Doa doa, Surat Yasin, Surat Al Waqiah, Asmaul Husna, Ayat Kursi, Juz Amma, Contoh Surat Lamaran Kerja, Proposal, Makalah dan Puisi

Thursday, February 12, 2015

MAKALAH NILAI TIK DALAM PEMBELAJARAN

Teknologi Informasi dan Komunikasi atau TIK didefinisikan sebagai sekumpulan perangkat dan sumber daya teknologi yang digunakan untuk berkomunikasi, penciptaan, penyebaran, penyimpanan dan pengelolaan informasi. Teknologi ini termasuk komputer, internet, teknologi penyiaran dan telepon.

Penggunaan komputer dan internet dalam pendiidkan pada masa kini memiliki nilai tambah yang baik, dimana pola interaksifitas siswa sangat tinggi. Pada saat ini di kota-kota, TIK dipelajari sebagai subyek pembelajaran yang harus dikuasai siswa serta dijadikan sebagai perangkat bantu peningkatan efisiensi dan efektifitas belajar (E-Learning). Meskipun demikian penerapan TIK di Negara berkembang memang masih sangat dini, dikarenakan biaya pengembangan infrastruktur dan biaya operasional penerapannya masih tinggi serta minimnya pengajar yang memiliki kompetensi yang baik di bidang ini. Pengembanag e-edukasi merupakan upaya mengembangkan penyelenggaraan pendidikan yang berbasis elektronik dalam rangka meningkatkan kualitas layanan publik secara efektif dan efisien. Melalui pengembangan e-edukasi, penataan sistem manajemen dan proses kerja di lingkungan sekolah dilakukan dengan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi.

Pemanfaatan teknologi informasi tersebut mencakup 3 (tiga) aktivitas yang berkaitan, yaitu:

  1. Pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi, dimana guru, siswa bersama-sama menggunakan TIK sebagai sumber belajar, alat bantu dan prasarana komunikasi pembelajaran.
  2. Pengolahan data, pengelolaan informasi, sistem manajemen dan proses kerja sekolah secara elektronis.
  3. Pemanfaatan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi agar pelayanan pendidikan dapat diakses secara mudah dan murah oleh masyarakat di seluruh wilayah Negara.
Pembangunan dan pengembangan e-edukasi sebagai pendukung perkembangan TIK di Indonesia dirasa masih belum memadai, selain masih rendahnya rata-rata partisipasi masyarakat dalam mengikuti pendidikan, namun juga kesadaran masyarakat akan pentingnya TIK merupakan salah satu faktor utamanya.
Untuk itu perlu adanya sejumlah program pengembangan e-edukasi di Indonesia diantaranya:
1.      Penetapan standar kompetensi profesi SDM TIK
Tingginya permintaan pasar akan profesi TIK di Indonesia mendorong perlunya standar kompetensi profesi yang baku bagi sumber daya manusia di bidang TIK. Standar kompetensi ini diperlukan untuk menjaga kualitas agar mampu bersaing dengan tenaga asing, untuk itu diperlukan adanya kerjasama dari berbagai stakeholders agar dapat merumuskan standar kompetensi profesi SDM TIK yang tepat

2.      Kampanye penggunaan internet untuk pendidikan
Walaupun jumlah pengguna internet maupun jumlah internet domains di Indonesia meningkat secara tajam, namun pemanfaatan internet untuk pembelajaran masih terbatas. Selain pola belajar masih menggunakan pola konvensional, namun juga karena adanya keterbatasan sarana dan prasarana yang menunjang penggunaan internet untuk pendidikan, seperti kurangnya ketersediaan komputer di sekolah, tidak adanya akses telekomunikasi yang memadai, serta masih mahalnya biaya akses internet.

3.      Pengembangan software pendidikan
Dengan pengembangan software pendidikan akan meningkatkan pemerataan materi pendidikan dan kompetensi yang baik bagi para pelajar. Program ini mengimplementasikan system pembelajaran dengan menggunakan software sebagai alat bantu guna memberikan kemudahan dalam proses belajar mengajar, baik bagi para siswa dan pengajar.

Nilai Penguasaan Kompetensi Baru

TIK secara meyakinkan menyelinap di setiap relung kehidupan manusia (pekerjaan, belajar, bermain, bergembira, bersosialisasi, kesehatan dan lain-lain). Bernie Thrilling (2006) mengatakan ada 12 kompetensi sangat baru berbasis TIK yang saat ini berkembang dengan cepat, yaitu:

  1. Kompetensi mencari dengan tepat dan cepat/searching dengan search engine
  2. Collecting, MP3, grafik, animasi, video
  3. Creating, membuat web, membuat game
  4. Sharing, web pages, blog
  5. Communicating, e-mail, IM, chat
  6. Coordinating, workgroups, mailing list
  7. Meeting, forum, chatroom
  8. Socializing, beragam kelompok social on line
  9. Evaluating, on line advisor
  10. Buying-Selling, jual beli on line
  11. Gaming, game on line
  12. Learning, jurnal on line, riset on line
Sekolah merupakan sebuah institusi yang mengelola informasi dan pengetahuan, sehingga TIK layak menjadi sebuah pondasi dari perangkat efisiensi manajemen pada setiap tingkatan system pendidikan, baik dari ruang kelas sampai menuju kantor menteri pendidikan. Peningkatan efektifitas dengan menggunakan TIK menawarkan proses otomasi pekerjaan administratif yang terkadang membosankan sehingga peningkatan kualitas hasil kerja menjadi lebih tinggi.

Peningkatan mutu sekolah dan perkembangan teknologi serta komposisi demografi dunia mengharuskan sekolah untuk secara terus menerus mencai alternatif perbaikan dalam praktik pengajaran dan penciptaan sumber belajar yang lebih efektif serta meningkatkan keterampilan belajar seumur hidup pada anak didiknya.

TIK memberikan sebuah alternatif perangkat yang sangat potensial dalam menyediakan alternatif perbaikan pembelajaran di dunia yang baru ini, untuk itu selayaknya TIK tersedia di setiap aktifitas pembelajaran dan setiap ruangan baik di ruang kelas, perpustakaan, ruang guru, dan lain-lain. TIK dengan kekayaannya memebrikan multi dimensi dari beragam media, akan mampu merangsang pemahaman siswa yang mungkin tidak dapat dicapai dengan kata perkata dari seorang guru yang sedang mengajar.

TIK dapat dan selayaknya mampu memainkan beragam peran di sekolah, yang paling penting diantaranya peran dalam meningkatkan pedagogi, peran kultural, sosial, profesionalisme serta peran administratif.

TIK jika diterapkan secara logis dengan pemilihan perangkat lunak secara hati-hati akan dapat secara positif meningkatkan banyak aspek peningkatan kualitas sekolah. Dimulai dari analisis praktik pembelajaran saat ini dan perbaikan kualitas secara gradual, keluasan dan kedlaman lingkungan pembelajaran sehingga sampai pada pemberian peluang untuk pengembangan guru.
Peran yang paling penting dari TIK di sekolah adalah memberikan sebuah kerangka baru yang mampu mengakomodasikan revisi dan perbaikan praktik-praktik pembelajaran. Guru, tenaga kependidikan dan siswa harus mampu mengambil keuntungan dari ketersediaan dan kekayaan sumber daya pendidikan yang tersedia di dunia informasi saat ini, baik dalam bentuk sumber belajar paket perangkat lunak pembelajaran, maupun informasi penting yang ada di situs web.

Guru harus mampu menciptakan kurikulum atau silabus yang dengan bahan ajr serta strategi yang jelas agar dapat mengintegrasikan dan menggunakan bahan yang terseia secra efektif. Fakta yang tak terbantahakn saat ini adalah adanya motivasi yang sangat tinggi pada pembelajaran ketika penggunaan TIK menjadi bagian dari pengalaman pembelajaran mereka di kelas. Guru harus mampu untuk memanfaatkan perilaku positif ini untuk mencari tahu strategi belajar yang baru dan mampu menciptakan kondisi siswa lebih aktif, interaktif dan terlibat dalam pembelajaran dibandingkan dengan siswa yang hanya pasif di kelas saja.

Di sekolah yang berada di daerah tertinggal, siswa seringkali mendapat kesuliatan untuk mengembangkan keterampilan dasar yang diperlukan dikarenakan minimnya pengetahuan serta kompetensi guru. TIK mmebrika alternative sumber belajar di samping guru yang kaya dengan media dan mampu memberikan pemahaman konsep dengan segala keunggulan multimedia yang dimilikinya. Beragam bahann ajar multimedia interaktif dapat menjadi suplemen materi bagi siswa untuk menguasai konsep-konsep abstrak yang sulit dipahami. Penggunaan TIK secara tepat terutama komputer dan internet mampu memberikan sebuah cara baru belajar dan mengajar.  Penerapan pembelajaran kontekstual misalnya mampu memindahkan paradigma dari pembelajaran berpusat pada guru dengan pola hapalan dan ujian menjadi siswa yang aktif.

Dalam pelaksanaan pembelaran di kelas, terdapat tiga pendekatan yang dapat dilaksanakan dalam penggunaan komputer dan internet, yaitu:
1.Pembelajaran mengenai komputer dan internet, dengan target akhirnya adalah penguasaan kompetensi penggunaan teknologi atau literasi teknologi informasi dan komunikasi yang mencakup sebagai berikut:

  1. Fundamental: istilah dasar, konsep dan pengoperasian
  2. Penggunaan keyboard dan mouse
  3. Penggunaan alat produktivitas seperti pengolah kata, pengolah angka, basis data dan program pembuatan grafik
  4. Penggunaan perangkat riset dan kolaborasi, seperti mesin pencari dan e-mail
  5. Keterampilan dasar yang digunakan dalam pemograman
  6. Pengembangan sebuah kepedulian dari dampak sosial terhadap perubahan teknologi.
Pembelajaran dengan komputer dan internet dengan target teknologi menjadi perangkat fasilitator atau sumber belajar dari seluruh mata pelajaran yang ada pada kurikulu/silabus. Penggunaan TIK pada jenis ini antara lain:

  1. Perangkat lunak presentasi, demonstrasi atau manipulasi data dengan menggunakan perangkat produktivitas
  2. Penggunaan aplikasi khusus, seperti games, latihan soal ujian, simulasi, laboratorium maya, visualissi animasi dari konsep abstrak, film dan multimedia
  3. Penggunaan sumber informasi dalam bentuk kemasan CD atau on line, seperti ensiklopedi, peta interaktif, atlas, jurnal elektronik.
Pembelajaran melalui komputer dan internet yang mengintegrasikan perkembangan keterampilan teknologi literasi dengan penerapan.

Penerapan TIK pada jenis ini, mengkombinasikan penguasaan literasi teknologi dengan penguasaan bahan ajar non TIK. Kebutuhan penguasaan teknologi dasar dipelajari hanya ketika siswa membutuhkan dalam menyelesaikan pembelajaran non TIK tersebut.
Peran TIK sebagai agen atau duta kebudayaan, terwujud melalui penggunaan maupun pelayanan sumber informasi dan layanan yang tersedia melalui internet atau bahan informasi dalam CD. Informasi yang kaya warna, multimedia serta komunitas pembelajar yaitu siswa, guru administrator dan orang tua. Sebuah sekolah yang sudah menggunakan internet dapat menjadi tali penyambung jalinan sosial dalam membangun kerjasama pada level local, nasional, bahkan internasional.

Proyek akademik atau kebudayaan yang menghubungkan siswa dan guru dari beragam Negara membuka sebuah wawasan bau, sebuah berkomunikasi dan berbicara dengan partner di luar sekolah atau bahkan dengan sebuah kebudayaan yang sama sekali berbeda di Negara lain.

Secara profesionalisme, peningkatan kompetensi pendidik dapat tercapai melalui penerapan TIK, yaitu pendidik dapat saling bertukar pengalaman permasalahan dan alternative solusi yang didiskusikan secara maya, bahkan pendidik dapat belajar dan meningkatkan pengetahuannya dengan informasi atau melalui keterlibatan dalam sebuah forum diskusi maya yang melibatkan banyak guru dari daerah yang berbeda. Peningkatan profesionalisme guru dapat dilakukan dengan mempelajari banyak bahan-bahan e-learning yang tersedia untuk peningkatan kompetensi guru.

Peran Administratif TIK

TIK memainkan peranan penting dalam meringankan beban administrasi sekolah dan lebih efektif terintegrasi dengan alur yang diperlukan oleh siswa, guru, pendanaan dan aktifitas melalui pengelolaan system informasi yang baik.

Hal ini juga akan berarti proses pelaporan kegiatan serta hasil pembelajaran akan dengan cepat dapat disebar dan disampaikan kepada stakeholder pendidikan. Pada lingkup ruang kelas misalnya, guru dapat dengan mudah membuat penilaian akademis dan mencatat perkembangan karakter siswa secara berkala dan terus diperbaharui dengan menggunakan peralatan TIK, selain dari menyediakan data yang diperlukan administrasi sekolah dan orang tua.

Pada level administrasi sekolah, proses kegiatan administrasi akan sangat terbantu dengan adanya perangkat pengolah angka atau pengolah kata, dibandingkan dengan mesin tik manual yang merepotkan dalam updating dan perbaikan dokumen. Selanjutnya dokumen digital dapat disimpan pada aplikasi database untuk menyimpan data sekolah. System informasi yang baik akan dengan mudah membuat pelaporan secara digital kepada stakeholder pendidikan termasuk pada Dinas Pendidikan lokal maupun Departemen Pendidikan Nasional. Kesadaran peningkatan kompetensi serta profesionalitas guru harus terus dibangun. Pengembangan sumber belajar yang berbasis TIK yang up to date, berkualitas serta akses internet akan membuka pintu yang sangat luas bagi guru untuk terus mengaktualisasikan diri dan pada gilirannya akan mampu menjadi sumber motivasi dalam merubah praktik pengajaran konvensional selama ini dengan praktik penmgajarn terbaru yang telah teruji di masyarakat.

Tetapi pemanfaatan perlatan TIK perlu didukung oleh keterampilan pengguna, baik guru, siswa, tenaga kependidikan. Oleh karena itu perlu adanya peningkatan kompetensi TIK bagi pihak yang terkait harus selaras dilakukan agar tidak terjadi kesenjangan penggunaan TIK.
Facebook Twitter Google+
 
Back To Top