Doa doa, Surat Yasin, Surat Al Waqiah, Asmaul Husna, Ayat Kursi, Juz Amma, Contoh Surat Lamaran Kerja, Proposal, Makalah dan Puisi

Wednesday, November 12, 2014

MAKALAH PENGANTAR ILMU AGAMA ISLAM | Sumber – sumber Hukum Agama Islam

BAB I PENGERTIAN AGAMA ISLAM


A.Pengertian agama islam

 Kata agama atau Din dalam bahasa Qur’an bisa memiliki arti yang berbeda-beda diantaranya ,agama,ibadah,kekutan,dan pembalasan hari kiamat .sedangkan pengerttian dari islam adalah sesuatu pandangan atau suatu keadaan yang mula-mula ditolak atau tidak diterima
Didalam al-qur’an,islam diartikan kerelaan dari seorang untuk menjalankan perintah tuhan dan mengikutinya. Dan sebutan orang yang beragama islam adalah muslim yang berarti seorang yang mengikuti pesan Muhammad dan percaya akan kebenarannya.
Pengertian islam dibedakan dalam dua aspek yaitu,aspek bahasa dan aspek peristilahan
1.Aspek bahasa
            Berasal bari bahasa arab yaitu “as-la-ma”yus-li-mu”as-la-man” yang mengandung arti selamat,sentosa,damai,patuh.dan berserah diri masuk dalam kedamaian.
Dari uraian diatas dapat disimpulkan islam dari segi bahasa mengandung arti patuh,tunduk,ta’at dan berserah diri kepada allah SWT. Dalam upaya mencari keselamatan dan kebahagian dunia dan akhirat, hal itu di lakukan atas dasar kesadaran dan kemauan diri sendiri bukan keterpaksaan atau berpura – pura melaikan sebagai fitrah dirinya sebagai mahluk yang sejak dalam kandungan telah menyatakan taat dan patuh kepada allah.
2. Aspek peristilahan
            Menurut Prof. dr Harun nasution ia menyatakan bahwa islam adalah agama yang ajarannya di wahyukan kepada masyarakat, manusia melalui nabi Muhammad saw sebagai rosul dan pada hakikatnya ajaran – ajarannya bukan mengenal satu segi melainkan mengenal berbagai segi kehidupan manusia.
Menurut Maulana muhamad ali menyatakan bahwa islam adalah agama perdamaian dan dua ajaran pokoknya yaitu keesaan allah dan persaudaraan umat manusia di bumi.
Islam menurut istilah mengacu kepada agama yang bersumber pada wahyu yang datang dari allah swt, bukan berasal dari manusia / Nabi Muhammad saw. Posisi Nabi dalam agama islam diakui sebagai orang yang ditugasi allah untuk menyebarkan agama islam tersebut kepada umat manusia. Dalam proses penyebaran agama islam Nabi terlibat dalam memberi keterangan, penjelasan, uraian dan tatacara ibadahnya keterlibatannya pun di bawah bimbingan allah swt.
Dengan demikian islam secara istilah adalah agama yang berasal dari allah swt. Nama islam tersebut memiliki perbedaan yang luar biasa dengan nama agama lainnya, kata islam tidak mempunyai hubungan dangan orang, golongan, dan negri tertentu melaikan diberim oleh allah swt seperti tertera dalam ayat al-quran.
Dari segi misi ajrannya islam adalah agama sepanjang sejarah manusia agama dari seluruh Nabi dan Rosul yang pernah di utus oleh allah. Hal itu dapat di tegaskan dan di pahami dari ayat-ayat yang terdapat dalam al-quran yang telah menegaskan bahwa nabi tersebut termasuk orang-orang yang berserah diri kepada allah.
Kesimpulannya islam secara bahasa berarti tunduk, patuh, dan damai. Sedangkan menurut istilah islam adalah nama agama yang di turunkan allah untuk membimbing manusia kejalan yang benar dan sesuai fitrah manusianya.

Berikut adalah islam menurut para ahli :
ü  Islam adaalah tatanan agama yang paling tepat sekaligus indah.
ü  Islam merupakan ringkasan aganma yang di kumandangkan Muhammad bahwa Allah itu satu.
ü  Sesungguhnya islam itu adalah agama kemanusian alami ekonomis dan sekaligus moralitas.
ü  Islam adalah agana yang di turunkan allah kepada Nabi Muhammad saw, agama ini meliputi akidah, syariah, ahlak.

B. Sumber – sumber agama islam

            Sumber – sumber agama islam dibagi kedalam dua kategori
  1. sumber – sumber asasi
a. Al-quran
            Al- quran berasal dari kata kerja qa- ra- a, yaq-ra-u, yang berarti bacaan, membaca al-quran di luar dan di dalam sembahyang adalah ibadah dan di berikan pahala.
b. As-sunah
            As- sunah dari segi bahasa berarti jalan atau cara baik yang terpuji atau yang tercela. Menurut peristilahan para ahli usul as-sunah berarti segala sesuatu yang bersumber dari rosululah saw baik bentuk quail (ucapan ) fi’li ( perbuatan ) maupun taqri (pengakuan ) as-sunah dibagi dalam tiga bentuk
ü  Sunah qouliyyah ialah kata – kata yang di ucapkan rosulnya dalam berbagai keadaan untuk berbagai tujuan.
ü  Sunah fi’liyyah ialah perbuatan yang di lakukan oleh rosulnya contonya shalat dan haji yang di lakukan secara berjamah
ü  Sunah taqriyyah ialah pengakuan rosul terhadap apa yang diucap dan dilakukan oleh para sahabat
  1. sumber – sumber ijtihadi
a. al-ijma
            Ijma menurut bahasa mempunyai dua arti yaitu kelajiman dalilnya dan persepakatan, menurut istilah ulama usul ijma adalah persepekatan para mujtahid dari kalangan umat Muhammad saw selepas kewapatan baginda dalam satu jaman di atas hukum syara . Berdasarkan pengertian di atas ijma tidak berlaku kecuali memenuhi syarat- syarat berikut.
ü  Hendaklah persepakatan itu berlaku di kalangan para mujtahi jika bukan dari kalangan mereka maka itu bukan ijma.
ü  Persepakatan itu mastilah berlaku di kalangan para mujtahid.
ü  Persepakatan  mujtahid itu berlaku selepas kewapatan nabi Muhammad.
ü  Persepakatan ini hanyalah mengenai hukum syara saja seperti wajib haram haurs dan sebagainya.
ü  Persepakatan ini hanya dari kalangan umat Muhammad saja.
ü  Persepakatan ini mestilah dari kalangan semua mujtahid yang ada pada jaman tersebut.
b. al-qias
            Qias dari segi bahasa menyamakan yaitu menyamakan sesuatu dengan sesuatu  yang lain, sedangkan menurut istilah ulama usul qias ialah menyamakan sesuatu masalah yang tidak ada nasnya dengan sesuatu masalah yang ada nasnya, hukumnya karena ada persamaan kaduanya.
Rukun qias
ü  Asal ( al-asl) ialah perkara yang sudah ada hukumnya yanga telah di tetapkan olah nas syara
ü  Furu (al- furu ) ialah perkara baru yang tidak ada nasnya semada dari al-quran atau as-sunah atau pun ijma
ü  Hukum asal (hukum al-asl) ialah hukum perkara yanga terdapat nasnya dalam al-quran dan as-sunah.

ü  Sebab hukum ( illah ) ialah bentuk persamaan yang mengikat di antara perkara asal dengan yang baru atau al- furu.

Facebook Twitter Google+
 
Back To Top