Doa doa, Surat Yasin, Surat Al Waqiah, Asmaul Husna, Ayat Kursi, Juz Amma, Contoh Surat Lamaran Kerja, Proposal, Makalah dan Puisi

Wednesday, November 12, 2014

Makalah Morfologi Hewan Pisces dan Amphibia | Makalah Sistem Reproduksi Hewan Vertebrata

BAB 1
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Vertebrata merupakan hewan bertulang belakang. Vertebrata merupakan salah satu subfilum dari filum chodrata. Vertebrata terbagi atas lima kelas, yaitu pisces, amphibi, reptil, aves dan mamalia. Tingkatan kelas yang paling sederhana yaitu pisces sampai ke tingkat yg paling rumit yaitu mamalia. Vertebrata di sebut juga hewan tingkat tinggi karena telah memiliki ruas tulang belakang. Ada sekitar 50.000 jenis hewan bertulang belakang (vertebrata) yang diketahui sampai saat ini. Mereka hidup pada semua lingkungan biologi baik di daratan, air laut, air tawar, maupun udara. Walaupun bentuk dan ukuran tubuhnya beragam tetapi mempunyai struktur dasar tubuh yang sama. Hewan bertulang belakang umumnya terdiri dari kepala dan tubuh. Tubuh terdiri dari rongga dada dan abdomen. Hewan bertulang belakang yang hidup di darat biasanya mempunyai leher.
Di antara kelima kelas vertebrata ini yang paling menarik perhatian kami adalah pisces dan amphibia. Karena merupakan kelas yang paling sederhana diantara kelas-kelas lainnya dalam sub filum vertebrata.

B.  Rumusan Masalah
Dari latar belakang diatas dapat kami rumuskan hal- hal yang akan kami sajikan dalam makalah ini diantaranya :
1.    Bagaimana morfologi dari pisces?
2.    Bagaimana anatomi tubuh pisces?
3.    Bagaimana sistem reproduksi pisces?
4.    Bagaimana morfologi dari amphibia?
5.    Bagaimana anatomi tubuh amphibia?
6.    Bagaimana sistem reproduksi amphibia?

C. Tujuan
1.    Supaya mengetahui bagaimana morfologi dari pisces.
2.    Supaya mengetahui bagaimana anatomi tubuh pisces.
3.    Supaya mengetahui bagaimana ssistem reproduksi pisces.
4.    Supaya mengetahui bagaimana morfologi dari amphibia.
5.    Supaya mengetahui bagaimana anatomi tubuh amphibia.
6.    Supaya mengetahui bagaimana sistem reproduksi amphibia.

D. Manfaat Penulisan Makalah
Tujuan di susunnya makalah ini untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah IPA 1. Dan juga untuk mengetahui lebih lanjut bagaimana ciri-ciri pisces dan amphibi yang penting untuk di identifikasi dan melakukan diskripsi, determinasi dan klasifikasi pada pisces dan ampibi.

BAB 2
PEMBAHASAN

PISCES
2.1 Morfologi Pisces
Kelompok pisces (ikan) adalah binatang bertulang belakang yang hidup di air, bernapas dengan insang. Ikan mempunyai sirip yang berfungsi untuk berenang dan tubuh yang ramping untuk memudahkan bergerak di dalam air Secara umum ikan dibedakan berdasarkan penyusun rangka tubuhnya menjadi dua, yaitu ikan berkerangka tulang rawan dan ikan berkerangka tulang sejati.
Kelompok ikan berkerangka tulang rawan kerangkanya tersusun dari tulang rawan yang elastis. Terdapat sekitar 1.000 jenis meliputi hiu, ikan pari, ikan cucut.
Kelompok ikan berkerangka tulang sejati mempunyai tulang tengkorak dan tulang rangka serta ruas-ruas tulang belakang. Ikan bergerak dengan bantuan sirip yang diperkuat oleh tulang rusuk. Sirip ikan dibedakan atas sirip punggung, sirip dada, sirip perut, sirip belakang, dan sirip ekor.
Adapun morfologi pisces secara umum yaitu :
a.    Ditutupi oleh sisik dan memiliki gurat sisi untuk menentukan arah dan posisi berenang.
b.    Tubuh terdiri atas Kepala.
c.    Rangka tersusun atas tulang sejati Tidak ada daun telinga.
2.2 Anatomi Pisces
Ciri-ciri anatomi:
a.    Mempunyai hati, tetapi lambung hanya merupakan pembesaran dari usus. Pada usus terdapat katup-katup spiralis.
b.    Memiliki insang yang memiliki operculum dan celah insang. Gelembung renang terdiri oksigen, CO, N, dan berfungsi sebagai alat bantu pernafasan. Pada dipnoi terdapat pneumatosista yang berfungsi sebagai paru-paru apabila ikan hidup di lumpur yg mengandung air sedikit.
c.    Jantung beruang dua darah mendapat O dalam filament-filamen insang.
d.   Memiliki pronefron atau ginjal. Pada aghata tidak ada system portal ginjak.
e.    Otak terdiri dari 5 bagian 10 saraf cranial Hewan betina memiliki sepasang ovarium dan sepasang oviduk, ovipar, atau vivipar.
2.3 Sistem Reproduksi Ikan
Pada dunia perikanan, organ dalam pada ikan ini biasa disebut Gonad. Pada betina memiliki Ovary dan pada jantan memiliki Testis.
Ovary
1.      Ovary pada ikan terdiri dari banyak telur. Setiap jenis ikan memiliki ukuran telur sendiri, ada yang besar dan ada yang kecil. Ukuran telur akan menentukan jumlah telur yang dimiliki oleh seekor induk. Ikan yang memiliki ukuran telur besar contohnya ikan Nila dan Arwana, akan memiliki jumlah telur yang lebih sedikit disbanding dengan ikan yang ukuran telurnya kecil seperti ikan Cupang dan Mas. Hal ini disebabkan oleh kapasitas yang dimiliki si induk untuk menampung telur. Ukuran telur ikan banyak ditentukan oleh ukuran kuning telurnya. Makin besar kuning telur makin besar pula peluang embrio untuk bertahan hidup.
2.      Ovarium pada Elasmoranchi padat, tapi kurang kompak, terletak pada anterior rongga abdomen. Pada saat dewasa yang berkembang hanya ovarium kanan. Pada Teleostei tipe ovariumnya sirkular dan berjumlah sepasang.
3.      Saluran reproduksi Elasmoranchi berjumlah sepasang, bagian anteriornya berfusi yang memiliki satu ostium yang dikelilingi oleh fimbre-fimbre. Oviduk sempit pada bagian anterior dan posteriornya. Pelebaran selanjutnya pada uterus yang bermuara di kloaka. Pada Teleostei punya oviduk pendek dan berhubungan langsung dengan ovarium. Pada bagian posterior bersatu dan bermuara pada satu lubang. Teleostei tidak memiliki kloaka. 
Testis
1.       Testis adalah organ reproduksi jantan yang terdapat berpasangan dan terletak di bawah tulang belakang. Testis ikan berbentuk seperti kantong dengan lipatan-lipatan, serta dilapisi dengan suatu lapisan sel spermatogenik (spermatosit). Sepasang testis pada jantan tersebut akan mulai membesar pada saat terjadi perkawinan, dan sperma jantan bergerak melalui vas deferens menuju celah/ lubang urogenital.
2.      Testis berjumlah sepasang, digantungkan pada dinding tengah rongga abdomen oleh mesorsium. Bentuknya oval dengan permukaan yang kasar. Kebanyakan testisnya panjang dan seringkali berlobus.
3.      Saluran reproduksi, pada Elasmoranchi beberapa tubulus mesonefrus bagian anterior akan menjadi duktus aferen dan menghubungkan testis dengan mesonefrus, yang disebut dutus deferen. Bahian posterior duktus aferen berdilatasi membentuk vesikula seminalis, lalu dari sini akan terbentuk kantung sperma. Dutus deferen akan bermuara di kloaka. Pada Teleostei saluran dari sistem ekskresi dan sistem reproduksi menuju kloaka secara terpisah.
Proses fertilisasi/pembuahan pada ikan ada 2 cara, yakni pembuahan di dalam (internal fertilization) dan pembuahan di luar (external fertilization). Namun demikian kebanyakan jenis ikan melakukan pembuahan diluar (external fertilization).
Ikan yang melakukan pembuahan diluar disebut ikan jenis ovipar. Ikan jenis ovipar mengeluarkan telur dari dalam tubuhnya untuk dibuahi oleh “si jantan”. Proses pembuahan sel telur (oosit) oleh sel sperma berlangsung diluar tubuh ikan dimana sperma memasuki sel telur melalui sebuah lubang yang disebut dengan mikrofil. Umumnya hanya satu sperma yang dapat masuk ke dalam sebuah sel telur. Oosit yang telah dibuahi oleh sel sperma disebut zigot.
Sebaliknya ikan yang melakukan pembuahan di dalam disebut ikan jenis ovovivipar. Ikan jenis ini berkembang biak dengan cara melahirkan. Pembuahan terjadi di dalam tubuh ikan betina (internal fertilization). Embrio berkembang di dalam tubuh induk betina, kemudian melahirkan anak yang sudah berwujud mirip dengan induknya. Ikan yang berkembangbiak secara ovovivipar adalah ikan dari famili Poecilidae, seperti platy, guppy, dan molly. Kelangsungan hidup anakan memang baik, tetapi jumlah anakan yang dihasilkan setiap kelahiran tidak dapat banyak karena daya dukung induk terbatas (seperti pada halnya manusia).
Proses kawinnya ikan didahului dengan pematangan sel-sel telur pada betina dan sel-sel sperma dalam testis pada ikan jantan. Selanjutnya proses kawin (spawning) pada ikan ini berlangsung secara alamiah/insting.
Diketahui ada cara lain dalam perkembangbiakan ikan yang direkayasa oleh manusia. Proses ini disebut “kawin suntik”. Namun proses ini umumnya adalah untuk mematangkan gonad pada ikan yang dirangsang sedemikian rupa sehingga si ikan mudah mengeluarkan telurnya dan mempercepat proses fertilisasi.
Pada sebagian besar ikan, betina dan jantan merupakan individu terpisah. Akan tetapi, pada beberapa famili, seperti Sparidae dan Serrinadae, jantan dan betinanya bisa terdapat pada satu invidu sehinga mereka dapat melakukan pembuahan sendiri. Fenomena ini dikenal sebagai hermaphroditic. Pada hermaphroditic, telur dan sperma sama-sama dihasilkan (baik pada waktu sama, maupun berbeda), selanjutnya mereka kawin dengan jenis hermaprodit lainnya. Pembuahan sendiri secara eksternal bisa terjadi pada ikan hermaphrodit yang akan mengeluarkan telur dan sperma secara simultan. Pada jenis hermaphrodit yang lain pembuahan internal sendiri juga dapat berlangsung.

AMFIBI
2.4 Morfologi Amfibi

Kelompok hewan amfibi adalah binatang bertulang belakang berkulit lembab tanpa bulu yang hidup di dua alam. Kebanyakan hewan amfibi pada waktu berupa berudu hidup di air dan bernapas dengan insang. Selanjutnya setelah dewasa hidup di darat dan bernapas dengan paru-paru dan kulit. Hewan amfibi termasuk kelompok hewan berdarah dingin, artinya hewan yang memanfaatkan suhu lingkungan untuk mengatur suhu tubuhnya.

Adapun Ciri-ciri morfologinya yaitu :
a.    Dapat hidup di air dan di darat ataupun tempat-tempat yang lembab.
b.    Disebut juga hewan yang mempunyai tempat hidup (habitat) di dua alam.
c.    Hewan bernafas dengan paru-paru dan kulit. Telur dan berudu katak hidup di air kemudian setelah.
d.   Kulit terdiri dari dermis Tidak memiliki daun telinga

2.5  Anatomi amfibi

Ciri-ciri anatomi amfibi yaitu:
a.    Pencernaan sempurna, berahang juga berkloaka. Mulut berlidah..
b.    Alat pernafasan berupa paru-paru, kulit, dan insang. Pertukaran gas terjadi pada kulit.
c.    Larfa bernafas dengan insang.
d.   Jantung beruang tiga, dua serambi dan satu bilik. Peredaran darah tertutup terdapat arteri karotis, sistemik, dan pulmokutaneus. Memiliki 3 macam pembuluh balik yaitu vena kafa, vena porta, dan vena pulmokutanus.
e.    Ginjal tipe mesonefroid dengan saluran kemih urin keluar lewat kloaka. Kandunga kemih merupakan gelembung tipis di sebelah sisi ventral kloaka Otak terbagi menjadi lima bagian dengan 10 saraf cranial. Memiliki kelenjer endokrin dan kelenjer tiroid. Telur terbungkus gelatin, di letakkan dalm air, menetas menjadi larva dan mengalami metamorphosis menjadi katak dewasa.
2.5 Reproduksi Amfibi (Amphibia)
Kelompok amfibi, misalnya katak, merupakan jenis hewan ovipar. Katak jantan dan katak betina tidak memiliki alat kelamin luar. Pembuahan katak terjadi di luar tubuh. Pada saat kawin, katak jantan dan katak betina akan melakukan ampleksus, yaitu katak jantan akan menempel pada punggung katak betina dan menekan perut katak betina. Kemudian katak betina akan mengeluarkan ovum ke dalam air. Setiap ovum yang dikeluarkan diselaputi oleh selaput telur (membran vitelin). Sebelumnya, ovum katak yang telah matang dan berjumlah sepasang ditampung oleh suatu corong. Perjalanan ovum dilanjutkan melalui oviduk.
Dekat pangkal oviduk pada katak betina dewasa, terdapat saluran yang menggembung yang disebut kantung telur (uterus). Oviduk katak betina terpisah dengan ureter. Oviduk nya berkelok-kelok dan bermuara di kloaka.
Segera setelah katak betina mengeluarkan ovum, katak jantan juga akan menyusul mengeluarkan sperma. Sperma dihasilkan oleh testis yang berjumlah sepasang dan disalurkan ke dalam vas deferens. Vas deferens katak jantan bersatu dengan ureter. Dari vas deferens sperma lalu bermura di kloaka. Setelah terjadi fertilisasi eksternal, ovum akan diselimuti cairan kental sehingga kelompok telur tersebut berbentuk gumpalan telur.

Gumpalan telur yang telah dibuahi kemudian berkembang menjadi berudu. Berudu awal yang keluar dari gumpalan telur bernapas dengan insang dan melekat pada tumbuhan air dengan alat hisap.

Makanannya berupa fitoplankton sehingga berudu tahap awal merupakan herbivora. Berudu awal kemudian berkembang dari herbivora menjadi karnivora atau insektivora (pemakan serangga). Bersamaan dengan itu mulai terbentuk lubang hidung dan paru-paru, serta celah-celah insang mulai tertutup. Selanjutnya celah insang digantikan dengan anggota gerak depan.
Setelah 3 bulan sejak terjadi fertilisasi, mulailah terjadi metamorfosis. Anggota gerak depan menjadi sempurna. Anak katak mulai berani mucul ke permukaan air, sehingga paru-parunya mulai berfungsi. Pada saat itu, anak katak bernapas dengan dua organ, yaitu insang dan paru-paru. Kelak fungsi insang berkurang dan menghilang, sedangkan ekor makin memendek hingga akhirnya lenyap. Pada saat itulah metamorfosis katak selesai.


BABIII
PENUTUP

3.1 Kesimpulan                                             
          Dari uraian diatas dapat di simpulkan bahwa vertebrata terbagi atas lima kelas, yaitu pisces, amphibi, reptil, aves dan mamalia. Salah satunya pisces dan ampibi.

          Pisces adalah binatang bertulang belakang yang hidup di air, bernapas dengan insang. Ikan mempunyai sirip yang berfungsi untuk berenang dan tubuh yang ramping untuk memudahkan bergerak di dalam air. Sedangkan amfibi adalah binatang bertulang belakang berkulit lembab tanpa bulu yang hidup di dua alam.     
Facebook Twitter Google+
 
Back To Top