Doa doa, Surat Yasin, Surat Al Waqiah, Asmaul Husna, Ayat Kursi, Juz Amma, Contoh Surat Lamaran Kerja, Proposal, Makalah dan Puisi

Friday, June 13, 2014

Perjuangan Rakyat dalam Rangka Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia

Berawal dari tahun 1945 hingga saat ini, tahun 2008, Indonesia sudah merdeka selama 67 tahun. Kemerdekaan tersebut tidak diraih hanya dengan menjentikkan jari namun melalui berbagai perlawanan, baik dengan cara diplomasi maupun dengan pertumpahan darah.
Pada masa lampau, rakyat Indonesia berjuang dengan gigih, para pahlawan bangsa bermunculan dan gugur di medan perang, baik yang berperang secara fisik maupun secara non-fisik, menguras pikiran dan tenaga mereka untuk membawa Indonesia hingga pada suatu keadaan dimana Indonesia dapat merdeka. Merdeka yang berarti bebas dari segala penjajahan, seperti yang ditulis dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.
Namun, benarkah Indonesia sudah merdeka meskipun para petinggi bangsa di masa lampau tersebut telah memproklamirkan kemerdekaan Indonesia? Pada kenyataannya, dapat kita lihat bahwa Indonesia tidak dapat dikatakan telah merdeka atau bebas dari penjajahan karena banyaknya masalah-masalah yang sudah berangsur begitu lama dan
Bagaimana perjuangan untuk mempertahankan kemerdekaan mampu terlaksana dengan baik bila kaum terpelajar dan seharusnya dihormati bersikap ‘rendah’ seperti itu karena lebih mementingkan kekayaan masing-masing daripada kesejahteraan rakyatnya yang merupakan salah satu bentuk mempertahankan kemerdekaan?
Dari segi rasa nasionalisme yang rendah dapat terlihat dalam diri pemuda-pemuda, pelajar-pelajar, penerus bangsa di masa depan. Ditunjukkan dengan sikap-sikap pemuda yang tidak benar-benar menyadari arti pendidikan itu sendiri padahal hal tersebut penting dan termasuk yang disebutkan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, serta minimnya pengetahuan mereka tentang bangsa Indonesia sendiri ―seperti mengenai lagu-lagu kebangsaan, nama-nama pahlawan, tempat-tempat bersejarah dan sejarah bangsa ini sendiri.
Perjuangan masyarakat saat ini untuk mempertahankan kemerdekaan yang sebenarnya sudah ada di ‘tangan’ dapat dikatakan sangat memalukan bila mengingat perjuangan bangsa Indonesia pada masa lampau. Bukankah seharusnya sesuatu yang sudah ada di ‘tangan’ akan mampu dipertahankan bila berusaha sekuat tenaga untuk mempertahankannya? Tapi, apakah bangsa ini sudah berusaha sekuat tenaga? Ataukah sama sekali tidak ada usaha untuk mempertahankannya?
Pendidikan, yang seharusnya menjadi awal perjuangan seorang penerus bangsa mempertahankan kemerdekaan Indonesia, menjadi sesuatu yang sekedar formalitas belaka untuk mencari pekerjaan yang belum tentu di dapat dan hal tersebut mendorong para pelajar untuk melanjutkan pendidikan dan menetap di luar negeri.
Hal tersebut menyebabkan perjuangan rakyat hanya sebatas apa yang dapat dilihat secara fisik dan apa yang dapat diperjuangkan secara fisik, bukan apa yang dapat diperjuangkan dalam hal-hal lainnya. Pemikiran tersebut tidak dapat dihindari karena masyarakat Indonesia mayoritasnya tidak berpendidikan. Bahkan, ketika seorang pemimpin bangsa berusaha mempertahankan kemerdekaan Indonesia melalui pendidikan yaitu wajib belajar 12 tahun, karena mayoritas masyarakat yang tidak terpelajar dan terpelajar namun mentalnya lemah, program tersebut sulit direalisasikan secara maksimal.
Dilihat dari sisi lain, kaum miskin dan tidak berpendidikan serta kaum terpelajar yang minoritas dari masyarakat tersebut sudah melakukan perjuangan dalam rangka mempertahankan kemerdekaan Indonesia yang berupa protes atau kritik terhadap kinerja pemerintah yang sering kali tidak sesuai dengan harapan masyarakat. Namun, perjuangan tersebut mengarah ke sisi negatif karena mereka melakukannya tanpa memikirkan kendala-kendala dalam pemerintahan dan hanya menuntut apa yang sesungguhnya mereka inginkan serta sering kali menuntut tanpa menawarkan solusi yang masuk akal, terlebih lagi perjuangan mereka tersebut sering dilakukan secara anarkis (hingga kaum terpelajar terlihat ‘rendah’ dan layaknya tidak berpendidikan).
Dengan hal-hal tersebut, perjuangan rakyat dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia, baik kaum miskin maupun terpelajar, sudah memudar. Rakyat tidak mampu lagi mengambil resiko yang besar seperti yang dilakukan masyarakat masa lampau demi negaranya sendiri, yang terasa wajar bila memikirkan bahwa negaranya juga tidak mampu memberikan ‘sesuatu’ untuk mereka; hal tersebut adalah siklus mematikan bila menunggu sesuatu untuk memberi terlebih dahulu baru kemudian bersedia memberi.
Hal tersebut disebabkan oleh rasa nasionalisme yang memudar digantikan oleh kepentingan golongan yang lebih mendominasi dan dianggap penting serta ketidakpedulian kaum terpelajar yang cara berpikirnya sudah modern (praktis dan realistis). Karena itu, bangsa ini butuh seseorang yang terpelajar, memiliki cara berpikir modern namun mempunyai rasa nasionalisme, serta mental yang kuat sehingga bangsa Indonesia dapat bangkit kembali.
Sebaliknya, sesungguhnya sebagian kelompok masyarakat sudah berusaha mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Dengan cara membangun fasilitas-fasilitas yang lebih baik di Indonesia (mis. dalam hal transportasi, komunikasi, fasilitas umum). Hal tersebut membuat pertumbuhan ekonomi di Indonesia meningkat. Sayangnya, hal-hal sosial seperti kesenjangan sosial masih belum dapat teratasi dengan baik.
Saran agar perjuangan dalam rangka mempertahankan kemerdekaan Indonesia dapat dilakukan dengan maksimal yaitu bagi para pelajar yang merupakan penerus-penerus bangsa, harus memiliki sikap layaknya seorang terpelajar (mental terpelajar) dan oleh lingkungan sekitar ―keluarga, sekolah, masyarakat― ditanamkan rasa nasionalisme sehingga ketika sudah saatnya nanti, bila diperlukan sebagai penerus bangsa, dapat diandalkan dan tidak terpengaruh oleh arus yang tidak benar; bagi para pemimpin bangsa, berani menyadari bahwa bangsa ini butuh seseorang yang lebih baik daripada sekedar koruptor dan sesegera mungkin ‘menyingkir’, berani melawan cara yang tidak seharusnya dalam mempertahankan kemerdekaan meskipun ditentang banyak orang.
Harapan di masa mendatang yaitu suatu saat nanti, akan muncul seorang pemimpin bangsa yang berani melawan segala ‘ketidakbenaran’ dalam tubuh bangsa Indonesia ini, terutama dalam tubuh pemerintahan. Seorang pemimpin yang melakukan hal tersebut akan butuh suatu keberanian yang sangat besar karena hal tersebut berarti melawan hampir seluruh rakyat Indonesia dan mental yang sangat kuat karena pastilah banyak protes bermunculan didampingi oleh perlawanan dari banyak sisi.
Facebook Twitter Google+
 
Back To Top