Doa doa, Surat Yasin, Surat Al Waqiah, Asmaul Husna, Ayat Kursi, Juz Amma, Contoh Surat Lamaran Kerja, Proposal, Makalah dan Puisi

Friday, February 5, 2016

Pengertian, Tugas , dan Fungsi guru

Pengertian, Tugas , dan Fungsi guru

1. GURU
1) Pengertian
Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.

Kedudukan guru sebagai tenaga profesional bertujuan untuk melaksanakan sistem pendidikan nasional dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional, yaitu berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab.

2) TUGAS POKOK
Tugas pokok seorang guru dalam melaksanakan kewajibannya sebagai aparat negara dan abdi masyarakat di dunia pendidikan adalah :
1. Menyusun Program Pembelajaran yang meliputi :
a. Menyusun Program Tahunan
b. Menyusun Program Semester
c. Menyusun Rencana Program Pembelajaran

2. Melaksanakan Program Pembelajaran dengan dilengkapi administrasi sebagai berikut :
a. Daftar hadir siswa
b. Jurnal pembelajaran
c. Catatan khusus dalam proses pembelajaran

3. Melaksanakan Evaluasi Pembelajaran meliputi :
a. Menyusun program pelaksanaan evaluasi
b. Menyusun perangkat evaluasi ( Kisi-kisi, naskah soal, pedoman penilaian, instrumen lain )
c. Melaksanakan evaluasi sesuai dengan kompetensi yang dipersyaratkan
d. Daftar nilai tiap siswa dan kompetensi

4. Melaksanakan analisa hasil evaluasi
a. Menyusun perangkat analisa evaluasi
b. Melaksanakan analisa hasil evaluasi antara lain validitas soal dan ketuntasan siswa belajar
5. Menyusun dan Melaksanakan Program Perbaikan / Pengayaan

a. Menyusun program perbaikan / pengayaan
b. Melaksanakan perbaikan yang meliputi remidial teaching dan atau remidial test
c. Melaksanakan pengayaan bagi siswa yang istimewa atau memiliki kemampuan tinggi
d. Daftar nilai hasil perbaikan / remidi dan pengayaan

3) Semboyan
semboyan dari Ki Hajar Dewantara berikut ini:

  • Ing Ngarso Sungtulodo (dari depan memberikan teladan)
  • Ing Madya Mangunkarso (dari tengah memberikan semangat)
  • Tut Wuri Handayani (dari belakang mendorong)

Semboyan itu menggambarkan peran seorang guru atau pendidik dalam dunia pendidikan. Kumpulan peran yang cukup lengkap, yaitu: menjadi teladan, memberikan semangat, dan memberikan dorongan.

Jika seorang pimpinan berada di tengah-tengah anak buahnya hendaknya ia bisa membangkitkan kegairahan agar anak buah atau anak asuhnya bisa bersemangat untuk berkarya atau bekerja. Di tengah anak buahnya ia hendaknya juga bisa menjadi teman, sahabat, atau partner yang baik.

Apabila seorang pimpinan berada di belakang anak buahnya hendaknya ia bisa mendorong, memotivasi, bahkan juga mencurahkan segala dayanya sehingga anak buahnya bisa benar-benar memiliki daya untuk berkarya.

2. Ilustrasi
1) Landasan Pendidikan
Landasan Sebagai Tujuan
Salah satu hal yang terpenting dalam pendidikan adalah kurikulum. Kurikulum merupakan rencana yang dibuat agar peserta didik mendapatkan pengalaman yang bermanfaat untuk hidupnya.

Namun ada hal yang lebih penting dari kurikulum yang kita buat yakni landasan mengapa kita menyusun kurikulum, Setidaknya inilah yang beberapa hari ini membuat saya berhati-hati dalam menitipkan anak-anak kandung saya untuk mendapat pendidikan. Karena apa yang mereka dapatkan dari pendidikan akan berpengaruh kepada mereka tidak hanya dalam kehidupannya sekarang tapi pada masa yang akan datang dalam kehidupan yang kekal diakherat sana.

Landasan Materialisme
Ketika pendidikan dilandasi cara pandang materialisme maka anak yang akan dibangun adalah anak-anak yang materialisme dimana kebahagian bagi mereka adalah dari pandangan materi. Motivasi mereka adalah materi, cara berfikir mereka adalah materi yang kadang pragmatisme, serta amal baik yang mereka lakukan sekedar berlandaskan humanisme.

Anakku Syukur dan Bahagia
Inilah dua kata yang mengingatkan kita ketika melihat kembali apa yang akan menjadi landasan pendidikan anak-anak saya kedepan. Jadi landasan disekolah ini pada dasarnya adalah mengarahkan anak didik menjadi hamba yang mengabdi dengan Ikhlash kepada Allah dan anak yang beriman sehingga ia akan bahagia dengan imannya serta bersukur karena ikhlashnya. inilah landasan pendidikan kita dimana segala hal yang kita rancang termasuk kurikulum kita arahkan agar anak didik kita menjadi generasi yang ikhlash dan beriman kepada Rabnya.

Kekuatan Doa
Wahai rab jadikan kami, sebagai jalan anak-anak kami bisa mengenalMu, menjadi generasi yang ikhlash sebagai hambaMu, dan mereka bahagia dengan iman yang ada dalam dada mereka. aaamiin.

2) Perbedaan dasar-dasar dan ilmu pendidikan & manfaat mempelajari keduanya!
Dasar-dasar pendidikan adalah
Dasar pendidikan adalah pondasi atau landasan yang kokoh bagi setiap masyarakat untuk dapat melakukan perubahan sikap dan tata laku dengan cara berlatih dan belajar dan tidak terbatas pada lingkungan sekolah, sehingga meskipun sudah selesai sekolah akan tetap belajar apa-apa yang tidak ditemui di sekolah.

Ilmu Pendidikan adalah Ilmu yang mempelajari serta memproses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang di usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan: Proses, cara, pembuatan mendidik.

3) Manfaat mempelajari
Manfaatnya sudah jelas kita tau apa itu ilmu pendidikan, dasar-dasar pendidikan, dan konsep pendidikan lainnya.
a. untuk membantu pemecahan masalah dan perencanaan secara konsepsional pendidikan Indonesia.
b. untuk membentuk pancasila sejati berdasarkan ketentuan-ketentuan seperti di kehendaki oleh pembukuan dan isi UUD 1945.

3. Definisi Pendidikan
1) Pendidikan menurut UU No. 20/2003
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

2) Lima pendapat tentang pendidikan

1. M.J. Longeveled
Pendidikan adalah usaha , pengaruh, perlindungan dan bantuan yang diberikan kepada anak agar tertuju kepada kedewasaannya, atau lebih tepatnya membantu anak agar cukup cakap melaksanakan tugas hidupnya sendiri.

2. Edgar Dalle
Pendidikan adalah usaha sadar yang dilakukan oleh keluarga, masyarakat, dan pemerintah melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan latihan, yang berlangsung di sekolah dan di luar sekolah sepanjang hayat untuk mempersiapkan peserta didik agar dapat mempermainkan peranan dalam berbagai lingkungan hidup secara tetap untuk masa yang akan datang.

3. Ki Hajar Dewantara
Pendidikan adalah daya upaya untuk memajukan budi pekerti, pikiran, serta jasmani anak, agar dapat memajukan kesempurnaan hidup yaitu hidup dan menghidupkan anak yang selaras dengan alam dan masyarakatnya.
4. Hartoto
Pendidikan adalah usaha sadar, terencana, sistematis, dan terus-menerus dalam upaya memanusiakan manusia.

5. Ngalim Purwanto

Pendidikan adalah segala urusan orang dewasa dalam pergaulannya dengan anak-anak untuk memimpin perkembangan jasmani dan rohaninya kearah kedewasaan.

4. DIMENSI PSIKIS
a) Dimensi psikis menurut pandangan ahli agama
Pemikiran psikologi mutakhir tidak lagi berkutat pada dimensi "psikis" tetapi lebih dari itu telah memasuki wilayah agama, sosial dan budaya. Sehingga lahirlah psikologi agama, psikologi sosial, dan sebagainya. Psikologi sebagai disiplin ilmu, nampaknya perlu dipergunakan sebagai kerangka analisa dalam memecahkan berbagai persoalan, termasuk pluralisme agama.

Kenyataan ini secara empirik memang menarik perhatian dari kalangan psikolog. Lebih-lebih di era modernitas ini bahwa psikologi menjadi tumpuan sebagai diagnosa terhadap permasalahan yang muncul. Permasalahan kolektif akhir-akhir ini terlihat secara transparan yakni meningkatnya krisis spiritualitas dan krisis kemanusiaan. Dengan lahirnya krisis tersebut akhirnya telah melahirkan teori-teori dalam psikologi.

b) Kebutuhan hidup manusia yang bersifat psikis
Kebutuhan fisiologis
Pada dasarnya, manusia harus memenuhi kebutuhan fisiologisnya untuk dapat bertahan hidup. Pada hirarki yang paling bawah ini, manusia harus memenuhi kebutuhan makanan, tidur, minum, seks, dan hal-hal lainnya yang berhubungan dengan fisik badan. Bila kebutuhan dasar ini belum terpenuhi, maka manusia akan mengalami kesulitan untuk berfungsi secara normal. Misalnya, seseorang mengalami kesulitan untuk mendapatkan makanan, sehingga ia menderita kelaparan, maka ia tidak akan mungkin mampu untuk memikirkan kebutuhan akan keamanannya ataupun kebutuhan aktualisasi diri. Logika sederhananya: bagaimana seseorang dapat memikirkan prestasi atau aktualisasi diri, bila dirinya terus menerus dihantui rasa ketakutan akan kelaparan?

Kebutuhan Keamanan (safety)
Pada hirarki tingkat kedua, manusia membutuhkan rasa keamanan dalam dirinya. Baik keamanan secara harfiah (keamanan dari perampok, orang jahat, dan lain-lain), maupun keamanan secara finansial ataupun hal lainnya. Dengan memenuhi kebutuhan keamanan tersebut, dapat dipastikan bahwa kebutuhan manusia dapat berlanjut ke tahap berikutnya, yaitu kebutuhan kasih sayang dan sosial.

Kebutuhan kasih sayang / sosial (Love/belonging)
Setelah memenuhi 2 kebutuhan yang bersifat individu, kini manusia menapaki kebutuhan untuk diterima secara sosial. Emosi menjadi “pemain” utama dalam hirarki ketiga ini. Perasaan menyenangkan yang dimiliki pada saat kita memiliki sahabat, seseorang untuk berbagi cerita, hubungan dekat dengan keluarga adalah tujuan utama dari memenuhi kebutuhan sosial ini.

Kebutuhan Percaya Diri (Esteem)
Semua orang pasti ingin dihormati dan ingin merasa berguna bagi orang lain. Kebutuhan semacam ini tertuang pada hirarki pada tahap keempat dalam piramid Abraham Maslow. Kebutuhan untuk percaya diri ini biasanya muncul setelah ketiga kebutuhan yang lebih mendasar sudah terpenuhi, meskipun tidak menutup kemungkinan bahwa kebutuhan semacam ini dapat muncul tanpa harus memenuhi ketiga kebutuhan yang lebih mendasar.

c) Bagaimana keterkaitan keduanya
Kebutuhan fisik dan kesehatan mental mempunyai hubungan yang erat, karena diantara keduanya saling keterkaitan. Jika salah satu kebutuhan pisik manusia tidak di terpenuhi maka kesehatan mentalpun ikut terganggu. Namun jika fisik seseorang sudah sehat maka ia pun dapat menyelesaikan problem hidupnya, mentalnya pun ikut sehat

Hubungan antara kebutuhan psikologis dengan kesehatan mental sangat erat dan keterkaitan.. Seseorang yang kehidupannya bahagia, tentram sejahtera tentu akan dapat perpikir dan menjalankan hidup dengan berprilaku semestinya.

Namun sebaliknya jika pspikologis seseorang sudah terganggu maka kesehtan mental ikut terganggu. Jika salah satu kebutuhan manusia itu terganggu maka kesehatan mentalnya itupun juga terganggu. Jika kebutuhan fisik manusia itu terpenuhi tetapi psikologisnya tidak terpenuhi maka mentalnya pun tidak akan sehat Kebutuhan manusia antara kebutuhan fisik dan psikologis itu saling keterkaitan.

5. Komponen Keberhasilan Pendidikan
a) Pendidikan Sebagai Suatu Sistem
Pendidikan merupakan suatu hal yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Pendidikan menduduki posisi penting dalam pembangunan suatu bangsa. Pendidikan berpengaruh pada kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang sangat menentukan nasib bangsa.

Dunia pendidikan tidaklah sebatas mengetahui ilmu dan memahaminya, akan tetapi dalam dunia pendidikan sangat berhubungan dengan dunia luar yang nyata. Pendidikan terdiri dari berbagai elemen yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan yang diharapkan bersama, dari hal itu dapat disebut bahwa pendidikan sebagai suatu sistem.

Pendidikan sebagai suatu sistem tidak dapat dipisahkan dengan lingkungan baik fisik maupun makhluk hidup yang lain, karena pelajaran tidak hanya didapat dari pelajaran sekolah ataupun lembaga pendidikan formal, namun pendidikan juga membutuhkan pelajaran dari alam atau lingkungan sekitar.

Sistem pendidikan pada hakikatnya adalaah seperangkat sarana yang dipolakan untuk membudayakan nilai-nilai budaya masyarakat yang dapat mengalami perubahan-perubahan bentuk dan model sesuai dengan tuntutan kebutuhan hidup masyarakat dalam rangka mengejar cita-cita hidaup yang sejahtera lahir maupun batin.

“Pendidikan merupakan suatu sistem yang mempunyai unsur-unsur tujuan/sasaran pendidikan, peserta didik, pengelola pendidikan, struktur/jenjang. Kurikulum dan peralatan/fasilitas.”

Sistem pendidikan adalah seperangkat unsur yang terdapat dalam pendidikan yang saling terkait sehingga membentuk satu kesatuan dalam mencapai tujuan bersama.

b) Komponen yang terpenting

Dua belas komponen pendidikan yang utama adalah sebagai berikut:

  1. Tujuan dan Prioritas adalah fungsi mengarahkan kegiatan. Hal ini merupakan informasi apa yang hendak dicapai oleh sisitem pendidikan dan urutan pelaksanaanya
  2. Peserta didik adalah fungsinya belajar diharapkan peserta didik mengalami proses perubahan tingkah laku sesuai dengan tujuan sistem pendidikan
  3. Manajemen atau pengelolan adalah fungsinya mengkoordinasi, mengarahkan dan menilai sistem pendidikan
  4. Struktur dan jadwal waktu adalah mengatur pembagian waktu dan kegiatan
  5. Isi dan bahan pengajaran adalah mengambarkan luas dan dalamnya bahan pelajaran yang harus dikuasai peserta didik.
  6. Guru dan pelaksanaan adalah menyediakan bahan pelajaran dan menyelengarakan proses belajar untuk peserta didik
  7. Alat bantu belajar adalah fungsi membuat proses pendidikan yang lebih menarik dan bervariasi
  8. Fasilitas adalah fungsinya untuk tempat terjadinya proses pembelajaran
  9. Teknologi adalah fungsi memperlancar dan meningkatkan hasil guna proses pendidikan
  10. Pengawasan mutu adalah fungsi membina peraturan dan standar pendidikan
  11. Penelitian adalah fungsi memperbaiki dan mengembangkan ilmu pengetahuan
  12. Biaya adalah fungsinya memperlancar proses pendidkan

c) Tujuan akhir pendidikan adanya kedewasaan pada diri peserta didik

Dari sekian banyak teori dan definisi tentang tujuan pendidikan yang dikemukakan oleh para pakar di bidang pendidikan, dapat kita ambil intinya adalah untuk menciptakan manusia yang dewasa. Kedewasaan yang dimaksud dalam tujuan pendidikan tentu berbeda dengan dewasa menurut agama maupun Undang-Undang, atau menurut ilmu pengetahuan lainnya.

Adapun kedewasaan yang dicapai dalam pendidikan itu ialah terwujudnya kemandirian seseorang. yaitu kemandirian dalam berpikir, bersikap, dan bertindak, yang otomatis dengan sendirinya ia akan mampu mempertanggungjawabkan semua yang ia hasilkan dari buah pikirannya, sikapnya dan tindakannya.

Kemandirian dalam berpikir, Salah satu indikator kedewasaan itu dalah kemandirian dalam berpikir, artinya seseorang itu mampu berpikir dengan sendirinya dan tidak isa 'didikte' oleh siapa pun.

Kemandirian dalam bersikap, ciri yang kedua ini akan tampak pada sikap seseorang sehari-hari, seperti dia akan mengambil sikap dengan sendirinya bila mana ia dihadapkan kepada sesuatu suasana., tanpa menunggu instruksi dari orang lain.

Kemandirian dalam bertindak, kemandirian yang ini tampak dalam keseharian seseorang ketika melaksanakan aktivitasnya sehari-hari, tanpa menunggu ada yang menyuruhnya ia otomatis melaksanakan semua kewajibannya dan tanpa ada yang melarangnya ia dengan sendirinya akan meninggalkan segala yang tidak boleh ia laksanakan.

Perlu juga kita ketahui bahwa kemandirian yang ada pada seseorang itu bila mana sudah mencapai kedewasaan bukanlah mesti benar semua pikiran, sikap dan tindakannya, melainkan yang terlebih penting adalah kemandirian yang ada pada dirinya sertaberani mempertanggung jawabkan semua yang telah ia lakukan bila mana ia melakukan kesalahan.

Akhirnya, sebagai praktisi pendidikan yang terlebih penting adalah mengarahkan para siswa kita untuk menuju kedewasaan itu sebagai tujuan akhir pendidikan itu sendiri.

d) Mengapa anak harus dididik?

  • Pandangan umum. Anak perlu dididik agar mencapai kedewasaan. Kedewasaan yang dimaksud artinya anak bertanggungjawab, yang ditunjukkan melalui kesadaran normatif : Dapat membedakan mana yang benar, mana yang tidak benar, mana yang adil dan mana yang tidak adil. Dan sadar akan hal-hal yang perlu diperbaiki.
  • Pandangan Firman Allah. Anak manusia perlu mendapatkan pendidikan yang benar karena sejak manusia jatuh ke dalam dosa, terjadi kerusakan total. Baik untuk spiritual, psikis maupun fisik.

e) Anak itu unik!
Setiap anak diperlakukan sama, tapi mereka memiliki sikap serta pemikiran yang berbeda artinya anak yang unik itu anak yang bisa menciptakan sesuatu hal yang berbeda dari yang lain, dan memandangnya pun sedikit takjub atau memiliki karakter yang berbeda dengan yang lain dalam artian tidak berkonotasi negatif namun positif, dan unik juga sesuatu yang belum ada juga yang tidak biasa.

6. Jelaskan Tipe belajar
1) Tipe Belajar dan ciri-cirinya
a) Tipe Belajar Visual
Seseorang dengan tipe belajar visual lebih menyukai belajar ataupun menerima informasi dengan penglihatannya langsung, yaitu baik tulisan, gambar, maupun video-video pembelajaran. Contoh kata-kata yang cocok baginya ialah: Coba GAMBARkan pengalaman liburanmu minggu lalu, Tunjukanlah letak perbedaan kota A dengan kota B, dan berbagai kata-kata yang menggambarkan objek visual lainnya. Adapun ciri-ciri seseorang yang lebih condong ke arah berlajar visual diantaranya:

  1. Mudah mengingat apa yang dilihat
  2. Lebih senang membaca sendiri
  3. Dapat membaca cepat
  4. Dapat membayangkan kata-kata
  5. Tidak terganggu oleh suara
  6. Mementingkan penampilan dalam berpakaian/presentasi
  7. Menyukai mendemontrasikan daripada menjelaskan
  8. Kebiasaan mencoret-coret
  9. Menyukai seni yang tidak berhubungan dengan musik.

b) Tipe Belajar Auditif
Seorang anak yang memiliki tipe auditif lebih senang belajar atau menerima informasi dengan mendengarkannya secara langsung atau secara lisan. Dalam kondisi tertentu, mungkin sang asik bermain sendiri dengan permainannya, namun jika pihak orang tua membacakan bacaan-bacaan di dekatnya dengan suara yang cukup keras, bisa jadi ia lebih dapat mengyerap ilmu yang didengarnya. Adapun ciri-ciri yang dapat diperhatikan adalah:

a. Lebih senang belajar dengan cara mendengarkan
b. Mudah mengingat yang diterangkan daripada melihat
c. Membaca dengan bersuara
d. Mudah terganggu oleh suara berisik
e. Biasanya pembicara ulung
f. Senang berbicara dan berdiskusi
g. Lebih menyukai musik.

c) Tipe Belajar Kinestetik.
Seorang anak yang memiliki tipe belajar Kinestetik sangat senang jika belajar sambil menggerakan/ menyentuh sesuatu, entah pulpen yang digoyang-goyangkan, kursi tempat duduknya, maupun belajar sambil berjalan atau menggerak-gerakan tubuhnya sendiri. Adapun karakteristiknya sebagai berikut:

  1. Berbicara perlahan
  2. Tidak terlalu mudah terganggu dengan situasi keributan
  3. Belajar melalui memanipulasi dan praktek
  4. Menghafal dengan cara berjalan dan melihat
  5. Menggunakan jari sebagai petunjuk ketika membaca
  6. Merasa kesulitan untuk menulis tetapi hebat dalam bercerita
  7. Menyukai buku-buku dan mereka mencerminkan aksi dengan gerakan tubuh saat membaca 
  8. Menyukai permainan yang menyibukkan
  9. Tidak dapat mengingat geografi, kecuali jika mereka memang pernah berada di tempat itu
  10. Menyentuh orang untuk mendapatkan perhatian mereka
  11. Menggunakan kata-kata yang mengandung aksi

2) Bagaimana sikap guru
Kinerja guru merupakan faktor yang dominan dalam menentukan kualitas pembelajaran. Artinya kalau guru yang terlibat dalam kegiatan pembelajaran mempunyai kinerja yang bagus, akan mampu meningkatkan sikap dan motivasi belajar siswa yang pada akhirnya akan meningkatkan kualitas pembelajaran, begitu juga sebaliknya. Kinerja guru yang berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa adalah kinerja guru dalam kelas.

Guru memegang peranan sentral dalam proses belajar mengajar, untuk itu mutu pendidikan di suatu sekolah sangat ditentukan oleh kemampuan yang dimiliki seorang guru dalam menjalankan tugasnya. Menurut Aqib guru adalah faktor penentu bagi keberhasilan pendidikan di sekolah, karena guru merupakan sentral serta sumber kegiatan belajar mengajar 3. Lebih lanjut dinyatakan bahwa guru merupakan komponen yang berpengaruh dalam peningkatan mutu pendidikan di sekolah 4. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan atau kompetensi profesional dari seorang guru sangat menentukan mutu pendidikan. Guru tidak bisa memvonis siswa itu bodoh, karena ada hal lain yang menghambat perkembangan siswa, dari mulai penyampaian pelajaran, cara menerangkan kepada siswa dan kurang mengetahui karakter siswa.

3) Guru menghadapi siswa yang memiliki tipe belajar kinestetik
Ajari dia belajar dengan cara mencontohkan apa yang harus dia lakukan. Tipe kinestetik menangkap informasi baru dengan melihat apa yang dilakukan orang lain, lalu mencobanya sendiri. Gunakan balok-balok atau magnet bertuliskan huruf alfabet untuk ajarkan dia mengeja. Si anak Akan mengingat huruf-huruf dengan menyentuh dan memindah-mindahkannya. Buat aktivitas belajar dalam beberapa sesi dengan waktu yang pendek, dan tawarkan istirahat sebentar di setiap Akhir sesi Agar tidak lelah.

7. Pendidikan dilihat dari cara melakukannya
1) Pendidikan oleh orang lain
Manusia pada hakekatnya adalah makhluk sosial. Jangan pernah beranggapan kita bisa melakukan sendiri, kita ini manusia yang lemah, ada beberapa hal yang tidak bisa kita lakukan sendiri jadi kita butuh bantuan orang lain. Apakah jika kelak anda ingin membangun rumah akan anda bangun sendiri, tentunya tidak kan, pasti kita membutuhkan orang lain untuk mengerjakan apa yang kita inginkan itu.

Begitu pula dengan pendidikan, pendidikan jelas membutuhkan peran orang lain. Pendidikan melalui orang lain adalah pendidikan yang Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) nya dilaksanakan oleh satuan pendidikan oleh pemerintah maupun oleh masyarakat (Pendidikan Formal).

2) Pendidikan oleh diri sendiri
Pendidikan oleh diri sendiri yaitu pendidikan yang Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) nya dilaksanakan oleh keluarga (Pendidikan Informal).

3) Pendidikan oleh lingkungan
Pendidikan oleh lingkungan yaitu pendidikan yang Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) nya diselenggarakan oleh lingkungan sosial (Pendidikan Non Formal).
Facebook Twitter Google+
 
Back To Top