Doa doa, Surat Yasin, Surat Al Waqiah, Asmaul Husna, Ayat Kursi, Juz Amma, Contoh Surat Lamaran Kerja, Proposal, Makalah dan Puisi

Tuesday, June 3, 2014

ARTIKEL KESEHATAN | Makanan Pendamping Air Susus Ibu (MP ASI)

1. Makanan Pendamping Air Susus Ibu (MP ASI)


Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP ASI) adalah makanan atau minuman yang mengandung gizi diberikan kepada bayi atau anak untuk memenuhi kebutuhan gizinya. Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP ASI) merupakan proses transisi dari asupan yang semata berbasis susu menuju ke makanan yang semi padat. Untuk proses ini juga dibutuhkan keterampilan motorik oral. Keterampilan motorik oral berkembang dari refleks menghisap menjadi menelan makanan yang berbentuk bukan cairan dengan memindahkan makanan dari lidah bagian depan ke lidah bagian belakang. Pengenalan dan pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP ASI) harus dilakukan secara bertahap baik bentuk maupun jumlahnya, sesuai dengan kemampuan pencernaan bayi atau anak.

Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP ASI) yang cukup dalam hal kualitas dan kuantitas penting untuk pertumbuhan fisik dan perkembangan kecerdasan anak yang bertambah pesat pada periode ini.

Indikator bahwa bayi siap untuk menerima Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP ASI) berupa makanan padat :

a. Kemampuan bayi untuk mempertahankan kepalanya untuk tegak tanpa disangga.

b. Menghilangnya refleks menjulurkan lidah.

c. Bayi mampu menunjukkan keinginannya pada makanan dengan cara membuka mulut, lalu memajukan anggota tubuhnya ke depan untuk menunjukkan rasa lapar, dan menarik tubuh ke belakang atau membuang muka untuk menunjukkan ketertarikan pada makanan.

Permasalahan dalam pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP ASI) dari hasil beberapa penelitian menyatakan bahwa keadaan kurang gizi pada bayi dan anak disebabkan karena kebiasaan pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP ASI) yang tidak tepat. Keadaan ini memerlukan penanganan tidak hanya dengan penyediaan pangan, tetapi dengan pendekatan yang lebih komunikatif sesuai dengan tingkat pendidikan dan kemampuan masyarakat. Selain itu ibu-ibu kurang menyadari bahwa setelah bayi berumur 6 bulan memerlukan Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP ASI) dalam jumlah dan mutu yang semakin bertambah, sesuai dengan pertambahan umur bayi dan kemampuan alat cernanya (Ariani, 2008, MP ASI, ¶ 6-8, http://www.ParentingIslami.wordpress.com. diperoleh tanggal 12 april 2011).
Beberapa permasalahan dalam pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP ASI) umur 6-24 bulan yaitu :
a. Pemberian Makanan Pralaktal (Makanan sebelum ASI keluar).
Makanan pralaktal adalah jenis makanan seperti air kelapa, air tajin, air teh, madu, pisang, yang diberikan pada bayi yang baru lahir sebelum ASI keluar. Hal ini sangat berbahaya bagi kesehatan bayi, dan mengganggu keberhasilan menyusui.
b. Kolostrum dibuang
Kolostrum adalah ASI yang keluar pada hari-hari pertama, kental dan berwarna kekuning-kuningan. Masih banyak ibu-ibu yang tidak memberikan kolostrum kepada bayinya. Kolostrum mengandung zat kekebalan yang dapat melindungi bayi dari penyakit dan mengandung zat gizi tinggi. Oleh karena itu kolostrum jangan dibuang.

c. Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP ASI) terlalu dini atau terlambat

Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP ASI) yang terlalu dini (sebelum bayi berumur 6 bulan) menurunkan konsumsi ASI dan gangguan pencernaan diare. Kalau pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP ASI) terlambat bayi sudah lewat usia 6 bulan dapat menyebabkan hambatan pertumbuhan anak.
d. Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP ASI) yang diberikan tidak cukup
Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP ASI) pada periode umur 6-24 bulan sering tidak tepat dan tidak cukup baik kualitas maupun kuantitasnya. Adanya kepercayaan bahwa anak tidak boleh makan ikan dan kebiasaan tidak menggunakan santan atau minyak pada makanan anak, dapat menyebabkan anak menderita kurang gizi terutama energi dan protein serta beberapa vitamin penting yang larut dalam lemak.
e. Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP ASI) sebelum ASI
Pada usia 6 bulan, pemberian ASI yang dilakukan sesudah Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP ASI) dapat menyebabkan ASI kurang dikonsumsi. Pada periode ini zat-zat yang diperlukan bayi terutama diperoleh dari ASI . Dengan memberikan Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP ASI) terlebih dahulu berarti kemampuan bayi untuk mengkonsumsi ASI berkurang, yang berakibat menurunnya produksi ASI . Hal ini dapat berakibat anak menderita kurang gizi. Seharusnya ASI diberikan dahulu baru Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP ASI).

f. Frekuensi pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP ASI) kurang

Frekuensi pemberian MP ASI dalam sehari kurang akan berakibat kebutuhan gizi anak tidak terpenuhi.

g. Pemberian ASI terhenti karena ibu kembali bekerja

Di daerah kota dan semi perkotaan, ada kecenderungan rendahnya frekuensi menyusui dan ASI dihentikan terlalu dini pada ibu-ibu yang bekerja karena kurangnya pemahaman tentang manajemen laktasi pada ibu bekerja. Hal ini menyebabkan konsumsi zat gizi rendah apalagi kalau pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP ASI) pada anak kurang diperhatikan.
h. Kebersihan kurang
Pada umumnya ibu kurang menjaga kebersihan terutama pada saat menyediakan dan memberikan makanan pada anak. Masih banyak ibu yang menyuapi anak dengan tangan, menyimpan makanan matang tanpa tutup makanan atau tudung saji dan kurang mengamati perilaku kebersihan dari pengasuh anaknya. Hal ini memungkinkan timbulnya penyakit infeksi seperti diare (mencret) dan lain-lain.
i. Prioritas gizi yang salah pada keluarga
Banyak keluarga yang memprioritaskan makanan untuk anggota keluarga yang lebih besar, seperti ayah atau kakak tertua dibandingkan untuk anak baduta dan bila makan bersama-sama anak baduta selalu kalah (Ariani, 2008, MPASI, ¶ 9 ,http://www.Parenting Islami. wordpress.com. diperoleh tanggal 12 april 2011).
Menurut Saraswati (2000, hlm 18), kebutuhan makanan tambahan berdasarkan kelompok umur adalah sebagai berikut :

a. Umur 6 bulan

Bayi harus terus di beri ASI, di samping itu mulai diberikan makanan lumat seperti bubur tepung, bubur encer atau pisang lumat, papaya di haluskan, jika memungkinkan dapat ditambah sayur dan lauk pauk yang dilumatkan. Mulai satu kali sehari lalu berangsur-angsur menjadi 2-3 kali perhari.

b. Umur 7-9 bulan

Di samping ASI, bayi sudah dapat diberikan makanan lembek atau lunak, sebanyak 3 kali sehari (nasi tim bayi yang terdiri dari beras, tahu, tempe, telur, sayur dan kacang-kacangan) tiap kali makan diberikan porsi sebagai berikut :

1) Umur 7 bulan : 7 sendok makan

2) Umur 8 bulan : 8 sendok makan

3) Umur 9 bulan : 9 sendok makan

Teruskan pemberian buah papaya, pisang tomat yang masih halus (sari buah).

c. Umur 10-18 bulan

Teruskan ASI dan makanan lumat sebanyak 4 kali sehari, makanan selingan ditambah menjadi 2-3 kali sehari, seperti bubur kacang hijau, pisang atau buah-buahan.

d. Umur 19-24 bulan

Teruskan ASI dan makanan lengkap, anak sudah dapat makan seperti keluarga namun harus tetap perlu mendapat perhatian ibu dan anggota keluarga lainnya, teruskan makanan yang bergizi.
Adapun aneka resep makanan pendamping air susu ibu untuk anak umur 6-24 bulan sebagai berikut :

a. Bubur Tepung

1) Bahan

Tepung beras : 1 sdm, air : ¼ - ½ gelas, gula : 1 sdt

2) Cara membuat

Semua bahan dicampur kemudian dimasak hingga matang, hingga bahan agak sedikit mengental.

b. Bubur ubi jalar merah atau bubur jagung

1) Bahan

Ubi jalar merah lumat : 2 sdm, air (air matang) : ¾ - ½ gelas, gula : 1 sdt.

2) Cara membuat

Ubi jalar direbus kemudian dibuat bubur dan dicampur dengan bahan lain kemudian dimasak lagi sambil terus diaduk.

c. Pisang lumat

1) Bahan

Pisang (yang isinya kuning) : ½ buah, margarine atau minyak : 1sdt.

2) Cara membuat

Pisang dihaluskan kemudian ditambah margarine atau minyak dan diaduk hingga tercampur rata.

d. Bubur tepung telur

1) Bahan

Tepung beras : 1 sdm, kaldu ayam/sapi/air : ½ - 1 gelas, kuning telur : ½ - 1 butir.

2) Cara membuat

Tepung beras dicampur denga air kaldu dan campur dengan kuning telur, aduk hingga rata kemudian dimasak sampai matang.

e. Bubur ubi jalar telur atau bubur tepung telur

1) Bahan

Ubi jalar merah lumat : ½ gelas, air : ¾ - ½ gelas, kuning telur (matang) : ½ butir, gula : 1 sdt.

2) Cara membuat

Ubi jalar yang telah dilumatkan dicampur dengan kuning telur yang telah matang dan gula, kemudian dimasak dan diaduk hingga tercampur rata.

f. Pisang lumat kacang hijau

1) Bahan

Tepung kacang hijau : 2 sdm, pisang : 1 buah, air : ¼ - ½ gelas.

2) Cara membuat

Tepung kacang hijau dicampur dengan air kemudian dimasak di atas api kecil hingga matang, setelah agak dingin dicampur dengan pisang.

g. Bubur ubi jalar kacang

1) Bahan

Ubi jalar lumat : 2 sdm, gula : 1 sdt, air : ½ gelas.

2) Cara membuat

Semua bahan dicampur menjadi satu diaduk samapai rata, kemudian dimasak diatas api kecil hingga masak.

h. Tim saring

1) Bahan

Beras : 1 sdm, hati ayam : 1 biji, bayam : 10 lembar, wortel : 1 biji, air : 1 gelas.

2) Cara membuat

Semua bahan dicincang, di tim dan kemudian disaring. Setelah disaring, angkat, dicampur dan dihidangkan.

i. Bubur sagu

1) Bahan

Tepung sagu : 1 sdm, santan : 1 sdm, air : 1 gelas, ikan/tempe/hati yang dihaluskan: ½ sdm, bayam (dicincang) : 10 lembar.

2) Cara membuat

Tepung sagu, santan dan air dicampur dan dimasak, setelah setengah matang campurkan bahan ikan/tempe/hati dan bayam, kemudian dimasak sampai matang.



j. Tim ubi jalar

1) Bahan

Ubu jalar merah lumat/tepung jagung : 2 sdm, tepung kacang-kacangan atau tempe : 2 sdm, bayam (dicincang) : 2 lembar, ikan atau hati yang dilumatkan : 1 sdm, garam sedikit atau secukupnya.

2) Cara membuat

Semua dicampur dan diaduk serta masak hingga matang.

k. Tim kentang

1) Bahan

Kentang lumat : ½ gelas, daging sapi/ayam/ati : 1 sdm, margarine atau minyak : 1 sdt.

2) Cara membuat

Daging ayam atau hati yang telah dihaluskan dan dimasak, dicampur dengan bahan-bahan lainnya kemudian di buat tim hingga masak (Wiryo, 2002, hlm 42-59).
Facebook Twitter Google+
 
Back To Top