Doa doa, Surat Yasin, Surat Al Waqiah, Asmaul Husna, Ayat Kursi, Juz Amma, Contoh Surat Lamaran Kerja, Proposal, Makalah dan Puisi

Friday, September 18, 2015

Unsur-Unsur Modal Kerja | MATERI SKRIPSI AKUNTANSI

Unsur-Unsur Modal Kerja -Dilihat dari pengertian modal kerja yang telah diuraikan sebelumnya, unsur-unsur modal kerja dapat diuraikan sebagai berikut:

1.        Kas (cash)
Setiap perusahaan dalam menjalankan usahanya selalu membutuhkan kas.Kasmerupakan aktiva yang paling likuid, merupakan salah satu unsur modal kerja yang paling tinggi tingkat likuiditasnya.

Kas merupakan aktiva yang tidak memberikan penghasilan (non earning assets).Kas diperlukan untuk membiayai operasi perusahaan sehari-hari maupun untuk mengadakan investasi baru dalam aktiva tetap.

John Maynard Keynes, yang dikutip oleh Suad Husnan (1998:452-453) dan Agnes Sawir (2003:182-183) menyatakan bahwa ada tiga motif untuk memiliki/mempertahankan kas, yaitu:

a. Motif Transaksi
Motif transaksi berarti perusahaan menyediakan kas untuk membayar berbagai transaksi bisnisnya.Motif ini berkenaan dengan kas yang dapat diperkirakan.

b. Motif Berjaga-jaga
Motif berjaga-jaga dimaksudkan untuk mempertahankan saldo kas guna memenuhi permintaan kas yang sifatnya tidak terduga.Motif ini berkenaan dengan ketidakpastian arus kas operasional.

c. Motif Spekulasi
Motif ini dimaksudkan untuk memperoleh keuntungan guna memiliki atau menginvestasikan kas dalam bentuk investasi yang sangat likuid.Motif ini adalah agar memungkinkan perusahaan untuk dapat memanfaatkan kesempatan mendapatkan keuntungan yang mungkin muncul.

2.        Sekuritas (Surat Berharga/Security)
Surat berharga merupakan investasi jangka pendek yang bersifat temporal, bila perusahaan memerlukan kas dengan segera dapat dijual atau diubah dalam bentuk kas. Dalam hal ini surat berharga dipandang sebagai “Near Cash”, karena merupakan aktiva yang dianggap paling mudah untuk diubah menjadi kas, dalam jangka waktu relatif singkat dengan biaya dan risiko kerugian yang rendah.

Terdapat beberapa manajemen surat berharga, menurut Lukas Setia Atmaja (2003:392-393) yaitu:
  1. Pada umumnya surat berharga yang likuid (marketable securities) memberikan keuntungan yang lebih rendah dari pada keuntungan operasi perusahaan. Namun cukup banyak perusahaan besar yang menginvestasikan dananya pada surat berharga. Ada dua alasan dasar untuk tindakan tersebut: (1)Surat berharga digunakan untuk mengganti saldo kas, (2) Surat digunakan sebagai investasi jangka pendek (temporary invesment).
  2. Beberapa perusahaan lebih suka memegang sebagian surat berharga dari pada saldo kas yang besar.
  3. Surat berharga digunakan sebagai investasi temporer timbul dari situasi berikut: (1) Ketika perusahaan harus mendanai operasi yang bersifat musiman atau siklus, dan (2) Ketika perusahaan harus memenuhi kewajiban finansial yang telah diketahui atau diprediksi sebelumnya.
  4. Operasi yang bersifat musiman atau siklus biasanya menghasilkan surplus kas pada suatu periode dan defisit kas pada suatu periode lain. Pada saat surplus, kas diubah menjadi surat berharga yang akhirnya dijual (dilikuidasi) saat kas defisit.
  5. Dalam memilih surat berharga, harus diperhitungkan faktor risiko dan keuntungan. Risiko pada surat berharga antara lain: (1)Risiko kegagalan (default risk), (2) Risiko peristiwa (evrut risk), (3) Risiko suku bunga (interest rate risk), (4) Risiko daya beli (purchasing power risk), dan (5) Risiko likuiditas (liquidity risk).
  6. Karena tujuan membeli sekuritas disini adalah sebagai cadangan kas (cash reserve), manajemen kas sebaiknya memilih sekuritas dan risikonya rendah, meskipun sebagai konsekuensinya tingkat keuntungannya rendah pula.

Berdasarkan uraian tersebut, dapat dilihat adanya kelebihan surat berharga yaitu:
  1. Jangka waktu investasi (maturity)
  2. Kemudahan untuk diperjualbelikan
  3. Kemampuan mengahasilkan pendapatan (profitability).

3. Piutang (Account Receivable)
Dalam usaha untuk memperbesar volume penjualannya kebanyakan perusahaan besar menjual produknya dengan kredit. Piutang (receivables) merupakan elemen kerja modal yang juga selalu dalam keadaan berputar secara terus dalam rantai perputaran modal kerja, yaitu: kas-inventory-piutang-kas.

Manajemen piutang dimulai keputusan apakah perusahaan akan memberikan kredit atau tidak. Manajemen piutang terutama menyangkut masalah pengendalian jumlah piutang, pengendalian pemberian dan pengumpulan piutang, dan evaluasi terhadap politik kredit yang dijalankan perusahaan.

4. Persediaan (Inventory)
Persediaan (inventory) sebagai uatama dari modal kerja merupakan aktiva yang selalu dalam keadaan berputar, dimana secara terus-menerus mengalami perubahan.Kesalahan dalam penentuan besarnya investasi dalam persediaan dapat menekan keuntungan perusahaan.
Dalam perusahaan manufaktur terdapat 3 golongan persediaan barang menurut Agnes Sawir (2003:168) yaitu:

a.   Persediaan Bahan Mentah
Tingkat persediaan bahan mentah dipengaruhi oleh tingkat produksi, pasokan dari pemasok, dan efesiensi dalam produksi.

b.Persediaan Barang Setengah Jadi
Persediaan barang setengah jadi dipengaruhi oleh panjangnya periode produksi.

c. Persediaan Barang Jadi
Tingkat persediaan barangjadi dapat dipengaruhi oleh kebijaksanaan penjualan perusahaan.
Bila ada suatu prosedur yang memungkinkan perusahaan tetap menjual pada suatu tingkat tertentu tetapi dengan jumlah persediaan yang lebih kecil, hal ini akan mempengaruhi tingkat pengembalian perusahaan yang bersangkutandan akan meningkatkan nilainya.
Facebook Twitter Google+
 
Back To Top