Doa doa, Surat Yasin, Surat Al Waqiah, Asmaul Husna, Ayat Kursi, Juz Amma, Contoh Surat Lamaran Kerja, Proposal, Makalah dan Puisi

Friday, March 11, 2016

Kumpulan Puisi Tentang Ibu | Puisi Terbaru Untuk Ibu Tersayang

Puisi Terbaru Untuk Ibu Tersayang

Untuk Ibuku tercinta
By: Agus Suarsono

Ku ingin,
Menghirup udara yang kau hirup.
Melangkah,
Di tempatmu melangkah.
Berteduh,
Di tempatmu berteduh.
Dan terlelap di atas pangkuanmu.

Ibu...
Ku hanya ingin selalu bersamamu.
sepanjang waktuku...

Puisi Seorang Anak Untuk Ibu
Aku berangkat sekarang untuk membantai lawan..
Untuk berjuang dalam pertempuran..
Aku berangkat, Bu, dengarlah aku pergi..
Doakanlah agar aku berhasil..

Sayapku sudah tumbuh, aku ingin terbang..
Merebut kemenangan di mana pun adanya..
Aku akan pergi, Bu, janganlah menangis..
Biar kucari jalanku sendiri..

Aku ingin melihat, menyentuh, dan mendengar..
Meskipun ada bahaya, ada rasa takut..
Aku akan tersenyum dan menghapus air mata..
Biar kuutarakan pikiranku..

Aku pergi mencari duniaku, cita-citaku..
Memahat tempatku, menjahit kainku..
Ingatlah, saat aku melayari sungaiku..
Aku mencintaimu, di sepanjang jalanku.

Terima Kasih Ibu
IBU...rambutmu kini sudah mulai memutih
Kulitmu tak lagi kencang
Penglihatanmu tak lagi terang
Jalanmu kini sudah mulai goyang

Namun..apa yang terlihat
Semua itu tak pernah engkau rasakan
Semua itu tak pernah engkau pedulikan
Aku paham, semua itu demi anakmu

Sepanjang jalan engkau mengais rejeki
Sepanjang waktu engkau berhitung
Berapa laba kau dapat hari ini
Tuk membayar semua letihmu

Engkau tak lagi dapat membedakan
Mana siang, mana malam
Semangat mengalahkan gemetar kakimu
Dan segala rasa lelahmu

Ini semua...untuk siapa?
Hanya untuk anakmu
Anak yang engkau impikan menjadi orang hebat
Mencapai setumpuk asa

IBU...sampai kapanpun,
Anakmu tak kan pernah lupa
Atas semua jasa, do'a dan derita
Keringat yang engkau cucurkan

IBU...engkau sudah terlalu besar, berkorban
Hanya surga yang pantas membayar tulusmu
Hanya Tuhan yang pantas menjagamu
Dunia dan akherat...

IBU...
Anakmu kan selalu merindumu
Do'a di setiap hembus nafas ini
Terima kasih...IBU, untuk semua ikhlasmu


Kisah Seorang Ibu dan Anak

Ibuku hanya memiliki satu mata.
Aku membencinya, ia adalah
sebuah hal yang memalukan.
Ibuku menjalankan sebuah toko
kecil pada sebuah pasar.

Dia mengumpulkan barang-
barang bekas dan sejenisnya
untuk dijual, apapun untuk
mendapatkan uang yang kami
butuhkan. Ia adalah sebuah hal
yang memalukan.

Pada suatu hari di sekolah. Aku
ingat saat itu hari ketika ibuku
datang. Aku sangat malu.
Mengapa ia melakukan hal ini
kepadaku? Aku melemparkan
muka dengan rasa benci dan
berlari. Keesokan harinya di
sekolah.. “Ibumu hanya memiliki
satu mata?” dan mereka semua
mengejekku.

Aku berharap ibuku hilang dari
dunia ini maka aku berkata
kepada ibu aku,”Ibu, kenapa
kamu tidak memiliki mata
lainnya? Ibu hanya akan menjadi
bahan tertawaan. Kenapa Ibu
tidak mati saja?” Ibu tidak
menjawab. Aku merasa sedikit
buruk, tetapi pada waktu yang
sama, rasanya sangat baik
bahwa aku telah mengatakan
apa yang telah ingin aku katakan
selama ini.

Mungkin itu karena ibu tidak
menghukum aku, tetapi aku
tidak berpikir bahwa aku telah
sangat melukai perasaannya.

Malam itu, Aku terbangun dan
pergi ke dapur untuk mengambil
segelas air. Ibuku menangis
disana, dengan pelan, seakan ia
takut bahwa ia akan
membangunkanku. Aku
melihatnya, dan pergi. Karena
perkataanku sebelumnya
kepadanya, ada sesuatu yang
mencubit hati aku.

Meskipun begitu, Aku membenci
ibuku yang menangis dari satu
matanya. Jadi, Aku mengatakan
diri ku jikalau aku akan tumbuh
dewasa dan menjadi sukses,
karena aku membenci ibu
bermata-satu aku dan
kemiskinan kami.

Lalu aku belajar dengan keras.
aku meninggalkan ibu dan ke
Seoul untuk belajar, dan diterima
di Universitas Seoul dengan
segala kepercayaan diri. Lalu, aku
menikah. aku membeli rumah
milikku sendiri. Lalu aku memiliki
anak-anak juga. Sekarang, aku
hidup bahagia sebagai seorang
pria yang sukses. aku
menyukainya disini karena ini
adalah tempat yang tidak
meningatkan aku akan ibu.

Kebahagiaan ini menjadi besar
dan semakin besar, ketika
seseorang tidak terduga
menjumpai aku “Apa?! Siapa
ini?”… Ini adalah ibu aku.. tetap
dengan satu matanya. Ini
rasanya seperti seluruh langit
sedang jatuh ke diri aku. Anak
perempuan aku lari kabur, takut
akan mata ibu aku.

Dan aku bertanya kepadanya,
“Siapa Anda? aku tidak
mengenalmu!!” sandiwara aku.
aku berteriak kepadanya
“Mengapa engkau berani datang
ke rumah aku dan menakuti
anak aku! Pergi dari sini
sekarang juga!”

Dan ibu dengan pelan menjawab,
“Oh, maafkan aku. aku pasti
salah alamat,” dan dia
menghilang. Terima kasih Tuhan..

Ia tidak mengenali aku. aku
merasa cukup lega. aku
mengatakan kepada diri aku
bahwa aku tidak akan peduli,
atau berpikir tentang ini
sepanjang sisa hidup aku.

Lalu ada perasaan lega datang
kepada aku.. Suatu hari, sebuah
surat mengenai reuni sekolah
datang ke rumah aku. aku
berbohong kepada istri aku
mengatakan bahwa aku akan
pergi perjalanan bisnis. Setelah
reuni ini, aku pergi ke rumah
lama aku.. karena rasa penasaran
saja, aku menemukan ibu aku
terjatuh di tanah yang dingin.

Tetapi aku tidak meneteskan
satu air mata sekalipun. Ia
memiliki sepotong kertas di
tangannya.. dan itu adalah surat
untuk diri aku.
==========================
=======================

Anakku,
Aku pikir hidupku sudah cukup
lama saat ini. Dan.. aku tidak akan
mengunjungi Seoul lagi.. tetapi
apakah itu terlau banyak jikalau
aku ingin kamu untuk datang
menunjungiku sekali-kali nak?
aku sangat merindukanmu. Dan
aku sangat lega ketika
mendengar kamu akan datang
dalam reuni ini.

Tetapi aku memutuskan untuk
tidak datang ke sekolah.. Untuk
Kamu.. aku meminta maaf jikalau
aku hanya memiliki satu mata
dan aku hanya membawa
kemaluan bagi dirimu.

Kamu tahu, ketika kamu masih
sangat kecil, kamu terkena
sebuah kecelakaan, dan
kehilangan satu matamu. Sebagai
seorang ibu, aku tidak tahan
melihatmu harus tumbuh
dengan hanya satu mata.. maka
aku memberikanmu mata aku..
aku sangat bangga kepada anak
aku yang melihat dunia yang
baru untuk aku, menggantikan
aku, dengan mata itu.

Aku tidak pernah marah
kepadamu atas apapun yang
kamu lakukan. Beberapa kali
ketika kamu marah kepada aku.
aku berpikir sendiri,”Ini karena
kamu mencintai aku.” Aku rindu
waktu ketika kamu masih sangat
kecil dan berada di sekitarku.

Aku sangat merindukanmu. Aku
mencintaimu. Kamu adalah duniaku. . . .
SEDIKIT PUISI BUAT MAMA
Kau berusaha agar dapat memberi warna warni yg indah di hidupku. .
Walau letihmu terasa kau selalu tersenyum di depanku...
Banyak badai yg runtuh kau mampu menahan dgn kesabaranmu. . . 
Kuatnya kasih darimu hingga SURGApun tunduk di telapak kakimu

Mama...
Di saat aq belum mengerti , kaulah GURUKU
di saat aq sakit , Kaulah DOKTERKU
disaat aq merasakan lapar , kau siap menjadi KOKIKU
Bagiku kau adalah SUPER HERO di duniaku . . .

Kini aq Mengerti Aq lah yg mampu menutup awan dengan pelangi. . Memberi semua harapan yg selama ini kau inginkan. . . . .

Walau jika aq gagal.. Aq berjanji kan terus mencobanya hingga akhirnya air mata Bahagia yg kau tampilkan di wajahmu. . . . .

Rananda_pramana


Ketulusan ibu

Ibu enkaulah kasih yang sangat tulus
engkau tak pernah mengeluh
engkau tak pernah marah
di saat ku menyakiti perasaanmu
tidak ada satupun raut kecewa di wajahmu

ibu…engkaulah yang merawatku
engkaulah yang mengajarkanku berjalan
engkaulah yang mengajarkanku berbicara
di saat ku menangis,di saat ku merintih
dekapanmulah yang ku rindukan


ibu…engkaulah yang mengakarkanku,mendidikku,menasehatiku
tanpamu ku tak mungkin bisa
dengan ketegaran yang kau ajarkan
ibu..setelahku beranjak dewasa
tak ada satupun yangku bisa berikan kepadamu
tak ada yang bisa menandingi kasih sayangmu
engkau adalah sosok wanita yang tulus
ibu…setiap malam ku berdoa
ya tuhanku
engkau tlah memberikan sosok ibu yang baik padaku
panjangkanlah umurnya
serta kasihanilah diya
smoga ku bisa membahagyakannya
ibu…jasamu akan slalu ku ingat
sampaikapanpun akan slalu ku ingat
hingga raga tak bernyawa
aku mencintaimu ibu

Facebook Twitter Google+
 
Back To Top