Doa doa, Surat Yasin, Surat Al Waqiah, Asmaul Husna, Ayat Kursi, Juz Amma, Contoh Surat Lamaran Kerja, Proposal, Makalah dan Puisi

Thursday, April 7, 2016

Cara Sukses Budidaya Belut di Kolam atau Drum

Cara Sukses Budidaya Belut Di Kolam dan Drum - Sahabat abdan saat ini Belut merupakan salah satu makanan yang menjadi favorit dan banyak diminati oleh masyarakat Indonesia. Bagi sobat yang pernah mencicipi masakan belut pastinya sudah tidak asing lagi rasanya bahwa belut memiliki rasa yang lezat dan gurih. Selain itu Belut memiliki Kandungan vitamin dan protein yang tinggi dan ini sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh kita. Sebagian Besar rumah makan/ restoran menyajikan menu belut dengan berbagai macam resep masakan. Rasanya yang khas dan lezat membuat orang ketagihan dan menjadikan belut sebagai menu makanan favoritnya. Melihat kondisi ini banyak orang menjadikan belut sebagai peluang usaha dan bisa mendatangkan uang jutaan rupiah.

Nah Baiklah jika sobat penasaran dengan peluang usaha belut, pada kesempatan kali ini kami akan menjelaskan dengan terperinci tentang bagaimana Cara Budidaya Belut Di Kolam dan Drum mulai dari pemilihan bibit sampai belut siap diproduksi ( Panen ). Langsung saja kita simak uraian berikut ini.


Budidaya Belut di Kolam atau Drum
Budidaya Belut di Kolam atau Drum
A. Pilihlah Bibit Belut yang Unggul
Bibit Belut yang unggul memiliki kriteria sebagai berikut:
  1. Belut harus yang lincah atau tidak loyo. 
  2. Memiliki diameter dan ukuran panjang yang seragam untuk menghindari risiko kanibalisme atau saling memangsa. 
  3. Memiliki tubuh yang sehat, tidak memiliki penyakit, tidak cacat atau luka secara fisik. 

B. Menyiapkan kolam / drum untuk tempat budidaya belut

Menyiapkan kolam / drum untuk ternak belut tidaklah sulit, berikut ini langkah-langkahnya :

  1. Pastikan tong / drum dalam keadaan bersih terutama pada bagian dalamnya 
  2. Buatlah lubang memanjang pada drum dan Letakanlah drum diatas permukaan tanah yang datar dan pastikan drum tidak terguling 
  3. Buatlah saluran pembuangan dibawah tong 
  4. Buatlah atap peneduh supaya belut tidak kepanasan oleh sinar matahari 
  5. Pada bagian dasar kolam dilapisi jerami setebal 50 cm lalu di atas jerami disiramkan 1 liter mikroorganisma stater dan kompos setinggi 5 cm. 
  6. Pada bagian atas berikan lumpur kering setinggi 25 cm yang sudah dicampur pupuk TSP sebanyak 5 kg. 
  7. Isilah drum atau kolam dengan air sampai ketinggian 15 cm dari media teratas. 
  8. Tanami eceng gondok sampai menutupi ¾ besar kolam. 
  9. Diamkan kolam selama 2 minggu agar terjadi fermentasi. 
  10. Setelah itu baru bibit belut yang akan diternakkan dimasukkan. 


C. Penebaran bibit dan pengaturan air

Belut dibudidayakan dengan kepadatan tinggi. bibit belut berukuran panjang 10-12 cm berkisar 50-100 ekor/m2. Adapun Penebaran bibit adalah sebagai berikut : 
  1. Lakukan penebaran bibit pada pagi atau sore hari, agar belut tidak stres. 
  2. Bibit yang berasal dari tangkapan alam sebaiknya dikarantina terlebih dahulu selama 1-2 hari. 
  3. Proses karantina dilakukan dengan meletakkan bibit dalam air bersih yang mengalir. 
  4. Berikan pakan berupa kocokan telur selama dalam proses karantina. 

D. Pemberian Pakan

Tata cara pemberian Pakan haruslah baik dan benar. Langkah- langkahnya adalah sebagai berikut :

  1. Pemberian pakan haruslah segar dan hidup, seperti ikan cetol, ikan impun, bibit ikan mas, cacing tanah, belatung, dan bekicot. 
  2. Pakan diberikan minimal sehari sekali di pada pukul 17.30. 
  3. Tambahkan temulawak 200 g dengan cara ditumbuk kemudian direbus dengan 1 liter air. Hal ini dilakukan agar belut memiliki nafsu makan yang cukup. 
  4. Taburkan Pelet ke seluruh area kolam maksimal 3 kali seminggu. Dosisnya 5% dari bobot bibit yang ditebar. Jika bibit yang ditebar 40 kg, pelet yang diberikan sekitar 2 kg. 
  5. Suhu air harus pada kisaran 26-28 Derajat C 
Berikut kebutuhan pakan harian untuk bobot populasi belut 10 kg:
- Umur 0-1 bulan: 0,5 kg 
Umur 1-2 bulan: 1 kg 
Umur 2-3 bulan: 1,5 kg 
Umur 3-4 bulan: 2 kg 


E. Panen Belut

Ada dua cara memanen budidaya belut yaitu dengan cara panen sebagian dan panen total. Panen sebagian maksudnya panen dilakukan dengan cara memanen semua populasi belut, kemudian belut yang masih kecil dipisahkan untuk dipelihara kembali. Sedangkan pemanenan total adalah panen yang dilakukan pada budidaya belut intensif, dimana pemberian pakan dan metode budidaya dilakukan secara cermat. Sehingga belut yang dihasilkan memiliki ukuran yang lebih seragam.



Demikian langkah-langkah Cara Sukses Budidaya Belut di Kolam atau Drum. Semoga bisa Bermanfaat bagi anda yang ingin membuka usaha berternak belut.


Facebook Twitter Google+
 
Back To Top