Doa doa, Surat Yasin, Surat Al Waqiah, Asmaul Husna, Ayat Kursi, Juz Amma, Contoh Surat Lamaran Kerja, Proposal, Makalah dan Puisi

Friday, January 16, 2015

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENYIMAK DRAMA DENGAN MEDIA PARA PEMENTAS LUAR KELAS

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang Penelitian
Bahasa dapat diungkapkan secara lisan maupun tulisan. Praktik menyimak tidak dapat dipisahkan dari kegiatan sehari-hari, sebab bahasa lisan yang diujarkan dari komunikan akan terdengar untuk kemudian dimengerti dan dipahami secara baik oleh penyimak. Aktivitas menyimak, merupakan kegiatan untuk mendapatkan pemahaman atas maksud ujaran orang lain melalui bahasa lisan.
Kegiatan menyimak di dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah, merupakan pembelajaran yang harus dikaitkan dengan kegiatan pembelajaran berbicara, membaca, dan menulis. Sebab tanpa ada pembelajaran menyimak, ketiga pembelajaran tersebut, tidak dapat memiliki makna dan fungsinya.
Pembelajaran menyimak, dapat diterapkan ke dalam bentuk yang variatif. Di antaranya menyimakkan drama, sebagai langkah yang tepat untuk memberikan pemahaman kepada siswa. Orientasi lain, selain untuk mendapatkan suasana baru, juga untuk memberikan pemahaman kepada siswa secara cepat dari hasil suasana baru itu.
Menurut Tarigan (1991:8) Peran dari kegiatan menyimak tersebut adalah sebagai (1) landasan belajar berbahasa, (2) penunjang keterampilan berbicara, membaca, dan menulis, (3) pelancar komunikasi lisan, dan (4) penambah informasi. Serta bukti yang menguatkan betapa pentingnya keterampilan menyimak tersebut adalah pendapat dari Rankin pada tahun 1926 (dalam Tarigan, 1991:10) yang menyatakan bahwa 42% waktu penggunaan bahasa tertuju pada menyimak.

Hasil dari studi pendahuluan yang penulis lakukan di tempat penelitian, pelaksanaan proses belajar khususnya pembelajaran Bahasa Indonesia untuk aspek menyimak siswa kurang mendapat perhatian dari guru yang bersangkutan. Adanya interpretasi yang salah dari seorang pengajar, bahwa seorang guru terjebak pada satu metode ceramah, yang menjelaskan secara detail tentang teori drama, padahal SK (Mengapresiasi pementasan drama) dan KD (Menang­gapi unsur pementasan naskah dra­ma), sudah jelas menuju pada kegiatan praktik menyimak, hingga pada akhirnya siswa tidak melaksanakan kegiatan pembelajaran menyimak dalam proses pembelajarannya. Sehingga penulis mendapatkan gambaran bahwa pembelajaran menyimak yang merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari pembelajaran lainnya, belum terlaksana dengan baik. Bahkan saat guru Bahasa Indonesia dihadapkan pada pembelajaran menyimak, guru Bahasa Indonesia terkesan bingung, apa yang hendak difasilitaskan kepada siswa, sehingga tidak ada kesinergisan antara rencana pengajaran dan praktik pembelajarannya. Padahal dalam kenyataannya, aspek pembelajaran menyimak merupakan aspek pembelajaran yang tidak dapat dipandang sebelah mata, mengingat pentingnya peran dan kedudukan yang strategis dalam kaitannya dengan pembentukan intelektual, kompetensi, dan kepribadian siswa. Situasi seperti ini merupakan situasi yang sangat memprihatinkan.
Dari hasil wawancara dengan guru Bahasa Indonesia di tempat peneliti melakukan studi pendahuluan. Dari hasil kegiatan wawancara dengan beberapa siswa serta angket yang dibagikan kepada siswa kelas VIII C SMPN 2, akhirnya penulis mendapatkan kesimpulan bahwa kondisi pembelajaran menyimak terkesan kurang dari harapan, motivasi dari guru merupakan salah satu penyebab pembelajaran menyimak cenderung jauh dari jalur. Selain itu juga faktor penunjang lainnya seperti pada bahan ajar yang tidak diprioritaskan oleh lembaga dan penggunaan metode yang dianggap mudah yakni metode ceramah.
Kondisi pembelajaran seperti ini jika dibiarkan akan membawa dampak buruk untuk siswa dalam melaksanakan proses belajar. Di balik semua itu siswa cenderung dijejali dengan materi tentang materi drama, bukan pembelajaran menyimak yang mengaktifkan siswa. Maka dengan demikian gaya belajar siswa cenderung tidak akan ada perubahan yang signifikan.
Dengan adanya peminjaman para pemeran dari luar kelas yang dipinjam sebagai fasilitator tokoh drama pada pembelajaran menyimak diharapkan dapat meningkatkan minat siswa, sehingga pada gilirannya pembelajaran akan semakin efektif dan menyenangkan, selain itu ada suasana baru yang lebih menggairahkan siswa penyimak. Hal inilah yang melatarbelakangi penulis perlu menerapkan metode pembelajaran baru dengan menggunakan pemanfaatan para pementas drama dari luar kelas yang dipinjam. Dengan demikian judul penelitian ini adalah “PENINGKATAN KEMAMPUAN MENYIMAK DRAMA DENGAN MEDIA PARA PEMENTAS LUAR KELAS (Di Kelas VIII C SMP Negeri 2 Lakbok Kabupaten Ciamis Tahun Pelajaran 2011-2012)”

1.2  Rumusan Masalah
Masalah yang ada dalam penelitian ini, penulis rumuskan sebagai berikut.
1)      Bagaimanakah persiapan pembelajaran mengapresiasi drama para pementas drama dari luar kelas pada siswa kelas VIII C SMPN 2 Lakbok Tahun Ajaran 2011/2012?
2)      Bagaimanakah proses pembelajaran mengapresiasi drama para pementas drama dari luar kelas pada siswa kelas VIII C SMPN 2 Lakbok Tahun Ajaran 2011/2012?
Bagaimanakah hasil belajar pada siswa kelas VIII C SMPN 2 Lakbok Tahun Ajaran 2011/2012 setelah melaksanakan pembelajaran mengapresiasi drama para pementas drama dari luar kelas?

1.3  Maksud dan tujuan penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh berbagai data yang objektif dan faktual untuk memperoleh peningkatan pembelajaran menyimak dari hasil belajar siswa dengan menggunakan media para pementas dari luar kelas (Di Kelas VIII C SMP Negeri 2 Lakbok Kabupaten Ciamis Tahun Pelajaran 2011-2012)
Secara khusus penelitian ini bertujuan:
1.      Untuk memperoleh model pelaksanaan dan perencanaan pembelajaran menyimak dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa dalam mengapresiasi pementasa drama melalui penggunaan media para pementas dari luar kelas di kelas VIII C SMP Negeri 2 Lakbok.
2.      Untuk mengetahui aktivitas siswa dalam mengapresiasi pementasan drama melalui penggunaan para pementas drama dari luar kelas di kelas VIII C SMP Negeri 2 Lakbok.

1.4. Manfaat Penelitian
1)      Manfaat Praktis
Secara praktis, hasil penelitian ini diharapkan dapat dimanfaatkan guru bahasa Indonesia dalam pembelajaran menyimak, terutama menyimak pementasan drama. Dengan fasilitator pementas drama dari luar kelas yang dimanfaatkan guru, peningkatan kualitas dan hasil belajar menyimak diharapkan dapat tercapai.
2)      Manfaat Teoretis
Secara teoretis, hasil penelitian ini diharapkan dapat mengisi kekosongan rujukan akademis yang berupa informasi mengenai pembelajaran menyimak. Sepanjang pengamatan dan pengetahuan penulis, kajian dan pustaka mengenai menyimak yang ditampilkan dalam bahasa Indonesia sangatlah kurang. Sebab itulah, penulis berharap penelitian ini dapat dimanfaatkan secara teoretis untuk meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Indonesia, khususnya dalam pembelajaran menyimak.
1.5. KERANGKA PEMIKIRAN
                  Untuk meningkatkan hasil belajar siswa terhadap mata pelajaran Bahasa Indonesia, guru harus mampu menciptakan suasana belajar baru yang optimal dengan menerapkan berbagai metode pembelajaran, media, atau cara memberikan pelajaran. Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, salah satu yang harus diperhatikan oleh guru dalam mengajarkan suatu pokok bahasan adalah memilih media, atau cara pembelajaran yang sesuai dengan pokok bahasan yang diajarkan, karena melihat kondisi siswa yang mempunyai karakteristik yang berbeda antara antara yang satu dengan yang lainnya. Menyikapi kenyataan ini, penulis merasa perlu  menggunakan media para pementasan drama dari luar kelas dalam meningkatkan hasil belajar siswa dalam mengapresiasi pementasan drama di kelas VIII C SMP N 2 Lakbok.
Tindakan pemecahan masalah yang dilakukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1.      Merencanakan pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan media para pementas dari luar kelas dalam pementasan drama.
2.      Melaksanakan pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar siswa
dengan media para pementas drama dari luar kelas.
3.      Evaluasi pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar siswa
dengan media para pementasan drama dari luar kelas.
4.      Refleksi pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada aspek menyimak dengan media para pementas drama dari luar kelas.
5.      Merencanakan dan melaksanakan tindak lanjut hasil refleksi pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam mengapresiasi pementasan drama.

1.6. HIPOTESIS TINDAKAN
§   Jika guru melaksanakan proses pembelajaran menyimak dalam mengapresiasi pementasan drama melalui media para pementas drama dari luar kelas, maka kemampuan mengapresiasi pementasan drama, siswa akan lebih meningkat.
§   Hasil belajar siswa akan lebih baik setelah melakukan pembelajaran menyimak dengan menggunakan media para pementas drama dari luar kelas, hal ini dapat dikaji melalui perbandingan hasil pembelajaran menyimak sebelum dan sesudah melakukan proses pembelajaran.

§   Pemahaman siswa dalam mengapresiasi unsur pementasan drama lebih meningkat, jika proses pembelajaran menggunakan media para pementas drama dari luar kelas.
Facebook Twitter Google+
 
Back To Top