Doa doa, Surat Yasin, Surat Al Waqiah, Asmaul Husna, Ayat Kursi, Juz Amma, Contoh Surat Lamaran Kerja, Proposal, Makalah dan Puisi

Friday, May 15, 2015

PEMBELAJARAN MULTIMEDIA SEBAGAI MODEL PEMBELAJARAN MODERN

PEMBELAJARAN MULTIMEDIA SEBAGAI MODEL PEMBELAJARAN MODERN  

Secara etimologis multimedia berasal dari kata “multi” (Bahasa Latin, nouns yang berarti banyak, bermacam-macam), dan “mediu,m” (Bahasa Latin yang berarti sesuatu yang dipakai untuk menyampaikan atau membawa sesuatu). Kata medium dalam American Heritage Electronic Dictionary (1991) juga diartikan sebagai alat untuk mendistribusikan dan mempresentasikan informasi. Jadi subyek multimedia adalah informasi yang bisa dipresentasikan kepada manusia. Secara sederhana presentasi informasi itu sering dikategorikan sebagai ilmu pengetahuan.

Benih-benih pengetahuan begitu luas, kompleks dan mendalam sehingga seorang guru mau tidak mau terbatasi kemampuannya di dalam mempresentasikan informasi dan pengetahuan tertentu.

Teknologi sebagai realitas paling berpengaruh di zaman ini. Teknologi itu jelas hanyalah materi, “benda” (nouns), yang selalu menyejarah secara inovatif. Kelemahan dan keterbatasan kemampuan manusia yang berusaha ditutupi (covered) dan ditopang oleh kemampuan teknologi agar segala aktivitas (actus, action) yang dilakukan manusia menjadi mudah, cepat, efektif, seakurat mungkin dan hasilnya semakin maksimal. Teknologi lama kelamaan berperan menjadi presentator-presentator multi informasi yang sangat mengagumkan, sangat kreatif dan inovatif. Internet misalnya, bukan rahasia lagi menjadi penerobos berbagai situs informasi berbasis jaringan sampai penjuru dunia. Internet menghubungkan aneka informasi secara jaringan di seluruh dunia agar bisa berinteraksi dengan manusia secara cepat, efektif, akurat dan terhitung sangat hemat. Teknologi memang diakui saat ini mampu menggantikan banyak peranan manusia dalam aktivitas-aktivitasnya.

Metode teknologi dan metode manusia pun sering berbeda dan bertolak belakang atau berbanding terbalik dalam mempresentasikan informasi dan pengetahuan.

Multimedia sebagaisarana pendidikan memiliki setidaknya dua pengertian yakni gabungan dari berbagai media (bahan cetak/teks, audio, video, slide, siaran radio, siaran televisi) yang masing-masing berdiri sendiri namun terprogram dan komputer multimedia. Multimedia dalam artian gabungan berbagai media lebih cocok digunakan untuk kelas missal. Sementara komputer multimedia cocok digunakan untuk belajar yang sifatnya individual.

“Tidak bisa dipungkiri bahwa teknologi multimedia mampu memberi dampak besar dalam komunikasi dan pendidikan karena bisa mengintegrasikan teks, grafik, animasi, audio dan video dan mengembangkan proses belajar ke arah yang lebih dinamis, “ ujar pengamat pendidikan Siswo Saroso. Namun yang lebih penting ialah pemahaman tentang bagaimana teknologi tersebut digunakan dengan efektif. Guru juga dituntut mempunyai kemahiran dan diri dalam menggunakan teknologi.

Harus diingat bahwa teknologi multimedia hanya bertindak sebagai pelengkap, tambahan atau alat bantu bagi guru. Multimedia tidak akan mengambil alih tempat dan tugas guru. Ini adalah saluran pilihan dalam menyampaikan informasi dengan cara yang lebih berkesan.

Perhatian khusus dalam pemanfaatan multimedia hendaknya diberikan kepada pengembangan tenaga profesional. Investasi besar dalam infrastruktur, perangkat keras dan lunak akan sia-sia bila guru tidak dipersiapkan sejak dini.

“Kita sudah punya Jardiknas (Jaringan Pendidikan Nasional) yang backbone-nya sudah luar biasa. Ibaratnya, jalan tolnya sudah bagus, tinggal tarik dari jalan kecil ke jalan besarnya,“ ujar Mendiknas M. Nuh. Meski tidak menyebutkan berapa biaya yang dibutuhkan untuk itu. Ia mengatakan anggaran yang dibutuhkan tidak terlalu besar karena sudah ditunjang oleh program yang dimiliki Depkominfo yakni ”internet masuk desa.”

Konsep multimedia memang sangat erat kaitannya dengan sistem pendidikan jarak jauh atau pendidikan terbuka yang mengharuskan siswa belajar secara mandiri. Implementasi teknologi informasi dapat digunakan untuk menjembatani jurang keterasingan wilayah atau penduduk. Apalagi jika SDM guru di berbagai wilayah terpencil itu masih tidak memenuhi standar, sedangkan mendatangkan guru menjadi lebih mahal. Namun agar program ini dapat terlaksana, pemerintah harus konsisten dengan program yang mereka ciptakan.

Namun kita harus melihat jauh ke depan, bahwa dunia multimedia adalah dunia yang efeknya sangat prospektif (prospectable). Aneka bentuk pekerjaan dan kehidupan di masa mendatang bagi generasi penerus semakin menyatu dengan era teknologi tanpa batas (unlimited technology) yang diramalkan filsuf “techno” asal Jerman, Horkhreimer, sebagai tantangan terbesar bagi peradaban manusia di masa mendatang.
Ada beberapa manfaat yang dapat diambil dalam pembelajaran multimedia, yaitu:

  1. Pengenalan perangkat teknologi informasi dan komunikasi kepada siswa
  2. Memberikan pengalaman baru dan menyenangkan baik bagi guru itu sendiri maupun siswa
  3. Mengejar ketertinggalan pengetahuan tentang IPTEK di bidang pendidikan
  4. Pemanfaatan multimedia dapat membangkitkan motivasi belajar para pembelajar, karena adanya multimedia membuat presentasi pembelajaran menjadi lebih menarik
  5. Multimedia dapat digunakan membantu pembelajar membentuk model mental yang akan memudahkannya memahami suatu konsep
Ada tujuh (7) langkah mudah mengambangkan multimedia pembelajaran, yaitu :

  1. Menentukan jenis multimedia pembelajaran. Jenis multimedia menurut kegunaannya ada dua, yaitu; multimedia presentasi pembelajaran,dan multimedia pembelajaran mandiri.
  2. Tentukan tema materi ajar
  3. Susun alur cerita (storyboard)
  4. Mulai buat sekarang juga!
  5. Gunakan teknik “ATM” (Amati, Tiru, Modifikasi) dalam memaksimalkan pembelajaran multimedia
  6. Tetapkan target
  7. Ingat terus tiga resep dari “Success Story”, dengan berani mencoba dan terus mencoba lagi, belajar mandiri (otodidak) dari buku-buku yang ada (maka perlu investasi membeli buku-buku berkualitas), tekun dan tidak menyerah meskipun peralatan terbatas.
Ada beberapa aplikasi praktis yang dapat dilakukan berkaitan dengan hasil yang diperoleh melalui penelitian ini. Dari hasil bahwa perpaduan suara dan diagram memiliki efektifitas yang tinggi, maka sebaiknya dalam mengembangkan bahan ajar berbasis computer, guru dan sekolah memperhatikan aspek ini. Di samping itu, dalam melaksanakan program pembelajaran di kelas, sebaiknya guru juga mempertimbangkan perpaduan media ini.

Media pembelajaran dapat disebutkan sebagai sarana stimulus aktif, karena segala sesuatu yang digunakan untuk menyalurkan pesan (pengetahuan, keterampilan, dan sikap), serta dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemauan yang belajar sehingga secara sengaja proses belajar terjadi, bertujuan, dan terkendali.
Pemahaman TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi), meliputi;

  1. Teknologi; cara mensinergikan peralatan yang digunakan (hardware/software), supaya mampu dimanfaatkan maksimal.,
  2. Informasi; teks, grafik, gambar, audio, video, animasi yang mampu memberikan makna bagi orang lain.
  3. Komunikasi; hubungan satu dengan lainnya untuk saling bertukar data dan informasi
  4. Komputer; suatu peralatan (hardware/software) yang digunakan untuk mengelola konten informasi
  5. Konten; informasi seperti; teks, grafik, gambar, audio, video, animasi yang mampu memberikan makna bagi orang lain.
Sedangkan keunggulan multimedia pembelajaran yaitu:

  1. Memperbesar benda yang sangat kecil dan tidak tampak oleh mata, seperti kuman, bakteri, elektron.
  2. Memperkecil benda yang sangat besar yang tidak mungkin dihadirkan di sekolah, seperti gunung, laut, gajah, dan sebagainya.
  3. Menyajikan benda atau peristiwa yang kompleks, rumit, dan berlangsung cepat atau lambat, seperti system tubuh manusia, bekerjanya suatu mesin, berkembangnya bunga, dan lain-lain.
  4. Menyajikan benda atau peristiwa yang jauh seperti bulan, bintang, matahari, salju, dan lain-lain
  5. Menyajikan benda atau peristiwa yang berbahaya, seperti letusan gunung berapi.
  6. Meningkatkan daya tarik siswa.
Interaksi antara guru dan siswa tidak hanya dilakukan melalui hubungan tatap muka. Komunikasi sebagai media pendidikan dapat dilakukan menggunakan media komunikasi seperti telepon, computer, internet, e-mail, blog, facebook, dan sebagainya.

Guru dapat memberikan layanan tanpa harus berhadapan langsung dengan siswa. Demikian pula siswa dapat memperoleh informasi dalam lingkup yang luas dari berbagai sumber melalui cyber space atau ruang maya dengan menggunakan computer atau internet. Hal yang paling mutakhir adalah berkembangnya apa yang disebut cyber teaching atau pengajaran maya, yaitu proses pengajaran yang dilakukan dengan menggunakan internet.

Facebook Twitter Google+
 
Back To Top