kloaka: merupakan muara bersama antara saluran pencernaan makanan, saluran reproduksi, dan urine.

Kelenjar pencernaan pada amfibi, terdiri atas hati dan pankreas. Hati berwarna merah kecoklatan, terdiri atas lobus kanan yang terbagi lagi menjadi dua lobulus. Hati berfungsi mengeluarkan empedu yang disimpan dalam kantung empedu yang berwarna kehijauan. pankreas berwarna Kekuningan, melekat diantara lambung dan usus dua belas jari (duadenum). pankreas berfungsi menghasilkan enzim dan hormon yang bermuara pada duodenum.

c. Sistem Pencernaan Pada Reptil
Sebagaimana pada ikan dan amfibi, sistem pencernaan makanan pada reptil meliputi saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan. Reptil umumnya karnivora (pemakan daging). Secara berturut-turut saluran pencernaan pada reptil meliputi:

1. Rongga mulut: bagian rongga mulut disokong oleh rahang atas dan bawah, masing-masing memiliki deretan gigi yang berbentuk kerucut, gigi menempel pada gusi dan sedikit melengkung ke arah rongga mulut. Pada rongga mulut juga terdapat lidah yang melekat pada tulang lidah dengan ujung bercabang dua,

2. Esofagus (kerongkongan),
3. Ventrikulus(lambung),
4. Intestinum: terdiri atas usus halus dan usus tebal yang bermuara pada anus.

Kelenjar pencernaan pada reptil meliputi hati, kantung empedu, dan pankreas. Hati pada reptilia memiliki dua lobus (gelambirf dan berwarna
kemerahan. Kantung empedu terletak pada tepi sebelah kanan hati.
Pankreas berada di antara lambung dan duodenum, berbentuk pipih kekuning-kuningan.

d. Sistem Pencernaan Pada Burung
Organ pencernaan pada burung terbagi atas saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan. Makanan burung bervariasi berupa biji-bijian, hewan kecil, dan buah-buahan.

Saluran pencernaan pada burung terdiri atas:


  1. Paruh: merupakan modifikasi dari gigi,
  2. Rongga mulut: terdiri atas rahang atas yang merupakan penghubung antara rongga mulut dan tanduk,
  3. Faring: berupa saluran pendek, esofagus: pada burung terdapat pelebaran pada bagian ini disebut tembolok, berperan sebagai tempat penyimpanan makanan yang dapat diisi dengan cepat,
  4. lambung terdiri atas:


  • Proventrikulus (lambung kelenjar): banyak menghasilkan enzim pencernaan, dinding ototnya tipis.
  • Ventrikulus (lambung pengunyah/empedal): ototnya berdinding tebal. Pada burung pemakan biji-bijian terdapat kerikil dan pasir yang tertelan bersama makanan vang berguna untuk membantu pencernaan dan disebut sebagai ” hen’s teeth”,

     5.  Intestinum: terdiri atas usus halus dan usus tebal yang bermuara pada kloaka.

Usus halus pada burung terdiri dari duodenum, jejunum dan ileum.
Kelenjar pencernaan burung meliputi: hati, kantung empedu, dan pankreas. Pada burung merpati tidak terdapat kantung empedu.

e. Sistem Pencernaan pada Hewan Mamah Biak (Ruminansia)
Hewan-hewan herbivora (pemakan rumput) seperti domba, sapi, kerbau disebut sebagai hewan memamah biak (ruminansia). Sistem pencernaan makanan pada hewan ini lebih panjang dan kompleks. Makanan hewan ini banyak mengandung selulosa yang sulit dicerna oleh hewan pada umumnya sehingga sistem pencernaannya berbeda dengan sistem pencernaan hewan lain.

Perbedaan sistem pencernaan makanan pada hewan ruminansia, tampak pada struktur gigi, yaitu terdapat geraham belakang (molar) yang besar, berfungsi untuk mengunyah rerumputan yang sulit dicerna. Di samping itu, pada hewan ruminansia terdapat modifikasi lambung yang dibedakan menjadi 4 bagian, yaitu:

1. Rumen (perut besar), retikulum (perut jala), omasum (perut kitab), dan abomasum (perut masam).

Dengan ukuran yang bervariasi sesuai dengan umur dan makanan alamiahnya. Kapasitas rumen 80%, retlkulum 5%, omasum 7-8%, dan abomasums 7-8′/o.Pembagian ini terlihat dari bentuk gentingan pada saat otot spingter berkontraksi. Abomasum merupakan lambung yang sesungguhnya pada hewan ruminansia.

Hewan herbivora, seperti kuda, kelinci, dan marmut tidak mempunyai struktur lambung seperti halnya pada sapi untuk fermentasi selulosa. Proses fermentasi atau pembusukan yang dilakukan oleh bakteri terjadi pada sekum yang banvak mengandung bakteri. proses fermentasi pada sekum tidak seefektif fermentasi yang terjadi dilambung. Akibatnya,
kotoran kuda, kelinci, dan marmut lebih kasar karena pencernaan selulosa hanya terjadi satu kali, yaitu pada sekum. Sedangkan pada sapi, proses pencernaan terjadi dua kali, yaitu pada lambung dan sekum keduanya dilakukan oleh bakteri dan protozoa tertentu.

Adanya bakteri selulotik pada lambung hewan memamah biak merupakan bentuk simbiosis mutualisme yang dapat menghasilkan vitamin B serta asam amino. Di samping itu, bakteri ini dapat ,menghasilkan gas metan (CH4), sehingga dapat dipakai dalam pembuatan biogas sebagai sumber energi altematif.

Sistem pencernaan makanan pada cacing tanah sudah sempurna. Cacing tanah memiliki alat-alat pencernaan mulai dari mulut, kerongkongan, lambung, usus, dan anus. Proses pencernaan dibantu oleh enzim-enzim.

2.3 Sistem Rangka Pada Manusia
Sistem rangka adalah sistem yang memiliki fungsi untuk menyimpan bahan mineral, tempat pembentukan sel darah, tempat melekatnya otot rangka, melindungi tubuh yang lunak dan menunjang tubuh. Terdiri dari tengkorak, tulang rusuk, tulang belakang, rangka penopang tulang bahu, rangka penopang tulang pinggul, tulang angota badan atas dan bawah.

Menurut letaknya, rangka tubuh manusia termasuk rangka dalam. Sebab rangka tersebut terletak di dalam tubuh. Rangka tubuh manusia terdiri atas tulang-tulang.

Tulang-tulang dalam tubuh membentuk sistem rangka. Kemudian sistem rangka ini bersama-sama menyusun kerangka tubuh. Sistem rangka membentuk dasar dari tubuh manusia. Semua organ-organ, daging, darah, otot, cair dan udara semua terkandung dalam tubuh dan memiliki kestabilan dan kekuatan tertentu karena tulang. The 206 tulang dalam tubuh membentuk sistem rangka. Tulang-tulang ini didukung oleh sumsum tulang, yang dihasilkan oleh bentuk energi paling murni di dalam tubuh.

Sistem rangka adalah suatu sistem organ yang memberikan dukungan fisik pada makhluk hidup. Sistem rangka umumnya dibagi menjadi tiga tipe: eksternal, internal, dan basis cairan (rangka hidrostatik), walaupun sistem rangka hidrostatik dapat pula dikelompokkan secara terpisah dari dua jenis lainnya karena tidak adanya struktur penunjang.

Rangka manusia dibentuk dari tulang tunggal atau gabungan (seperti tengkorak) yang ditunjang oleh struktur lain seperti ligamen, tendon, otot, dan organ lainnya.

Secara garis besar, rangka (skeleton) manusia dibagi menjadi dua, yaitu rangka aksial (tumbu tubuh) dan rangka apendikuler (anggota tubuh).

a. Rangka Aksial
Rangka aksial terdiri dari tulang belakang (vertebra), tulang tengkorak, dan tulang rusuk.

a) Tengkorak
Tengkorak berfungsi melindungi otak. Hubungan tulang yang terdapat pada tempurung kepala bersifat suture, yaitu tidak dapat digerakkan.

b) Tulang Belakang
Pada tulang belakang terjadi pelengkungan – pelengkungan yang berfungsi untuk menyangga berat dan memungkinkan manusia melakukan berbagai jenis posisi dan gerakar misalnya berdiri, duduk, atau berlari.

c) Hioid
Hioid merupakan tulang yang berbentuk huruf U, terdapat di antara laring dan mandibula. Hioid berfungsi sebagai tempat pelekatan beberapa otot mulut dan lidah.

d) Tulang dada dan tulang rusuk

Tulang dada dan tulang rusuk bersamaan membentuk perisai pelindung bagi organ-organ penting yang terdapat di dada, yaitu paru – paru dan jantung. Tulang rusuk juga berhubungan dengan tulang belakang.

b. Rangka Apendikuler
Rangka apendikuler terdiri atas pinggul, bahu, telapak tangan, tulang-tulang lengan, tungkai, dan telapak kaki. Secara umum rangka apendikuler menyusun alat gerak, yaitu tangan dan kaki yang dibedakan atas rangka bagian atas dan rangka bagian bawah.

Tulang rangka apendikuler bagian atas terdiri atas beberapa tulang sebagai berikut:
1. Tulang Selangka
Tulang selangka atau tulang leher membentuk bagian depan bahu.

2. Tulang Belikat
Tulang belikat terdapat di atas sendi bahu dan merupakan bagian pembentuk bahu.

3. Tulang Pangkal Lengan, Pengumpil, Hasta
Tulang pangkal lengan bersama dengan tulang pengumpil dan tulang hasta menyusun alat gerak, yaitu tangan.

4. Tangan
Tulang tangan tersusun atas tulang-tulang pergelangan tangan, telapak tangan, dan jari tangan. Tangan disusun oleh karpal skafoid, lunate, triquetrum, pisiform, trapesium, trapesoid, kapitatum, hamate. Telapak tangan (metakarpal) terdiri dari bagian dasar, batang, dan kepala. Jari tangan terdiri dari tiga ruas, kecuali ibu jari yang mempunyai dua ruas.

5. Kaki
Tulang apendikuler bagian bawah terdiri atas beberapa tulang yang menyusun kaki (alat gerak bagian bawah).

Kaki terdiri atas tulang kaki dan telapak kaki. Tulang kaki disusun oleh tulang paha,tempurung lutut, tulang kering dan tulang betis. Pergelangan kaki disusun oleh tulang tumit, kalkaneus, talus, kuboid, navikular, kuneiformis, dan jari – jari.

A. Macam-macam tulang dan fungsinya

a. Bentuk tulang
Menurut bentuk nya tulang-tulang penyusun rrangka tubuh manusia ada tiga macam.


  1. Tulang pipa, bentuknya dan memanjang. Bagian tengahnya berrongga. Contoh: tulang lengan, tulang paha, dan ruas-ruas tulang jari.
  2. Tulang pipih, berbentuk pipih. Di dalamnya terdapat sumsum merah. Sumsum merah sebagai tempat perbuatan sel-sel darah merah dan sel-sel darah putih. Contoh: tulang rusuk, tulang dada, tulang belika, tulang panggul, dan tulang dahi.
  3. Tulang pendek, bentuknya bulat dan pendek. Di dalamnya berisi sumsum merah, dan juga sebagai tempat pembentukan sel-sel darah merah dan sel-sel darah putih. Contoh: ruas tulang belakang, tulang pengelangan tangan , dan tulang pergelangan kaki.

b. Jenis- Jenis Tulang
Menurut jenisnya, tulang d bedakan menjadi dua macam.

1. Tulang rawan
Tulang rawan berifat lentur. Kelenturan itu karena zat-zat antar tulang rawan banyak mengandung zat pelekat (kolagen), dan sedikit menmgandung zat kapur.

Pada bayi yang baru lahir, rangka tubuhnya berupa tulang rawan. Secara berangsur tulang tulang rawan itu menjadi tulang keras, kecuali bagian-bagian tertentu. Misalnya: cuping hidung, daun telinga, antar ruas tulang belakang dan sambungan tulang dada dengan tulang rusu.

2. Tulang keras
Tulang keras bersifat keras dan kuat. Keras dan kuat itu karena ruang antara selnya banyak mengandung zat kapur dan sedikit perekat. Zat kapur pada tulang, antara lain berupa kalsium karbonat (Ca CO3) dan kalsium posphat Ca3 (PO4)2. Makin dewasa seseorang, makin tinggi kadar zat kapurnya, dan makin rendah zat perekatnya. Itulah sebabnya, maka tulang menjadi makin keras dan tidak lentur.

Apabila kita buat sebuah sayatan melintang pada tulang, kemudian kita amati dengan mikroskop, maka akan tampak bagian-bagian seperti gambar di bawah ini.

Nama-nama tulang pada tubuh :

  1. Cranium (tengkorak) 11. Carpal (tulang pergelangan tangan)
  2. Mandibula (tulang rahang) 12. Metacarpal (tulang telapak tangan)
  3. Clavicula (tulang selangka) 13. Phalanges (ruas jari tangan dan jari kaki)
  4. Scapula (tulang belikat) 14. Pelvis (tulang panggul)
  5. Sternum (tulang dada) 15. Femur (tulang paha)
  6. Rib (tulang rusuk) 16. Patella (tulang lutut)
  7. Humerus (tulang pangkal lengan) 17. Tibia (tulang kering)
  8. Vertebra (tulang punggung) 18. Fibula (tulang betis)
  9. Radius (tulang lengan) 19. Tarsal (tulang pergelangan kaki)
  10. Ulna (tulang hasta) 20. Metatarsal (tulang telapak kaki)

B. Fungsi Rangka Manusia
Rangka tubuh manusia tersusun atas tulang-tulang. Rangka tersebut mempunyai enam macam fungsi.


  1. Untuk menegakkan dan memberikan bentuk tubuh. Misalnya, tulang belakang dan tulang kaki. Tulang-tulang itu memungkinkan kita dapat berdiri tegak. Sedangkan tulang-tulang tengkorak bagian depan menentukan bentuk wajah.
  2. Untuk melindungi alat-alat tubuh yang penting dan lunak. Misalnya, tulang-tulang penyusun rongga dada. Fungsinya melindungi jantung dan paru-paru. Tulang-tulang tengkorak berpungsi melindungi otak dan bola mata.
  3. Sebagai tempat sangkutan otot-otot. Tanpa rangka, otot-otot rangka tidak mempunyai tempat melekat.
  4. Untuk menggerakan tubuh serta menentukan bentuk tubuh.
  5. Melindungi alat-alat tubuh yang penting dan lemah, misalnya otak, jantung, dll.
  6. Tempat melekatnya otot-otot.
  7. Tempat pembentukan sel darh merah dan sel darah putih.
  8. Alat gerak pasif.

2.4 Sistem Rangka Pada Hewan
Tulang-tulang yang bergabung menjadi satu kasatuan disebut rangka atau skeleton. Berdasarkan letaknya skeleton dibedakan menjdi 2 jenis :

1. Eksoskeleton
Yaitu rangka yang terdapat di luar tubuh makhluk hidup. Skeleton jenis ini terdapat hampir di semua jenis Invertebarta tingkat rendah kecuali Protozoa, Invertebrata tingkat tinggi kecuali Phyllum Mollusca, Class Chepalopoda, species Loligo sp/cumi-cumi.

2. Endoskeleton
Yaitu rangka yang terdapat di dalam tubuh makhluk hidup. Skeleton jenis ini terdapat pada seluruh Vertebrata, Class Pisces, Amphia, Reptilia, Aves dan Mammalia (PARAM) kecuali Reptilia jenis Kura-kura dan Penyu. Selain itu terdapat juga di pada hewan Invertebrata Phyllum Mollusca, Class Cephalopoda, species Loligo sp/cumi-cumi.

A. Alat Gerak Pasif/Tulang
Tulang dapat dibedakan berdasarkan jaringan penyusunnya dan sifat-sifat fisik yaitu :

1. Tulang rawan/tulang muda/cartilago
Cartilago berfungsi untuk melindungi bagian ujung epifise tulang. Terutama dalam proses osifikasi/penulangan. Cartilago banyak banyak dijumpai pada masa bayi terutama pada saat proses perkembangan embrio menjadi fetus. Pembentukan rangka fetus di dominasi oleh cartilago. Seiring dengan perkembangan fetus menjadi bayi dan memasuki usia pertumbuhan serta dewasa, maka cartilage ini akan mengalami peristiwa osifikasi. Tetapi tidak semua cartilago dalam tubuh, masih ada beberapa yang tetap menjadi cartilago. Seperti dijumpai pada trachea/tenggorokan, daun telinga, hidung bagian ujung, ruas-ruas persendian tulang.

Cartilago tersusun atas matriks condrin yaitu berupa cairan kental yang banyak mengandung zat perekat kolagen yang tersusun atas protein dan sedikit zat kapur/Carbonat. Dengan adanya condrin ini dapat memberikan sifat lentur pada cartilago. Pada anak-anak cartilage lebih banyak mengandung sel pembentuk tulang rawan dari pada matriks, sedangkan pada orang dewasa berkebalikan.

Cartilago dibentuk oleh zat pembentuk tulang rawan yang disebut dengan Condrosit. Tulang rawan berawal dari selaput tulang rawan yang disebut pericondrium. Pericondrium berfungsi untuk memberikan kebutuhan nutrisi bagi cartilage karena banyak mengandung pembuluh darah. Dalam pericondrium banyak mengandung condroblast yaitu sel pembentuk condrosit.

Cartilago berdasarkan kandungan matriksnya dibedakan menjadi :

a. Cartilago Hialin
Cartilago ini memiliki kandungan matriks homogen yang kaya akan serabut kolagen, transparan dan halus. Cartilago Hialin bersifat lentur/elastic dan kuat. Pada tubuh dapat dijumpai pada organ permukaan persendian, tulang iga dan pada saluran respirasi terutama dinding trachea yang berbentuk cincin.

b. Cartilago Fibrosa/serabut
Cartilago ini memiliki kandungan matriks berupa berkas-berkas serabut kolagen. Cartilago Fibrosa bersifat kurang lentur. Dapat dijumpai pada ruas-ruas tulang belakang, pada tulang tempurung lutut (tendon dan ligamentum) dan tulang gelang panggul.

c. Cartilago Elastin/elastic
Cartilago ini memiliki kandungan matriks berupa serabut elastic berwarna kuning yang bercabang-cabang. Bersifat lentur/elastic dan tidakakan berubah menjadi tulang sejati bila manusia beranjak dewasa. Dapat dijumpai pada ujung hidung/cuping, saluran eustachius (pada telinga bagian tengah) dan daun telinga.

2. Tulang keras/tulang sejati/osteon

Osteon berfungsi :
a. Sebagai penyusun sistem rangka tubuh.
b. Sebagai pelindung organ-organ yang vital.

Terbentuk melalui proses :
1. Osifikasi
Yaitu proses perubahan tulang rawan/tulang muda menjadi tulang sejati atau tulang keras.
Pada peristiwa ini tulang rawan akan terisi dengan matriks Calcium, protein, sedikit zat perekat kolagen sehingga akan membuat tulang sejati bersifat kaku/tidak lentur dan membuat tulang mudah retak atau patah. Secara perlahan matriks tulang rawan akan terisi oleh Calcium dan fosfor (phosphate), hal inilah yang membuat osteon menjadi keras.

2. Kalsifikasi
Yaitu proses pengisian Calcium Carbonat pada peristiwa osifikasi.
Pembentuk sel tulang sejati disebut osteocyte/osteosit. Osteosit ini akan dibentuk oleh osteoblast yaitu sel tulang muda yang nantinya akan membentuk osteosit/perombak sel-sel tulang. Selaput pelindung tulang sejati disebut periosteum. Kandungan yang terdapat dalam matriks osteon adalah Calcium Carbonat atau CaCO3 dan Calcium Phosphat atau Ca3(PO4)2.\

B. Pembagian Tulang
1. Berdasarkan bentuknya dibedakan menjadi : (PIPIPEN)
a. Tulang pipa/panjang

Tulang ini pada umumnya berbentuk tabung, berongga dan memanjang. Pada kedua bagian ujungnya terjadi perluasan tulang. Fungsi dari perluasan ini untuk berhubungan dengan tulang yang lain. Pada rongga tulang ini berisi sumsum kuning dan lemak.

Tulang pipa terbagi menjadi 3 bagian yaitu epifise yaitu bagian dikedua ujung tulang yang berbentuk bonggol/membulat, kemudian bagian tengah tulang yang disebut diafise. Daerah antara diafise dengan epifise terdapat cakraepifise a9tepatnya lebih mengarah pada dekat ujung epifise) yang tersusun dari cartilago yang aktif membelah pada usia pertumbuhan. Pada orang dewasa cakraepifise ini sudah menulang.

Tulang pipa dapat dijumpai pada Os. Humerus, Os. Radius, Os. Ulna, Os. Tibia, Os. Fibula, ruas-ruas Os. Digiti Phalanges Manus, dll.

b. Tulang pipih
Tulang pipih berbentuk gepeng memipih, tipis. Tulang ini tersusun dari 2 buah lempengan tulang kompak dan tulang spons. Rongga diantara kedua lempengan tulang tersebut terisi sumsum merah.

Tulang pipih dapat dijumpai pada Os. Costae, Os. Scapula, Os. Sternum, Os. Cranium, dll.

c. Tulang pendek
Tulang pendek berbentuk bulat dan pendek tidak beraturan atau silinder kecil. Rongga tulang pendek berisi sumsum merah.

Tulang pendek dapat dijumpai pada ruas-ruas Os. Vertebrae, ruas-ruas Os. Tarsal, ruas-ruas Os. Carpal, dll.

2. Berdasarkan matriksnya dibedakan menjadi :

a. Tulang kompak/padat
Yaitu merupakan tulang yang memiliki matriks padat dan rapat. Tidak dijumpai adanya celah tanpa matriks dalam rongga tulang ini. Dapat dijumpai pada tulang pipa/tulang panjang.

b. Tulang spons/bunga karang
Yaitu merupakan tulang yang memiliki matriks yang tidak padat/berongga. Dapat dijumpai pada tulang pipih dan tulang pendek.

3. Berdasarkan letaknya tulang dibedakan menjadi :
Tulang Axial terdiri dari :

a) Tulang Tengkorak
b) Pendengaran
c) Tulang badan
d) Tulang dada
e) Tulang rusuk
f) Tulang gelang bahu
g) Tulang gelang panggul

C. Fungsi Rangka Pada Hewan
1. Memberikan bentuk tubuh makhluk hidup.
2. Melindungi organ-organ tubuh yang vital.
3. Menahan dan menegakkan tubuh.
4. Tempat pembentukan sel darah.
5. Tempat perlekatan otot.
6. Tempat penimbunan/penyimpanan zat kapur.
7. Sebagai alat gerak pasif.

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Sistem perncernaan pada manusia adalah sistem yang berfungsi untuk melakukan proses makanan sehingga dapat diserap dan digunakan oleh sel-sel tubuh secara fisika maupun secara kimia. Terdiri dari mulut, kerongkongan, lambung, rektum, hati dan pankreas.

Sistem Pencernaan Pada Hewan adalah Struktur alat pencernaan berbeda-beda dalam berbagai jenis hewan, tergantung pada tinggi rendahnya tingkat organisasi sel hewan tersebut serta jenis makanannya. pada hewan invertebrata alat pencernaan makanan umumnya masih sederhana, dilakukan secara fagositosis dan secara intrasel, sedangkan pada hewan-hewan vertebrata sudah memiliki alat pencernaan yang sempurna yang dilakukan secara ekstrasel.

Sistem rangka pada manusia adalah suatu sistem organ yang memberikan dukungan fisik pada makhluk hidup. Sistem rangka umumnya dibagi menjadi tiga tipe: eksternal, internal, dan basis cairan (rangka hidrostatik), walaupun sistem rangka hidrostatik dapat pula dikelompokkan secara terpisah dari dua jenis lainnya karena tidak adanya struktur penunjang. Rangka manusia dibentuk dari tulang tunggal atau gabungan (seperti tengkorak) yang ditunjang oleh struktur lain seperti ligamen, tendon, otot, dan organ lainnya. Rata-rata manusia dewasa memiliki 206 tulang, walaupun jumlah ini dapat bervariasi antara individu.

Tulang-tulang yang bergabung menjadi satu kasatuan disebut rangka atau skeleton. Berdasarkan letaknya skeleton dibedakan menjdi 2 jenis :

1. Eksoskeleton
Yaitu rangka yang terdapat di luar tubuh makhluk hidup. Skeleton jenis ini terdapat hampir di semua jenis Invertebarta tingkat rendah kecuali Protozoa, Invertebrata tingkat tinggi kecuali Phyllum Mollusca, Class Chepalopoda, species Loligo sp/cumi-cumi.

2. Endoskeleton
Yaitu rangka yang terdapat di dalam tubuh makhluk hidup. Skeleton jenis ini terdapat pada seluruh Vertebrata, Class Pisces, Amphia, Reptilia, Aves dan Mammalia (PARAM) kecuali Reptilia jenis Kura-kura dan Penyu. Selain itu terdapat juga di pada hewan Invertebrata Phyllum Mollusca, Class Cephalopoda, species Loligo sp/cumi-cumi.

3.2 Saran
Melalui penyusunan makalah ini diharapkan dapat memperluas khasanah keilmuan mengenai pembelajarn sains. Semoga makalah ini dapat bermanfaat umumnya bagi pembaca dan khususnya bagi penyusun.

DAFTAR PUSTAKA

Tim IPA SMP/MTs. 2007. Ilmu Pengetahuan Alam 2 Untuk SMP/MTs Kelas VIII. Jakarta : Galaxy Puspa Mega.
Tim Biologi SMU.1997. Biologi 2. Jakarta : Galaxy Puspa Mega.
Amien, M. 1995. Biologi 2 untuk Sekolah Menengah Umum Kelas 2. Jakarta : Penerbit Balai Pustaka.
Pratiwi, D.A. et al. 2000. Buku Penuntun Biologi untuk SMU kelas 2. Jakarta : Penerbit Erlangga.
Prawirohartono,S. dan Hadisumarto, S. 1999. Sains Biologi-2b,Untuk SMU Kelas 2 Tengah Tahun Kedua Sesuai Kurikulum 1994. Jakarta : Penerbit Bumi Aksara.
Kadaryanto et al. 2006. Biologi 2. Jakarta : Penerbit Yudhistira.
Furqonita,D. 2007. Seri IPA-BIOLOGI 3 SMP Kelas IX. Jakarta : Quadra-Penerbit Yuhistira.

Facebook Twitter Google+
 
Back To Top