Doa doa, Surat Yasin, Surat Al Waqiah, Asmaul Husna, Ayat Kursi, Juz Amma, Contoh Surat Lamaran Kerja, Proposal, Makalah dan Puisi

Saturday, November 15, 2014

STRATEGI PEMBELAJARAN SIKLUS – PEMBELAJARAN GENERATIF – BELAJAR TUNTAS DAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF

STRATEGI PEMBELAJARAN SIKLUS – PEMBELAJARAN GENERATIF –  BELAJAR TUNTAS DAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF


Jenis-jenis strategi pembelajaran antara lain:
·         strategi pembelajaran siklus,
·         pembelajaran generatif,
·         tuntas, dan
·         pembelajaran kooperatif.
Strategi-strategi pembelajaran tersebut memiliki karakteristik dan langkah-langkah yang berbeda. Seorang guru harus mampu menetapkan, memilih dan menerapkan suatu strategi secara tepat sehingga mampu memecahkan permasalahan pembelajaran yang ada dan akhirnya dapat mencapai kompetensi dan tujuan pembelajaran secara optimal.

A.    STRATEGI PEMBELAJARAN SIKLUS (LEARNING CYCLE)

Pembelajaran siklus merupakan salah satu model pembelajaran dengan pendekatan konstruktivis, yang pertama kali diperkenalkan oleh Robert Karplus.

Adapun Tahap Pembelajaran diantaranya:
Ø  Pembangkitan Minat
Ø  Eksplorasi
Ø  Penjelasan
Ø  Elaborasi
Ø  Evaluasi

B.     STRATEGI PEMBELAJARAN GENERATIF (GENERATIVE LEARNING)

Pembelajaran generatif pertama kali diperkenalkan oleh Osborne dan Cosgrove.

1.         Tahap Pembelajaran

a.         Pendahuluan (eksplorasi)
b.        Pemfokusan
c.         Tantangan atau tahap pengenalan konsep
d.        Penerapan konsep

2.         Hasil Penelitian
Penelitian Sutarman dan Suwasono menyimpulkan bahwa startegi pembelajaran generatif dapat  meningkatkan aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar.

C.                BELAJAR TUNTAS (MASTERY LEARNING)
Model pembelajaran ini dikembangkan oleh John B, Carrol dan Benjamin Bloom. Belajar tuntas menyajikan suatu cara yang menarik dan ringkas untuk meningkatkan unjuk kerja siswa ke tingkat pencapaian suatu pokok bahasan yang lebih memuaskan.
1.         Tahap Pembelajaran

a.         Orientasi
b.        Penyajian
c.         Latihan terstruktur
d.        Latihan terbimbing
e.         Latihan mandiri

2.         Hasil Penelitian

Strategi pembelajaran tuntas terbukti dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan meningkatkan kecepatan belajar siswa dalam proses pembelajaran.


D.      PEMBELAJARAN KOOPERATIF (COOPERATIVE LEARNING)

Dalam Pembelajaran kooperatif memberi kesempatan pada siswa untuk bekerja sama dengan sesama siswa dalam tugas-tugas yang terstruktur. Lie mengatakan bahwa pembelajaran kooperatif dikembangkan dengan dasar asumsi bahwa proses belajar akan lebih bermakna jika peserta didik dapat saling mengajari.
Pembelajaran kooperatif adalah sistem pembelajaran yang memberi kesempatan kepada siswa untuk bekerja sama dengan sessama siswa dalam tugas-tugas yang terstruktur, dan dalam sisitem ini guru bertindak sebagai fasilitator.
Unsur-Unsur Dasar Pembelajaran Kooperatif:
a)      Saling ketergantungan positif

Saling ketergantungan dapat diciptakan melalui berbagai strategi:

·         Saling ketergantungan dalam pencapaian tujuan
·         Saling ketergantungan dalam menyelesaikan tugas
·         Saling ketergantungan bahan atau sumber belajar
·         Saling ketergantungan peran
·         Saling ketergantungan hadiah.

b)        Interaksi tatap muka
Interaksi tatap muka menuntut para siswa dalam kelompok saling bertatap muka sehingga mereka dapat melakukan dialog, tidak hanya dengan guru, tetapi juga dengan para siswa (Nurhadi dan Senduk, 2003).
c)         Akuntabilitas individual
d)        Keterampilan menjalin hubungan antarpribadi
Menurut Lie (2002) ada 3 hal penting yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan kelas model pembelajaran kooperatif, yaitu :
a)      Pengelompokan
b)      Semangat pembelajaran kooperatif
c)      Penataan ruang kelas

1.         Beberapa Model Pembelajaran Kooperatif

A.       Model STAD (Student Teams Achievement Division), oleh Robert Slavin.
Secara umum cara penerapan model STAD di kelas adalah sebagai berikut :
1)      Kelas dibagi ke dalam beberapa kelompok
2)      Tiap kelompok siswa terdiri atas 4-5 orang yang bersifat heterogen, baik dari segi kemampuan, jenis kelamin budaya, dan sebagainya
3)      Tiap kelompok diberi bahan ajar dan tugass-tugas pembelajaran yang harus dikerjakan
4)      Tiap kelompok didorong untuk mempelajari bahan ajar dan mengerjakan tugas-tugas pembelajaran melalui diskusi kelompok
5)      Selama proses pembelajaran secara kelompok guru berperan sebagai fasilitator dan motivator
6)      Tiap minggu atau 2 minggu, guru melaksanakan evaluasi, baik secara individu maupun kelompok untuk mengetahui kemajuan belajar siswa
7)      Bagi siswa dan kelompok siswa yang memperoleh nilai hasil belajar yang sempurna diberi penghargaan

B.       Model Jigsaw

Model ini dikembangkan oleh Elliot Aronson. Menurut Priyanto dalam penerapan kooperatif model jigsaw ada beberapa langkah yang harus dilaksanakan:

·        Pembentukan kelompok asal
·        Pembelajaran pada kelompok asal
·        Pembentukan kelompok ahli
·        Diskusi kelompok ahli
·        Diskusi kelompok asal (induk)
·        Diskusi kelas
·        Pemberian kuis
·        Pemberian penghargaan kelompok

C.       Model GI (Group Investigation)

Metode GI menuntut melibatkan siswa sejak perencanaan, baik dalam menentukan topik maupun cara untuk mempelajari melalui investigasi. Ada enam tahapan yang menuntut keterlibatan anggota tim:

·         Identifikasi topik
·         Perencanaan tugas belajar
·         Pelaksanaan kegiatan penelitian
·         Persiapan laporan akhir
·         Presentasi penelitian
·         Evaluasi
Pembelajaran kooperatif menciptakan kondisi pembelajaran yang aktif, membuat pembelajaran berkelompok menjadi lebih bermakna, menyenangkan, dan lebih efektif.

Facebook Twitter Google+
 
Back To Top