Doa doa, Surat Yasin, Surat Al Waqiah, Asmaul Husna, Ayat Kursi, Juz Amma, Contoh Surat Lamaran Kerja, Proposal, Makalah dan Puisi

Tuesday, February 3, 2015

Cara Mudah Memahami Isi Buku

Cara Mudah Memahami Isi Buku- Buku merupakan jendela ilmu. Dengan membaca buku kita dapat memperoleh banyak pengetahuan dan informasi yang sebelumnya belum kita ketahui menjadi kita ketahui. Pada kesempatankali ini saya akan membagikan tips dan Cara Mudah Memahami Isi Buku
1.        Dalam membaca, yang terpenting adalah memahami isi buku tersebut. Kita dapat memahaminya dengan memperhatikan rangkaian kata-kata, mengenali dan menyadari terlebih dahulu bagaimana konstruksi kata itu dibangun. Pembaca juga harus mengerti hubungan gagasan yang terdapat dalam frase-frase bacaan, hubungan gagasan dalam klausa, hubungan gagasan dalam kalimat, hubungan gagasan dalam kalimat majemuk setara, hubungan antarklausa dalam kalimat majemuk bertingkat, nilai komunikatif atau modalitas, dan berbagai acuan penggagasan dalam wacana yang akan menolong dalam memahami makna yang terkandung di dalam konstruksi ketatabahasaan gagasan yang ingin disampaikan oleh penulis.
2.        Kecepatan dalam membaca perlu untuk dilatih dan ditingkatkan kemampuannya, seiring dengan tuntutan banyak buku yang harus dibaca dan jumlah hasil buku yang dapat kita capai. Kecepatan baca diukur dari seberapa banyak kata yang dapat ditangkap oleh mata dalam sekali pandang. Semakin banyak kesatuan klausa atau kalimat yang dapat terbaca berarti semakin cepat kemampuan bacanya.Kemampuan baca yang cepat ini ditunjang dengan kemampuan merekonstruksi kesatuan-kesatuan yang mambangun sebuah kalimat. Konstruksi ini dibedakan menjadi konstruksi frasal dan konstruksi klausal. Ketrampilan membaca cepat ini dapat diperoleh dengan banyak berlatih membaca dengan menyusun frase-frase atau klausal kalimat. Yang terpenting dalam membaca cepat selain kemampuan membaca dengan cepat tetapi juga memperoleh pemahaman yang tepat dan benar akan isi bacaan.
3.   Dapat memahami isi buku salah satu caranya dengan memperhatikan kata-kata penggabung yang menghubungkan antar ide dalam bacaaan yang sering disebut dengan kata/frase pengacu dan kata/frase perangkai. Kata pengacu adalah kata/frase pengganti kata lain dalam bacaan, sedangkan kata perangkai adalah kata atau frase yang menyatakan hubungan sebab-akibat, tambahan kepada apa yang sudah disebutkan sebelumnya, perurutan, perbandingan, tujuan, kesimpulan.
4.   Setelah memperhatikan kata pengacu dan kata perangkai yang terdapat dalam bacaan, langkah berikutnya kita bisa memberi tanda khusus kepadanya, agar memudahkan kita melihat hubungan antara ide yang satu dengan ide berikutnya dalam paragraf bacaan tersebut. Menandai bisa dengan bentuk lingkaran, kotak, panah, bintang atau sesuatu yang mudah untuk mengingatkan kita ketika membacanya. Pensil adalah alat tulis yang harus tersedia selalu ketika membaca, memudahkan  untuk menandai dan menghapus kembali, disamping untuk membuat catatan kecil di sekitar bacaan yang dianggap penting. Kemudian dalam membaca bahan kita bisa membaca selintas, dengan tujuan untuk mencari dan memperoleh ide, makna, atau keterangan yang khusus, bisa juga karena ingin memperoleh gambaran yang menyeluruh akan isi bacaan saja, tanpa bermaksud untuk mendalami isi bacaan.
5.        Mencermati pola paragraf bacaan untuk memahami isinya, dengan mengenali bagaimana setiap paragraf itu dibangun, melihat ciri atau polanya, juga dapat meningkatkan kemampuan baca cepat. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam satu paragraf adalah kalimat utama dimana terdapat gagasan atau ide dari paragraf tersebut berada, kalimat-kalimat pendukung atau penunjang yang bersifat melengkapi dan mendukung ide utama, adakah kalimat peralihan yang menyatukan ide antar paragraf pendukung, dan kalimat penutup yang biasanya berisi kesimpulan.
6.        Menggunakan metode SQ3R, yaitu Search (menyelidik), Question (menanyakan), Read (membaca), Recite (mendaras), dan Review (mengulangi) untuk mendapatkan hasil membaca yang intensif dan relasional. Search, Menyelidik. Membaca cepat yang dilakukan untuk mendapatkan garis besar atau gambaran umum dari isi bacaan. Question, Menanyakan. Mengajukan pertanyaan-pertanyaan (dalam pikiran) setelah mendapatkan garis besar isi bacaan yang akan membantu kita merumuskan tujuan pembacaan dan point-point penting apa yang akan kita baca dan pelajari secara mendalam. Read, Membaca. Mulai membaca bagian yang dapat menjawab pertanyaan yang kita ajukan tadi. Recite, Mendaras. Setelah memperoleh apa yang kita cari, untuk memperkuat hasil itu kita bisa daraskan dengan lantang, didukung dengan mencatatnya secara terperinci pada lembar catatan yang akan membantu untuk mengingat hasil temuan tersebut. Review, Mengulangi. Adalah yang terpenting dari semua tahapan. Dalam mengulangi kita akan melihat kembali garis besar keseluruhan, mengingat kembali pokok-pokok utama isi buku dengan melihat hasil jawaban pertanyaan dan lembar catatan yang telah kita buat. Dengan demikian kita mendapatkan hasil pembacaan yang efektif dan efisien sesuai tujuan.
7.    Membuat catatan seperti dalam langkah Recite atau “mendaras” diatas sangat berguna sekali untuk meningkatkan mutu dari pembacaan kita. Karena ketika kita membuat catatan, pikiran kita juga terlibat aktif untuk menuliskan gagasan yang dapat kita tangkap dari suatu bahan ke dalam catatan tersebut. Seperti yang kita tahu, pikiran kita tidak dapat secara otomatis menyimpan dengan baik apa yang telah kita baca atau dengar, tetapi dengan membuat catatan pikiran kita akan dipaksa mengingat dan menyalurkan kembali suatu ide atau gagasan yang kita tangkap ke dalam bentuk tulisan yang akan memudahkan kita untuk mengingatnya kembali sewaktu dibutuhkan. Catatan-catatan ini akan menjadi bank data pribadi kita. Dari bentuknya, catatan dapat digolongkan menjadi:
1)    Garis besar, atau outline
2)    Ringkasan, atau summary
3)    Tanya-Jawab.
8.        Memahami dan mengenali pola yang diterapkan oleh pengarang dalam menyajikan gagasan dan tujuan yang ingin disampaikannya dengan mengenali model wacana dan komponen yang mendukung model. Model yang dipakai pengarang ada berbagai macam yang bisa kita pelajari dan bedakan, yaitu :
1)   P-D-K              Pendirian-Dukungan-Kesimpulan
2)   P-S-P               Pendapat-Sanggahan-Pendirian
3)   INVERSI        Pembuka-Evidensi-Penjelasan-Pendirian
4)   M-B-P                         Masalah-pemBahasan-Pemecahan masalah
9.        Setelah mempelajari dan berlatih ketrampilan teknik membaca cepat, membaca dengan metode SQ3R, menandai, membuat catatan, dan memahami pola pengarang, masih ada lagi yang harus kita kerjakan untuk membantu memperdalam dan meningkatkan hasil pembacaan dan memahami isi buku yaitu dengan mengamati bahan-bahan bantu. Bahan-bahan bantu ini meliputi: halaman judul, kata pendahuluan penulis, daftar isi, tabel, peta, bagan, diagram, grafik, gambar/foto, catatan kaki atau catatan akhir, daftar pustaka, daftar istilah, lampiran, dan indeks.
Bahan-bahan bantu ini berisi informasi yang sangat penting dan vital jadi tidak bisa kita abaikan begitu saja, bahkan kita bisa mendapatkan motivasi untuk membacanya, gambaran sekilas dari kualitas buku tersebut, petunjuk-petunjuk khusus buat pembaca, membantu dan memudahkan kita mencari topik-topik yang kita minati dan kita cari, mendapatkan sumber-sumber dari informasi yang penulis  kutip secara langsung maupun tidak langsung.

Jadi, secara tidak langsung, kita sudah membaca garis besar keseluruhan buku tersebut dengan membaca bahan-bahan bantu. Kita tinggal melanjutkan langkah-langkah membaca seperti yang telah dibahas pada point-point sebelumnya, dengan begitu kita telah berusaha memaksimalkan cara belajar yang efektif dan efisien untuk mendapatkan hasil belajar yang terbaik. 
Facebook Twitter Google+
 
Back To Top