Doa doa, Surat Yasin, Surat Al Waqiah, Asmaul Husna, Ayat Kursi, Juz Amma, Contoh Surat Lamaran Kerja, Proposal, Makalah dan Puisi

Tuesday, August 4, 2015

CONTOH PROPOSAL PTK PENDIDIKAN MATEMATIKA YANG BAIK DAN BENAR

Upaya meningkatkan hasil belajar Matematika dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD materi Lingkaran di SMP Tunas Bangsa Cilegon”

B.       PENDAHULUAN
Salah satu masalah mendasar dalam pendidikan di SMP Tunas Bangsa Cilegon adalah masih rendahnya prestasi siswa dalam belajar Matematika. Berdasarkan hasil observasi diperoleh data hanya 20% siswa yang menguasai materi Lingkaran dengan baik.

Salah satu faktor penyebabnya antara lain kurangnya kualitas materi pembelajaran, pembelajaran yang monoton yang mengakibatkan siswa cepat bosan, serta metode pengajaran yang mekanistik serta buruknya sistem penilaian.

Metodologi mengajar perlu dikuasai dan dilaksanakan oleh guru karena keberhasilan Proses Belajar Mengajar (PBM) bergantung kepada cara mengajar guru, menurut Adrian sebagai Pendidik harus melaksanakan metode mengajar yang sesuai dengan tipe belajar siswa dan kondisi serta situasi yang ada pada saai itu, sehingga tujuan pengajaran yang telah dirumuskan oleh Pendidik dapat terwujud/tercapai (Adrian : 2004). Oleh  karena itu yang melatar belakangi penelitian ini adalah ;

  1. perubahan dalam sifat dan pola ilmu pengetahuan manusia terus mengalami perubahan dan perkembangan.
  2. . perubahan dalam masyarakat dan tafsiran kita tentang tuntutannya.
  3. proses pembelajaran harus bertumpu pada masyarakat sebagai media pembelajaran, sehingga materi ajar lebih ilmiah yang pada akhirnya prestasi hasil belajar siswa meningkat.
  4. guru mengajar hanya mengejar hasil akhir, kurang memperhatikan prosesnya.
  5. siswa terbiasa belajar individual sehingga keterampilan bekerja berkelompok harus dibiasakan.

Berangkat dari latar belakang permasalahan tersebut diatas maka peneliti mengambil judul “Upaya meningkatkan hasil belajar Matematika dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD materi Lingkaran di SMP Tunas Bangsa Cilegon”


C.    PERUMUSAN DAN PEMECAHAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang masalah, maka rumusan dan batasan maslah dalam penelitian ini adalah ;
  1. Apakah melalui pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar Matematika materi Lingkaran di SMP Tunas Bangsa Cilegon?
D.       TUJUAN PENELITIAN
            Tujuan yang ingin dicapai pada penelitian ini adalah sebagai berikut :
  1. Ingin mengetahui apakah penerapan model pembelajaran Kooperatif tipe STAD materi Lingkaran dapat meningkatkan hasil belajar Matematika di SMP Tunas Bangsa Cilegon.
E.       MANFAAT PENELITIAN
            Tujuan yang ingin dicapai pada penelitian ini adalah sebagai berikut :
1.    dengan diketahuinya penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar Matematika siswa pada materi Lingkaran, peneliti dapat memberikan informasi bagi guru dalam rangka memperbaiki proses belajar mengajar sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

F.        KAJIAN PUSTAKA
1.    Model Belajar
            Istilah model pengajaran dibedakan dari istilah strategi pengajaran, atau prinsip pengajaran. Istilah model pengajaran mempunyai makna yang lebih luas dari pada suatu strategi, metode, atau prosedur. Istilah model pengajaran mempunyai empat cirri khusus yang tidak dipunyai oleh strategi atau metode tertentu, yaitu : rasional teoritik yang logis yang disusun oleh penciptanya, tujuan pembelajaran yang ingin dicapai, tingkah laku mengajar yang diperlukan agar model tersebut dapat dilaksanakan secara berhasil, dan lingkungan belajar yang diperlukan agar tujuan pembelajaran itu dapat tercapai.
            Istilah model pengajaran meliputi pendekatan suatu model pengajaran yang lebih luas dan menyeluruh. Model-model pengajaran dapat diklasifikasikan berdasarkan : tujuan pembelajarannya, pola urutannya, dan sifat lingkungan belajarnya.
            Yang dimaksud dengan sintaks (pola urutan) dari suatu model pengajaran adalah pola yang menggambarkan urutan alur tahap-tahap keseluruhan yang pada umumnya disertai dengan serangkaian kegiatan pembelajaran. Sintaks (pola urutan) dari suatu model pengajaran tertentu menunjukan dengan jelas kegiatan-kegiatan apa yang harus dilakukan guru atau siswa. (Depdiknas, materi PTBK buku 3 : 2005)

2.    Model Belajar Kooperatif
            Pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran yang mengutamakan kerjasama diantara siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran. Model pengajaran kooperatif memiliki ciri-ciri :
a.    untuk menuntaskan materi belajarnya, siswa belajar dalam kelompok secara kooperatif.
b.    Kelompok di bentuk dari siswa-siswa yang memiliki kemampuan tinggi, sedang, rendah.
c.    Jika dalam kelas, terdapat siswa yang terdiri dari beberapa ras, suku, budaya, jenis kelamin yang berbeda maka diupayakan agar dalam tiap kelompok pun terdiri dari,ras, suku budaya, jenis kelmain yang berbed pula.
d.    Penghargaan lebih diutamakan pada kerja kelompok dari pada perseorangan.
            Pembelajaran kooperatif mempunyai 3 tujuan penting, yaitu :
1.    Hasil belajar akademik
            Pembelajaran kooperatif bertujuan untuk meningkatkan kinerja siswa dalam tugas-tugas akademik. Banyak ahli yang berpendapat bahwa model kooperatif unggul dalam membantu siswa untuk memahami konsep-konsep yang sulit.
2.    Penerimaan terhadap keragaman
            Model kooperatif bertujuan agar siswa dapat menerima teman-temannya yang mempunyai berbagai macam perbedaan latar belakang. Perbedaan tersebut antara lain suku, agama, kemampuan akademik, dan tingkat sosial.
3.    Pengembangan keterampilan sosial.
            Model kooperatif bertujuan untuk mengembangkan keterampilan sosial siswa. Keterampilan social yang dimaksud dalam pembelajaran kooperatif antara lain adalah : berbagi tugas, aktif bertanya, menghargai pendapat orang lain, memancing teman untuk bertanya, mau menjelaskan ide atau pendapat, dan bekerja dalam kelompok.
            Pada model pembelajaran kooperatif terdapat 6 langkah utama, dimulai dengan langkah guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan memotivasi siswa untuk belajar hingga diakhiri dengan langkah memberi penghargaan terhadap usaha-usaha kelompok maupun individu. Selanjutnya langkah-langkah pembelajaran kooperatif dari awal hingga akhir dapat dilihat dari table berikut :
Fase ke
Indikator
Aktivitas / kegiatan guru
1
Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa
Guru menyampaikan semua tujuan pembelajaran yang ingin dicapai pada pelajaran tersebut dan memotivasi siswa belajar.
2
Menyajikan informasi
Guru menyajikan informasi kepada siswa dengan jalan demonstrasi atau lewat bahan acuan.
3
Mengorganisasikan siswa kedalam kelompok-kelompok belajar
Guru menjelaskan kepada siswa bagaimana caranya membentuk kelompok belajar dan membantu setiap kelompok agar melakukan transisi secara efisien.
4
Membimbing kelompok bekerja dan belajar
Guru membimbing kelompok-kelompok belajar pada saat mereka mengerjakan tugas
5
Evaluasi
Guru mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari atau masing-masing kelompok memepresentasikan hasil kerjanya.
6
Memberikan penghargaan
Guru mencari cara-cara untuk menghargai upaya atau hasil belajar individu maupun kelompok.
            Bila diperhatikan langkah-langkah model pengajaran kooperatif pada tabel diatas maka tampak bahwa proses demokrasi dan peran aktif siswa dikelas sangat menonjol dibandingkan dengan model-model pengajaran yang lain.

3.    Model belajar Kooperatif Tipe STAD
            STAD (Student Teams Achievement Division) merupakan salah satu system pembelajaran kooperatif yang didalamnya siswa dibentuk kedalam kelompok belajar yang terdiri dari 4 atau 5 anggota yang mewakili siswa dengan tingkat kemampuan dan jenis yang berbeda. Guru memberikan pelajaran dan selanjutnya siswa bekerja dalam kelompoknya masing-masing untuk memastikan bahwa semua anggota kelompok telah menguasai pelajaran yang diberikan. Kemudian siswa melaksanakan tes atau materi yang diberikan dan mereka harus mengerjakan sendiri tanpa bantuan siswa lainnya. Nilai tes yang diperoleh selanjutnya dibandingkan dengan nilai rata-rata yang mereka peroleh sebelumnya dan kelompok-kelompok yang berhasil memenuhi kriteria diberi nilai tersendiri sehingga nilai ini kemudian ditambahkan pada nilai kelompok (Drs.H. Zainal Aqib.M.Pd , 2003:69)
            Berikut adalah unsur-unsur dalam pembelajaran kooperatfif tipe STAD :
a.    Tujuan kognitif untuk memberikan informasi akademik sederhana.
b.    Tujuan sosial untuk menjalin kerjasama dalam kelompok.
c.    Struktur kelompok terdiri dari kelompok heterogen dengan 4 – 5 orang anggota.
d.    Pemilihan topik ditentukan oleh guru
e.    Tugas utama yang dilakukan siswa adalah menggunakan LKS dan saling membantu untuk menuntaskan materi belajarnya.
f.     Penilaian berupa tes mingguan.
g.    Pengakuan dalam bentuk lembar pengakuan dan publikasi lain.


G.       HIPOTESIS
            Rumusan hipotesis dalam penelitian ini adalah :
1.    Pembelajaran Kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar Matematika  siswa pada materi Lingkaran di SMP Tunas Bangsa Cilegon.

H.       METODE PENELITIAN
1.  Tempat Penelitian
Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dengan mengambil lokasi di SMP Tunas Bangsa Cilegon kelas IX.A dengan pertimbangan : (a) Di SMP Tunas Bangsa Cilegon Kelas IX.A merupakan kelas yang mempunyai nilai rata-rata terendah, maka dipandang perlu adanya penelitian tentang model pembelajarn kooperatif tipe STAD sehingga prestasi Matematika siswa meningkat sesuai dengan harapan. (b) kemudahan dalam pelaksanaan penelitian karena peneliti merupakan staf pengajar di SMP Tunas Bangsa Cilegon .
2.  Waktu Penelitian.
Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dari bulan Juli tahun 2010 sampai dengan bulan Oktober tahun 2010, menggunakan jenis perlakuan tindakan kelas ( class room action research ) dengan menggunakan 2 siklus.
3.    Subyek Penelitian.
Subyek dari penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas VIII.A SMP Tunas Bangsa Cilegon tahun ajaran 2010 – 2011. Yang terdiri dari 24 siswa laki-laki dan 16 siswa perempuan. Pengambilan subyek penelitian ini didasarkan pada kondisi kelas yang mampu mewakili siswa kelas VIII secara keseluruhan, kelas VIII.A ini dipilih sebagai objek penelitian dikarenakan peneliti ingin mencari suatu strategi pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan penguasaan materi Lingkaran bagi para siswa.

I.      Tehnik dan alat pengumpul  Data
Dalam penelitian tindakan kelas ini dalam pengumpulan data digunakan berbagai tehnik antara lain :
1.    Tes Tertulis
Tes tertulis disini digunakan untuk mengumpulkan data siswa berkenaan hasil pengusaan materi Lingkaran yang dikuasai siswa , setelah siswa mengikuti suatu proses perlakuan  yang dilakukan oleh peneliti, sehingga didapatkan hasil yang akurat dan dapat menggambarkan secara jelas kemampuan siswa dalam menguasai materi Lingkaran tersebut.


2.    Alat Pengumpul Data.
Untuk mengetahui kemampuan yang dikuasai siswa dalam penguasaan materi yang dijadikan obejek penelitian ini,  peneliti menggunakan alat yang berupa tes tertulis yang telah dirancang oleh peneliti sesuai dengan tujuan yang telah tertuang didalam kisi – kisi soal .
3.    Deskripsi perilaku ekologis
Pada teknik ini peneliti mencatat observasi dan pemahaman urutan perilaku  siswa dengan lengkap meliputi :
a.    suasana kelas
b.    perilaku masing – masing siswa saat mengikuti pembelajaran di dalam kelas

J.    Indikator Keberhasilan
Hasil penelitian tindakan kelas ini tercapai sesuai dengan harapan bila dalam penelitian ini :
1. Penguasaan materi Lingkaran kelas VIII.A SMP Tunas Bangsa Cilegon pada akhir penelitian ini meningkat hingga mencapai 90 % siswa telah mencapai nilai diatas batas ketuntasan minimal.
2.   Penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe STAD merupakan model pembelajaran yang  efektif untuk mengajarkan materi bangun Lingkaran, dalam hal ini ditandai dengan peningkatan hasil nilai yang didapatkan masing – masing siswa.

K.   Prosedur Penelitian Tiap Siklus
Pelaksanaan prosedur penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti adalah sebagai berikut :
1.    Diskripsi siklus I.
a.    Tahap perencanaan tindakan.
Dalam tahap perencanaan tindakan pada siklus ini, kegiatan yang dilakukan adalah:
1)  Peneliti menyusun silabus yang berkaitan dengan materi Lingkaran.
2)    Peneliti merancang skenario pembelajaran yang dapat mengaktifkan secara kelompok besar.
3)    Merancang alat pengumpul data yang berupa tes dan digunakan untuk mengetahui pemahaman  kemampuan siswa yang berkaitan dengan materi Lingkaran.
b.    Tahap pelaksanaan tindakan.
1)    Pada siswa diberikan penjelasan umum tentang tujuan penelitian tindakan kelas sesuai dengan rancangan yang telah direncanakan, baik mengenahi pengumpulan data maupun kegiatan –kegiatan yang lain.
      Kegiatan dalam penelitian tindakan kelas ini meliputi : (a) Memberikan penjelasan secara umum tentang pokok bahasan yang diajarkan dengan mengunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan tehnik menstimulir rasa ingin tahu siswa (b) Mendorong siswa yang belum aktif untuk aktif dalam   mengikuti pembelajaran. (c) Mengamati dan mencatat siswa yang berpartisipasi aktif dalam pembelajaran (d) Mengumpulkan hasil pengujian yang diperoleh siswa dalam mengerjakan tugas  (e) Menganalisa hasil tes yang diberikan setelah siswa diajar dengan tehnik menstimulir secara kelompok besar.
2)    Peneliti mengajar sesuai dengan skenario pembelajaran klasikal yang telah dirancang dan mencatat kegiatan – kegiatan yang dilakukan oleh masing – masing siswa.
3)    Peneliti memberikan evaluasi pada siswa untuk mengetahui pemahaman siswa berkaitan dengan materi bangun ruang sisi lengkung
c.    Tahap observasi tindakan.
Peneliti mengamati dan mencatat semua kejadian yang terjadi pada saat siswa mengikuti pengajaran dan menanyakan pada siswa  yang kurang aktif dalam pembelajaran tentang kesulitan-kesulitan yang dihadapinya.
d.    Tahap refleksi.
Peneliti menganalisa hasil pekerjaan siswa dan hasil observasi yang dilakukan pada siswa guna menentukan langkah berikutnya. Peneliti membuat pengelompokkan siswa didasarkan pada hasil yang didapatkan siswa pada evaluasi yang dilakukan.

2.   Diskripsi siklus II.
a.    Tahap perencanaan tindakan.
1)    Mempersiapkan fasilitas dan sarana yaitu dengan membuat kelompok siswa dengan penyebaran siswa yang menguasai materi awal yaitu materi yang telah disampaikan pada siklus I .
2)    Membuat pengurus pada masing – masing kelompok mencakup fasilitator, pencatat , juru bicara dan pengatur waktu.
3)    Membuat bahan ajar yang akan disampaikan pada masing – masing kelompok.untuk didiskusikan
b.    Tahap pelaksanaan tindakan.
1)    Peneliti memberikan penjelasan tentang pokok bahasan Lingkaran yang akan dipelajari serta menjelaskan kegiatan yang akan dilaksanakan berkaitan dengan pengajaran dalam tehnik menstimulir siswa untuk belajar bersama dalam kelompok.
2)    Siswa yang telah menguasai pada materi awal di siklus I dimohonkan memimpin pembahasan bahan ajar yang diberikan peneliti. Bahan ajar yang diberikan berisi tugas memecahkan masalah tindak lanjut dari siklus I.
3)    Memberi kesempatan pada masing – masing kelompok untuk menyajikan hasil diskusi
4)    Pembahasan materi ajar yang siswa dalam satu kelas mengalami kesulitan ataupun salah dalam apersepsinya
5)    Memberikan evaluasi pada siswa untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menguasai pengerjaan soal bangun Lingkaran.
c.    Tahap observasi tindakan.
1)    Peneliti mencatat hasil-hasil yang diperoleh anak didik serta mencatat kesalahan – kesalahan yang dilakukan anak didik dalam mengerjakan masalah yang berkaitan dengan bahan ajar yang diberikan.
2)    Peneliti mencatat kesalahan –kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan masalah pada bahan ajar yang diberikan..
d.    Tahap refleksi.
Peneliti membuat inventarisasi kesulitan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan masalah pada bahan ajar yang diberikan serta mendata siswa yang telah mampu menyelesaikan soal evaluasi dan mampu mendapatkan nilai diatas standart ketuntasan belajar.

L.        JADWAL PENELITIAN
         Berikut adalah jadwal kegiatan Penelitian Tindakan Kelas model pembelajaran kooperatif tipe STAD di SMP Tunas Bangsa Cilegon
NO
Tanggal/Bulan
Jenis Kegiatan
Uraian kegiatan
1.
2 – 24 Juli 2011
Tahap persiapan
1.    memilih masalah.
2.    Studi pendahuluan
3.    Merumuskan masalah
4.    Merumuskan anggapan dasar
5.    Memilih pendekatan
6.    Menentukan variable dan sumber data
2.
4 Ags – 26 Sep 2011
Tahap pelaksanaan
1.      menentukan dan menyusun instrument.
2.      Mengumpulkan data.
3.      Analisis data.
4.      Menarik kesimpulan.
3
27 Sep – 15 Nop 2007
Tahap pelaporan
Menyusun laporan


M.       DAFTAR PUSTAKA
Arikunto,S (1996). Prosedur penelitian. PT. RINEKA CIPTA, Jakarta
Margono. S. (2004). Metodologi penelitian pendidikan. PT. RINEKA CIPTA, Jakarta
Sudijono, A (1996). Pengantar evaluasi pendidikan. PT. RAJA GRAFINDO PERSADA, Jakarta
Daryanto, H (1999). Evaluasi pendidikan. PT. RINEKA CIPTA, Jakarta
Arikunto, S (1990). Dasar-dasar evaluasi pendidikan. PT. BUMI AKSARA, Jakarta
Aqib, Z. (2004). Karya tulis ilmiah. CV. YRAMA WIDYA, Bandung
 ----- (2005), Materi pelatihan terintegrasi, Dirjen Dikdasmen Depdikbud, Jakarta
 ----- (2006). Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, Dirjen Dikdasmen Depdikbud, Jakarta
 Bobbi De Porter dkk. (2005), Quantum Learning, PT. MIZAN PUSTAKA, Bandung
Nurdin, M dkk (1998), Matematika 3, PT. REMAJA ROSDA KARYA, Bandung
Facebook Twitter Google+
 
Back To Top