Doa doa, Surat Yasin, Surat Al Waqiah, Asmaul Husna, Ayat Kursi, Juz Amma, Contoh Surat Lamaran Kerja, Proposal, Makalah dan Puisi

Thursday, May 21, 2015

Beberapa Metode Interaktif Edukatif di Luar Kelas

Metode Interaktif Edukatif di Luar Kelas

1. Metode Karyawisata
Metode karyawisata merupakan suatu kegiatan belajar mengajar di mana siswa dibawa ke suatu objek di luar kelas untuk mengkaji atau mempelajari suatu masalah yang berhubungan dengan materi pelajaran atau dengan kata lain karyawisata merupakan suatu upaya mendekatkan atau membawa diri siswa kepada kehidupan nyata (rill) yang menjadi sumber belajar bagi para siswa.
Tujuan metode karyawisata adalah sebagai berikut :
  1. Agar siswa dapat membandingkan apa yang mereka pelajari di kelas secara teoritis dengan keadaan nyata di lapangan, atau membandingkan antara keadaan nyata dengan praktek penggunaannya.
  2. Untuk menghilangkan kejenuhan siswa dalam belajar.
  3. Untuk dijadikan ajang rekreasi bagi siswa sambil belajar.
Fungsi dari metode karyawisata adalah :
  1. Mendekatkan dunia sekolah dengan kenyataan
  2. Mempelajari suatu konsep atau teori dengan kenyataan dan sebaliknya
  3. Membekali pengalaman riil pada siswa
Kelebihan penggunaan metode karyawisata adalah ; (1) siswa memperoleh pengalaman langsung di lapangan; (2) dapat meningkatkan minat dan perhatian siswa dalam mempelajari sesuatu; (3) dapat memperkaya dan menyempurnakan pengetahuan yang diperoleh siswa di dalam kelas.

Kekurangan dari metode ini adalah ; (1) memerlukan persiapan yang relatif lama dan cukup matang; (2) memerlukan sarana dan biaya yang relatif tinggi; (3) bila persiapan kurang matang dapat mengaburkan tujuan; (4) memiliki resiko yang cukup tinggi.

Lagkah-langkah pelaksanaannya adalah sebagai berikut :
a. Persiapan, meliputi; 1) merumuskan tujuan pelaksanaan; 2) menentukan tempat, waktu, dan biaya pelaksanaan; 3) membentuk panitia pelaksanaan dan membagi tugas; 4) mempersiapkan lembar observasi atau pertanyaan-petanyaan untuk merekam data di lapangan.

b. Pelaksanaan, meliputi; 1) mengadakan pengawasan dan bimbingan terhadap siswa; 2) menunjukkan hal-hal yang penting pada saat berkaryawisata yang berhubungan dengan materi pelajaran; 3) menjaga ketertiban, keamanan dan sopan santun di lapangan; 4) mencatat hal-hal yang penting untuk bahan laporan.

c. Tindak lanjut, meliputi; 1) mengolah dan menganalisa data hasil observasi di lapangan; 2) melaksanakan diskusi tentang hasil pengolahan dan analisis data; 3) membuat laporan lengkap tentang hasil diskusi sebagai hasil kegiatan karyawisata.

2. Metode Observasi
Observasi ialah metode atau cara-cara menganalisis secara sistematis mengenai tingkah laku dengan melihat atau mengamati individu atau kelompok secara langsung. Cara atau metode ini ditandai pada umumnya dengan pengamatan apa yang benar-benar dilakukan oleh individu dan membuat pencatatan-pencatatan secara objektif mengenai apa yang diamati.

Metode observasi merupakan kelanjutan atau alat (instrumen) yang diperlukan pada saat pelaksanaan karyawisata. Metode karyawisata tidak akan berjalan lancar bila tidak disertai lembar observasi. Dengan demikian metode observasi adalah format pembelajaran dimana siswa dibawa ke luar kelas untuk mengamati suatu objek atau peristiwa kemudian merekamnya dengan menggunakan lembar pengamatan yang telah dipersiapkan terlebih dahulu.

Tujuan metode observasi yaitu sebagai berikut :
a. Untuk memperoleh informasi atau data dari lapangan yang berhubungan dengan materi pelajaran.
b. Memberikan pengalaman langsung bagi siswa.
c. Melatih ketelitian dan kejelian siswa dalam mengobservasi suatu objek.
d. Melatih siswa menggunakan instrument (lembar observasi) dalam memperoleh data yang diperlukan.
e. Menghilangkan kejenuhan bagi siswa dalam belajar di kelas .

Kelebihan dan kekurangannya hampir sama dengan metode karyawisata, karena antara karyawisata dengan observasi sama-sama metode mengajar yang proses interaksi edukatifnya berlangsung di luar kelas.

Langkah-langkah pelaksanaannya adalah:
a. Persiapan, meliputi;
1) Merumuskan tujuan observasi
2) Menetapkan objek observasi
3) Menentukan asapek-aspek yang diobservasi
4) Menyusun lembar observasi berdasarkan aspek-aspeknya.

b. Pelaksanaan, meliputi;
1) Memberikan arahan dan bimbingan kepada siswa tentang aspek yang akan diobservasi
2) Mengingatkan hal-hal yang pokok dan penting untuk diobservasi sesuai dengan tujuan dan aspek yang diobservasi
3) Menjaga ketertiban dan kedisiplinan dalam melaksanakan observasi
4) Mencatat hal-hal yang penting sebagai bahal laporan observasi.

c. Tindak lanjut, meliputi;
1) Mengolah dan menganalisa data atau informasi yang telah di rekam
2) Mendiskusikan hasil pengolahan dan analisa data yang telah dilakukan dan menyusun draf laporan observasi baik secara individu maupun kelompok
3) Menyusun laporan lengkap hasil observasi
Facebook Twitter Google+
 
Back To Top