Doa doa, Surat Yasin, Surat Al Waqiah, Asmaul Husna, Ayat Kursi, Juz Amma, Contoh Surat Lamaran Kerja, Proposal, Makalah dan Puisi

Thursday, August 6, 2015

Ciri-ciri Belajar, Cara-cara Belajar Efektif dan Saran-saran untuk Membiasakan Belajar yang Efisien

Ciri-ciri Belajar - Belajar pada dasarnya ditunjukkan oleh adanya perubahan tingkah laku melalui pengalaman pribadi yang tidak disebabkan kematangan, pertumbuhan atau insting. Oleh karena itu perlu dilihat beberapa ciri yang membedakan kematangan, pertumbuhan atau insting. Ciri-ciri tersebut adalah sebagai berikut :
  1. Belajar menyebabkan perubahan pada asfek-asfek kepribadian yang berfungsi terus-meneus.
  2. Belajar adalah perbuatan sadar karena selalu mempunyai tujuan, seperti yang dilakukan di sekolah guru selalu membawa anak-anak belajar dengan tujuan tertentu (TIK).
  3. Belajar hanya terjadi melalui pengalaman yang bersifat individual, terjadai apabila dialami sendiri oleh yang bersangkutan dan tidak diwakilkan.
  4. Belajar menghasilkan perubahan menyeluruh melibatkan keseluruhan tingkah laku yang mengintegrasikan asfek-asfek yang terlibat, baik norma, fakta, sikap, pengertian, kecakapan maupun keterampilan.
  5. Belajar adalah proses interaksi, bukan sekedar proses penyerapan tanpa usaha yang aktif dari individu yang belajar, maksudnya seorang guru belum tentu menyebabkan perubahan apabila yang belajar tidak melibatkan diri dalam situasi belajar mengajar, tetapi akan terjadi apabila yang belajar mengadakan reaksi terhadap situasi belajar yang diciptakan.
  6. Perubahan tingkah laku berlangsung dari yang paling sederhana sampai pada yang kompleks.

Dr. Rudolf Pinter mengemukakan 10 macam metode dalam belajar, yaitu sebagai berikut :
1. Metode keseluruhan kepada bagian
Dalam hal ini kita harus memulai dari keseluruhan kemudian secara mendetail kepada bagian-bagiannya. Misalnya kita mempelajari sebuah buku, hal yang pertama dilakukan dengan lebih dulu memperhatikan isi buku, urutan bab-babnya dan sub bab masing-masing. Kemudian barulah mengarah pada bagian-bagian atau bab-bab tertentu yang dianggap penting atau inti pokok buku tersebut.

2. Metode keseluruhan lawan bagian
Metode ini digunakan untuk bahan pelajaran yang tidak terlalu luas cakupannya, tepat digunakan metode keseluruhan seperti menghadapi syair, membaca buku, cerita pendek dan lain-lain.

3. Metode campuran antara keseluruhan dan bagian
Metode ini digunakan pada bahan-bahan pelajaran yang cakupannya sangat luas, sukar-sukar, misalnya tata buku, akunting dan bahan kuliah lainnya.

4. Metode resitasi (metode pemberian tugas )
Dalam hal ini resitasi berarti mengulangi mengucapkan kembali sesuatu yang telah dipelajari. Dapat digunakan untuk semua bahan pelajaran yang bersifat verbal atau nonverbal.

5. Jangka waktu panjang
Jangka waktu belajar berdasarkan berbagai hasil eksperimen dinyatakan bahwa belajar yang produktif seperti menghapal, mengetik, mengerjakan soal hitungan dan sebagainya adalah antara 20 – 30 menit, sedangkan jangka waktu lebih dari 30 menit dipergunakan bila memerlukan konsentrasi, perhatian relative kurang atau tidak produktif.

6. Pembagian waktu belajar
Dari berbagai percobaan dapat dibuktikan bahwa belajar terus menerus dengan jangka waktu yang lama tanpa istirahat tidak akan efisien dan tidak efektif, sehingga diperlukan adanya pembagian waktu belajar sehingga produktif yaitu 30 menit 2x sehari selama 6 hari.

7. Membatasi kelupaan
Agar pelajaran yang telah dipelajari tidak lupa maka perlu adanya ulangan atau review pada waktu-waktu tertentu atau pada akhir pelajaran.

8. Menghapal
Metode ini sangat berguna terutama untuk dapat menguasai serta mereproduksi kembali dengan cepat bahan-bahan pelajaran yang luas dan banyak dalam waktu yang relative singkat.

9. Kecepatan belajar dalam hubungannya dengan ingatan
Untuk bahan pelajaran yang kurang mempunyai arti generalisasi itu tepat dan benar, akan tetapi untuk bahan-bahan pelajaran yang lain tidak dapat dipastikan kebenarannya.

10. Retroactiv inhibition
Belajar merupakan suatu proses yangdi dalamnya terdapat asosiasi dan interelasi antara berbagai pengalaman yang membentuk pola-pola pengertian atau pengetahuan yang terorganisir pada setiap individu dan terjadi karena hasil pengulangan-pengulangan yang teratur. Inhibition berarti larangan atau penolakan yang berarti tidak mencampur adukan belajar sehingga diberikan time schedule.

Saran-saran untuk Membiasakan Belajar yang Efisien
Menurut Crow and Crow untuk mencapai belajar yang lebih efisien adalah sebagai berikut :
  1. Memiliki tujuan belajar yang pasti
  2. Mengusahakan tempat belajar yang memadai
  3. Menjaga kondisi fisik sehingga tidak mengganggu konsentrasi dan keaktifan mental
  4. Rencanakan dan ikuti jadwal waktu untuk belajar
  5. Selingi waktu belajar dengan istirahat yang teratur
  6. Cari kalimat-kalimat topic atau inti pengertian dari tiap paragraph
  7. Gunakan metode keseluruhan, bila mungkin
  8. Mengusahakan membaca cepat tetapi cermat
  9. Buat catatan-catatan atau rangkuman dengan rapih
  10. Adakan penilaian terhadap kesulitan bahan untuk dipelajari lebih lanjut
  11. Susun dan buatlah pertanyaan-pertanyaan dan usahakan dengan menemukan jawaban yang tepat
  12. Pusatkan perhatian dengan sungguh-sungguh pada waktu belajar
  13. Pelajari tabel-tabel grafik-grafik dan bahan ilustrasi lainnya dengan teliti
  14. Biasakanlah membuat rangkuman dan kesimpulan
  15. Buatlah kepastian melengkapi tugas-tugas belajar
  16. Pelajari dengan baik pernyataan dikemukakan pengarang dan tangtanglah jika diragukan kebenarannya
  17. Telitilah pendapat beberapa pengarang
  18. Belajarlah menggunakan kamus dengan baik
  19. Analisislah kebiasaan belajar yang dilakukan dan mencoba memperbaiki kelemahan-kelemahannya.

Facebook Twitter Google+
 
Back To Top