Doa doa, Surat Yasin, Surat Al Waqiah, Asmaul Husna, Ayat Kursi, Juz Amma, Contoh Surat Lamaran Kerja, Proposal, Makalah dan Puisi

Tuesday, February 3, 2015

Nuansa , Reaktualisasi , Demokrasi dalam Pendidikan Islam

Nuansa , Reaktualisasi , Demokrasi dalam  Pendidikan Islam
Islam mengakui adanya pendidikan seumur hidup sebab perjalanan manusia melalui tahapan-tahapan tertentu, maka pembahasan pendidikannya harus difokuskan pada tahapan-tahapan itu. Adapun periode pendidikan yang dimaksud adalah pendidikan prenatal (pemilihan jodoh dan pernikahan), dan pendidikan pasca natal (pendidikan bayi, kanak-kanak, anak-anak, dan dewasa).

Persiapan pendidikan dimulai sejak pemilihan jodoh sebab diharapkan nantinya diharapkan menghasilkan manusia yang bermartabat di masa depan melalui proses pendidikan.
Pada masa pernikahan hingga kehamilan itu kontak psikis antara orang tua dengan si janin itulah sebenarnya yang disebut pendidikan.

Pada masa bayi(0-2 tahun) secara lahiriyah dia pasif terhadap agama tetapi berkat perkembangan semua indranya dia sebenarnya aktif mencari, mendapatkan, dan mengenal sesuatu yang baru.

Pada masa kanak-kanak(2-6 tahun) kebiasaan dan pembiasaan pada anak sangat penting bagi keberhasilan pendidikan.
Metode yang digunakan pada masa anak-anak(6-12 tahun) yaitu keteladanan, pembiasaan, dan latihan, kemudian berangsur-angsur diberikan penjelasan secara logis maknawi.
Pada fase remaja hendanya dalam mendidik anak yaitu mengembangkan potensi mereka, membuka dialog dan menyadarkan mereka akan status sosial,dan lainya.
Pendidikan pada masa dewasa yaitu melalui majlis ta’lim yang sarat dengan dzikrullah agar tenang menghadapi hidup yang modern yang didominasi materi dan kepentingan duniawi.

Demokrasi pendidikan yaitu suatu pandangan yang mengutamakan persamaan hak, kewajiban dan perlakuan oleh tenaga kependidikan terhadap peserta didik dalam proses pendidikan.

Prinsip demokrasi yaitu kebebasan, penghormatan terhadap manusia, persamaan, dan pembagian kekuasaan.

Bentuk demokrasi pendidikan Islam yaitu kebebasan bagi pendidik dan peserta didik (kebebasan berkarya, kebebasan dalam mengembangkan potensi, kebebasan dalam berpendapat), persamaa terhadap peserta didik dalam pendidikan Islam, dan penghormatan akan martabat individu dalam pendidikan Islam.
Praktek pendidikan Islam sangat akrab dengan prinsip-prinsipkebabasan dan demokrasi. Islam menyerukan adanya prinsip persamaan dan peluang yang sama dalam belajar sehingga terbukalah kesadaran untuk belajar bagi semua orang

Kuantitas pendidikan Islam di Indonesia sekarang menunjukan perkembangan dinamis tetapi dari segi kualitas masih dipertanyakan. Hal itu dikarenakan masih banyaknya masalah dalam lembaga-lembaga pendidikan Islam, kualitas guru belum memadai, terbatasnya dana dan SDM, produktifitas lembaga kurang bermutu, dan lainnya.
Dalam menghadapi pasar bebas maka lembaga pendidikan Islam harus meningkatkan daya saing yang sungguh-sungguh dan terencana, sehingga layak bersaing dipergaulan internasional, membuka program studi yang bervariasi, melaksanakan akuntabilitas, dan harus melaksanakan evaluasi.

Dalam menghadapi otonomi daerah maka lembaga pendidikan Islam (LPI) tidak lagi harus tampil uniform dan tunggal untuk seluruh wilayah Indonesia, perlu adanya kerjasama antara Departemen Agama dan Pemerintah Daerah dalam penyelenggaraan pendidikan Islam, LPI harus melakukan reorientasi terhadap persoalan normative-filosofis yang sering diperdebatkan, adanya perubahan paradigm dalam praktek pendidikan. Perubahan paradigm itu misalnya :pengelola tenaga kependidikan harus prefesional dan efektif, pembiayaan pendidikan tidak hanya diperoleh dari kas Negara tetapi yang lebih uuytama dari lembaga dan dari masyarakat, melakukan reformasi dalam sistem pembelajaramn, demokratisasi dalam proses pendidikan, melaksanakan efisiensi pendidikan, sasaran akhir mkurikulum adalam pengalaman belajar, evaluasi belajar secara teratur dan berkelanjutan, serta pembudayaan kualitas bagi setiap warga lembaga pendidikan Islam dapat dilakukan dengan meningkatkan profesionalitas personil madrasah.
Facebook Twitter Google+
 
Back To Top