Doa doa, Surat Yasin, Surat Al Waqiah, Asmaul Husna, Ayat Kursi, Juz Amma, Contoh Surat Lamaran Kerja, Proposal, Makalah dan Puisi

Monday, November 30, 2015

CONTOH PENULISAN PROPOSAL PERMOHONAN REHAB RUANG BELAJAR PONDOK PESANTREN

PERMOHONAN REHAB RUANG BELAJAR

I. Latar Belakang Masalah
Pendidikan Nasional bertujuan mencerdaskan kehidupan Bangsa dan mengembangkan Manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur,memiliki pengetahuan dan ketrampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Oleh karena itu Pendidikan berfungsi mengembangkan kemampuan serta meningkatkan mutu pendidikan dan martabat manusia Indonesia dalam rangka mewujudkan tujuan nasional.

Seiring dengan arah tujuan pendidikan sebagaimana dirumuskan dalam GBHN yang antara lain untuk mengembangkan kualitas sumberdaya manusia yang terarah,terpadu dan menyeluruh maka diperlukan upaya peningkatan mutu pendidikan disegala jenjang( tingkat ) dan jenis pendidikan ( formal dan non formal ).

Pondok Pesantren,dalam pemahaman umum dikenal sebagai lembaga pendidikan tradisional Islam yang sudah mengakar dimasyarakat.Tujuan utama mendirikan pesantren adalah mempersiapkan santri dalam memahami dan menguasai pengajaran dan studi islam 

( Tafaqquh Fiddin ), menyebarkan dan mendakwahkan pemahaman ajaran islam kepada masyarakat muslim dan sebagai benteng pertahanan masyarakat dibidang etika,moral dan akhlaq melalui pengajaran etika islam.Sejalan dengan tujuan ini maka seluruh materi yang diajarkan diambil dari materi keagamaan yang diambil langsung dari buku-buku klasik berbahasa Arab.

Sejalan dengan era tranformasi iptek dan globalisasi,beberapa pondok pesantren mengadakan perubahan dalam kegiatan pendidikan, antara lain dengan memasukan materi pengetahuan umum seperti penggunaan bahasa Inggris dalam percakapan harian disamping bahasa Indonesia dan bahasa Arab, praktek komputer dan beberapa kegiatan kecakapan hidup ( life skill ).Ini menandai bahwa makna tradisional tadi bukan berarti pondok pesantren tidak mengalami modernisasi,inovasi dan kreativitas.

Inovasi dan kreativitas pesantren yang dilakukan oleh pondok Pesantren Nurul Huda Pringsewu, Kab. Tanggamus dalam mengelola kegiatan Pendidikan di pondok dipadu kan dalam satu paket Madrasah Diniyah ( jalur non formal ) yang wajib diikuti oleh seluruh santri. Untuk jalur formal yaitu Madrasah Tsanawiyah ( MTs ) dan Madrasah Aliyah

( MA ). jumlah santri saat ini 475 santri putra dan putri.. Sebagai tenaga pendidik Pondok merekrut santri-santri senior, alumni Pondok-Pondok Pesantren dari jawa untuk membantu Kiai mengajar, terutama untuk meteri kajian kitab kuning.Untuk pelajaran umum, fihak Pondok merekrut tenaga profesional ( sarjana )sesuai dengan bidang jurusan study masing-masing.

Dikemas dalam satu paket Kurikulum Berbasis Kompetensi ( KBK ) dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ( KTSP ).Pendidikan diniyyah Nurul Huda mempelajari beberapa materi pembelajaran ( terlampir ). 

Dengan sistim KBK ini,materi yang dikembangkan, mengarah ke tercapainya tujuan awal didirikan Pondok Pesantren Nurul Huda yaitu mempersiapkan santri dalam memahami dan menguasai pengajaran dan studi islam ( Tafaqquh Fiddin ), menyebarkan dan mendakwahkan pemahaman ajaran islam kepada masyarakat muslim dan sebagai benteng pertahanan masyarakat dibidang etika,moral dan akhlaq melalui pengajaran etika Islam,menguasai IPTEK ,

SistimPendidikan Diniyyah yang dilakukan dengan sistem klasikal,menuntut fihak pengelola menyediakan fasilitas berupa ruangan belajar khusus ( kelas ) beserta perlengkapan penunjang lainya.Jumlah kelas yang ada saat ini 4 lokal, sehingga dalam pemakaianya bergantian pagi dan sore.Untuk itu, kami dari fihak pengelola mengajukan bantuan dana kepada pemerintah, mengingat sumber dana yang ada dipondok tidak mencukupi untuk Merehab Ruang Kelas ( MRK ) yang diperkirakan berjumlah 4 kelas dan asrama santri dengan ukuran yang sama,sehingga total biaya diperkirakan Rp.370.000.000  ( Tiga Ratus Tujuh Puluh Juta Rupiah ) .

II. ANALISA KEBUTUHAN.
Pondok pesantren pada umumnya berjalan secara swadaya dan swadana sesuai kemampuan Kiai ( Pengasuh ). Termasuk dalam penyediaan ruang mengaji dan asrama santri. Dalam membangun Kiai tidak mengandalkan bantuan dari organisasi kemasyarakatan / pemerintah.Pada umumnya Kiai dalam menyediakan fasilitas disesuaikan dengan kemampuan finansial Kiai misal hasil panen, hasil sedekah dermawan, atau ungkapan terima kasih masyarakat karena hajatnya berhasil berkat dido’akan oleh Kiai.Karena terbatasnya kemampuan finansial, dalam membangun asal jadi dan cenderung tidak memenuhi standar kelayakan. Tidak heran kesan pertama kalau masuk Pondok ada kesan kumuh, acak-acakan dan bangunan yang sangat sederhana terlihat disana sini.

Di era Modernisasi,Manajemen Pondok Pesantren sangat mendukung berkembangnya kemajuan Pondok Pesantren. Dari perencanaan pembangunan , anggaran dana dan kurikulum perlulah suatu Pesantren dimanaj dengan baik.

I. Visi , Misi Dan Tujuan 
A. VISI
Terwujudnya lulusan Pondok Pesantren yang berakhlak mulia ,beretos kerja tinggi berfikir kritis terhadap perkembangan peradaban Islam .

B. Misi 
  1. Mengambangkan kemampuan dasar santri menjadi muslim yang taat beribadata dan memiliki kepedulian yangtinggi
  2. Mengembangkan pemahamankeagamaan yang toleran ,inklusif dan demokratis
  3. Mengembangkan kemampuan berfikir kritis dan sistematis dalam memahami peradabanislam 
  4. Memberikan landasan metodologik dalam memahami ajaran islam 
  5. Membangun madrasah sebagai ciri khas 
  6. Mengembangkan kemampuan dasar santri menjadi muslim yang taat beribadat dan memiliki kepedulian yangtinggi
  7. Mengembangkan pemahaman keagamaan yang toleran ,inklusif dan demokrat
  8. Mengembangkan kemampuan berfikir kritis dan sistematis dalam memahami peradaban Islam 
  9. Memberikan landasan metodologik dalam memahami ajaran Islam 
  10. Membangun madrasah sebagai ciri khas pendidikan dan pengembangan ajaran islam

C. Tujuan 
  1. Terpenuhi kebutuhan sarana belajar yang memadahi, guna menunjang 
  2. kelancaran kegiatan belajar mengajar santri
  3. Terpenuhi sarana pemondokan santri yang memadahi.
  4.  Terciptanya suasana yang kondusif didalam pemondokan.
  5. Mendukung daya kreasi dan inovasi santri lebih optimal.
III.NAMA PROGRAM 

Program Bantuan Rehab Ruang Kelas ( RRK ) dengan permohonan 4(empat) ruang kelas dan Asrama Santri diajukan dalam rangka pemenuhan sarana belajar yang mencukupi dan menunjang kelancaran proses belajar mengajar serta terpenuhinya ruangan penginapan santri sebagai tempat tinggal, sehingga tercipta suasana yang kondusif pada tahun aggaran 2009-2010.

IV. DASAR PROGRAM
1. Program pengembanganSarana dan prasarana pon-pes NURUL HUDA
2. Program kerja Komite Sekolah dan Pondok Pesantren Nurul Huda
3. Rapat Dewan Asatid Pondok Pesantren Nurul Huda


V. SASARAN DAN KEGIATAN.
Mengacu pada dasar program di Pondok Pesantren Nurul Huda Pringsewu. Tanggamus maka sasaran dan kegiatan diarahkan pada Program Permohonan Bantuan Rehab Ruang Belajar dengan tujuan : 
  1. Sekolah yang bernaung dibawah Pondok Pesantren memiliki ruang kelas yang dapat memedai untuk kelancaran proses belajar mengajar dengan kondusif. 
  2. Dengan Sarana dan prasarana yang memadai maka dapat diupayakan peningkatan mutu pendidikan Sekolah dan Pondok Pesantren 
  3. Mengantisipasi kerusakan ruang belajar yang sudah lama 
  4. Merencanakan program Rehab Ruang Kelas secara berkesinambungan sesuai dengan program sekolah atau Pondok Pesantren baik jangka pendek maupun jangka panjang. 
  5. Penyusunan program jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang khususnya untuk sarana dan prasarana. 
  6. Melakukan monitoring dan evaluasi atas program yang sudah dijalankan untuk pengembangan program berikutnya. 

VI. Waktu dan Strategi Pelaksanaan Pembangunan
a. Waktu
Dalam pelaksanaan Program Bantuan Rehab Ruang Belajar,strategi pelaksanaan pembangunan akan dimulai pada bulan Agustus, September dan Oktober 2009.

b. Strategi Pelaksanaan Pembangunan 
Rencana Perehaban Ruang Belajar ini dilakukan secara intensif dan berkesinambungan dengan mengambil langkah dan strategi berikut:
1. Persiapan umum
2. Persiapan teknis
3. Pelaksanaan
4. Penyelesaian
5. Monitoring dan evaluasi

VII. Rencana Anggaran & Gambar Bangunan
a. Rencana Anggaran terlampir
b. Gambar bangunan (terlampir)

VIII. Organisasi Pelaksana Kerja Pembangunan (terlampir)

IX. Sumber Dana Pembangunan
Sumber dana pembangunan ini di harapkan berasal dari:
1. Pemerintah Departemen Agama.
2. Komite sekolah dan Pengelola Pondok
3. Donatur yang tidak mengikat

X. Hambatan-hambatan
Hambatan yang akan terjadi adalah:
1. Persiapan dana yang sangat kurang
2. Kebutuhan pembenahan yang sangat mendesak
3. Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM) masih double shift
4. Satu ruangan digunakan bergantian antara kegiatan sekolah dan mengaji.

XI. Penutup

Demikian Proposal Bantuan Rehab Ruang Kelas kami ajukan untuk dapat di tindak lanjuti dan direalisasikan,mengingat permasalahan ini dalam rangka menunjang mutu pendidikan Atas perkenaan Bapak kami ucapkan terimakasih.

Pringsewu ,10 Februari 2009 
Ketua Yayasan PonPes Putra Putri
Nurul Huda Pringsewu Tanggamus



KH.Drs.Moh Ghufron AS
Facebook Twitter Google+
 
Back To Top