Doa doa, Surat Yasin, Surat Al Waqiah, Asmaul Husna, Ayat Kursi, Juz Amma, Contoh Surat Lamaran Kerja, Proposal, Makalah dan Puisi

Saturday, November 15, 2014

STRATEGI PENGORGANISASIAN DAN PENGELOLAAN PEMBELAJARAN

STRATEGI PENGORGANISASIAN DAN PENGELOLAAN PEMBELAJARAN


Sebelum pelaksanaan proses pembelajaran di kelas dilakukan seorang guru terlebih dahulu harus menata, mengorganisasikan isi pembelajaran yang akan diajarkan. Salah satunya dengan menggunakan teori elaborasi, yang didasari atas beberapa pertimbangan:

v  Telah terbukti dapat memudahkan pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan
v  Dapat meningkatkan motivasi belajar siswa
v  Teori elaborasi memiliki cara-cara yang sistematis dalam mengurutkan isi   pembelajaran dari mudah ke sulit, dari sederhana ke kompleks.
Demikian pula selama proses pembelajaran, guru diharapkan mampu menumbuhkan, meningkatkan, dan mempertahankan motivasi belajar siswa. Oleh karena itu, guru harus mampu menerapkan strategi motivasional dalam tindak pembelajarannya. Strategi Pengelolaan Motivasional ARCS yang dikembangkan Keller mengajukan empat jenis strategi pengelolaan motivasional yang disebut ARCS.

A.    TEORI ELABORASI

Teori elaborasi mendeskripsikan cara-cara pengorganisasian isi pembelajaran dengan mengikuti urutan umum ke rinci, yang dilakukan dengan:

a)     Menampilkan epitome (struktur isi bidang studi yang dipelajari),
b)    Mengelaborasi bagian-bagian yang ada dalam epitome secara lebih rinci.
Komponen teori belajar diantaranya:
a.    Urutan elaboratif
b.    Urutan prasyarat belajar
c.    Disajikan Rangkuman
d.   Sintesis
e.    Analogi
f.     Pengaktif strategi kognitif
Tujuh prinsip yang menjadi model teori elaborasi:
a.     Penyajian kerangka isi
b.    Elaborasi secara bertahap
c.     Bagian terpenting disajikan pertama kali
d.    Cakupan optimasi elaborasi
e.     Penyajian pensintesis secara bertahap
f.     Penyajian jenis pensintesis
g.    Tahapan pemberian rangkuman
Langkah-Langkah Pengorganisasian Teori Elaborasi
a.     Penyajian kerangka isi
b.    Elaborasi tahap pertama
c.     Pemberian rangkuman dan sintesis eksternal
d.    Elaborasi tahap kedua
e.     Pemberian rangkuman dan sintesis eksternal
f.     Pola diatas berulang kembali untuk elaborasi tahap ketiga, dan seterusnya
g.    Pada tahap akhir pembelajaran, disajikan kembali kerangka isi untuk mensintesiskan keseluruhan isi bidang studi yang telah disajikan.
Hasil Penelitian
Hasil penelitian menyimpulkan bahwa penerapan teori elaborasi dalam pembelajaran dapat meningkatkan kualitas pembelajaran.

B.     STRATEGI PENGELOLAAN MOTIVASIONAL

Keller mendefinisikan motivasi sebagai intensitas dan arah suatu perilaku serta berkaitan dengan pilihan yang dibuat seseorang untuk mengerjakan atau menghindari suatu tugas serta menunjukkan tingkat usaha yang dilakukannya. Secara operasional motivasi belajar ditentukan oleh indikator:

a.     Tingkat perhatian siswa terhadap pembelajaran
b.    Tingkat relevansi pembelajaran dengan kebutuhan siswa
c.     Tingkat keyakinan siswa terhadap kemampuannya dalam mengerjakan tugas-tugas pembelajaran
d.    Tingkat kepuasan siswa terhadap proses pembelajaran yang telah dilaksanakan.
Ditinjau dari tipe motivasi, para ahli membagi motivasi menjadi dua jenis:
a.       Motivasi intrinsik, yaitu kinginan bertindak yang disebabkan faktor pendorong dari dalam diri individu.
b.      Motivasi ekstrinsik, yaitu motivasi yang keberadaannya karena pengaruh rangsangan dari luar.
Strategi pembelajaran diklasifikasikan menjadi tiga jenis, yaitu :
v  Strategi pengorganisasian
v  Strategi penyampaian
v  Strategi pengelolaan.



Keller mengajukan empat jenis strategi pengelolaan motivasi:

a.       Strategi untuk uembangkitkan dan mempertahankan perhatian
b.      Strategi untuk menciptakan relevansi terhadap isi pembelajaran
c.       Strategi untuk menumbuhkan keyakinan diri pada siswa
d.      Strategi untuk menumbuhkan rasa puas pada siswa terhadap pembelajaran.

Strategi untuk membangkitkan dan mempertahankan perhatian siswa dalapan pembelajaran:

a.     Membangkitkan daya persepsi siswa
b.    Menumbuhkan hasrat ingin meneliti
c.     Menggunakan strategi pembelajaran yang bervariasi
Strategi guna meningkatkan relevansi isi pembelajaran dengan kebutuhan siswa diantaranya:
a.     Menumbuhkan keakraban dan kebiasaan yang baik
b.    Menyajikan isi pembelajaran yang berorientasi pada tujuan
c.     Menggunakan strategi pembelajaran yang sesuai.
Strategi untuk menumbuhkan keyakinan pada diri siswa yaitu:
a.       Menyajikan prasyarat belajar
b.      Memberikan kesempatan untuk sukses
c.       Memberikan kesempatan melakukan kontrol pribadi.
Strategi untuk membangkitkan kepuasan dalam pembelajaran dengan cara:
a.       Menyajiakn latar belakang yang alami
b.      Memberikan penguatan yang positif
c.       Mempertahankan standar pembelajaran yang wajar
Penelitian Wena tentang Srategi Pengelolaan Motivasional ARCS menyimpulkan bahwa:
v Strategi pengelolaan motivasional ARCS lebih unggul dibandingkan dengan srategi  pengelolaan motivasional konvensional
v  Strategi pengelolaan motivasional dapat meningkatkan motivasi belajar siswa secara signifikan.


Facebook Twitter Google+
 
Back To Top