Doa doa, Surat Yasin, Surat Al Waqiah, Asmaul Husna, Ayat Kursi, Juz Amma, Contoh Surat Lamaran Kerja, Proposal, Makalah dan Puisi

Sunday, March 1, 2015

CONTOH ABSTRAK PTK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPA TENTANG KELESTARIAN MAKHLUK HIDUP MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL


ABSTRAK
Penelitian ini berjudul “MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPA TENTANG KELESTARIAN MAKHLUK HIDUP MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL” (Penelitian Tindakan Kelas Pada Pembelajaran IPA di Kelas VI SD Negeri 7 Cibingbin Kecamatan Cibingbin Kabupaten Kuningan).

Siswa kelas VI Sekolah Dasar Negeri 7 Cibingbin masih kurang memahami mata pelajaran IPA terutama tentang kelestarian mekhluk hidup. Kurangnya pemahaman siswa tersebut ditindaklanjuti melalui Penelitian Tindakan Kelas dalam pembelajaran IPA tntang kelestarian makhluk hidup melalui penggunaan model pembelajaran Kontekstual (CTL) di kelas VI SDN 7 Cibingbin. Model pembelajaran Kontekstua terbukti dapat meningkatkan pemahaman siswa dalam pembeljaran IPA sehingga pemahaman siswa terhadap suatu konsep meningkat dari sebelumnya.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui rencana pelaksanaan pembelajaran IPA tentang kelestarian makhluk hidup di kelas VI SDN 7 Cibingbin, untuk mengetahui proses pembelajaran IPA tentang kelestarian makhluk hidup melalui model pembelajaran Kontekstual di SDN 7 Cibingbin dan untuk mengetahui pemahaman siswa pada pembelajaran IPA tentang kelestarian makhluk hidup melalui model pembelajaran Kontekstual di kelas VI SDN 7 Cibingbin.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Hopkins. Penelitian Tindakan Kelas dilakukan pada kelas VI di SDN 7 Cibingbin Kecamatan Cibingbin Kabupaten Kuningan. Dalam penelitian ini, peneliti berkolaborasi dengan seorang guru yang lebih berpengalaman dalam mengajar dan bertindak sebagai observer. Penelitian ini dilakuka dalam dua siklus tindakan penelitian. Setiap siklus tindakan ini terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi.Berdasarkan analisis data hasil penelitian, dapat diketahui bahwa melalui model pembelajaran Kontekstual pada materi pokok kelestarian makhluk hidup dapat meningkatkan pemahaman siswa, persentase ketuntasan belajar siklus I sebanyak 89% atau 17 siswa dari jumlah siswa 19 orang dan 26% atau 5 anak dari jumlah 19 siswa dinyatakan masih mengalami kesulitan. Sedangkan rata-rata nilai hasil belajar siswa pada siklus I adalah 61%, termasuk kategori kurang. Pada siklus II persentase ketuntasan belajar mencapai 82% atau atau seluruhnya jumlah siswa 19 orang dengan rata-rata nilai hasil belajar 8,2 termasuk kategori baik. Sedangkan hasil belajar siswa melalui kerja kelompok pada siklus I memperoleh nilai rata-rata 61%. Siklus II naik menjadi 82% dengan rata-rata keseluruhan hasil belajar siswa melalui kerja kelompok memperoleh nilai rata-rata 89,6% termasuk kategori sangat baik.Selain itu, penggunaan model pembelajaran Kontekstual mampu meningkatkan keaktifan siswa, menumbuhkan keberanian siswa untuk bertanya dan mengeluarkan gagasan serta aktif mengerjakan tugas baik secara individu maupun kelompok. Dalam menyajikan hasil diskusi kelompok, siswa menjadi lebih aktif, kreatif, mandiri dan dapat meningkatkan pelayanan guru dalam proses pembelajaran. 

Pembuatan modifikasi harmoni (Re-Harmonization) adalah tahap yang paling sulit dalam mengaransemen. Arranger terkadang menemui kesulitan dalam memberikan harmoni yang cocok pada sebuah melodi.Arransemen merupakan tahap aplikasi dari pengetahuan dan pengalaman musik yang telah didapat sebelumnya. Oleh karena itu, sebelum melangkah pada proses pembuatan arransemen, terlebih dahulu harus dikuasai teori-teori seperti ritmik, interval, akord, sekala, harmoni, dan sebagainya. Seperti dikemukakan Konovitz (1973:1)“Improvisational experience represent a way for student to text complex ideas at the level at which he can perform, control and evaluate” Untuk membuat sebuah aransemen yang menggunakan sebuah alat musik, terlebih dahulu kita harus mengenali karakteristik dari masing-masing instrument tersebut. Setiap instrument memiliki karakteristik yang berbeda dalam range suara, cara memainkan, dan keterbatasan fisik manusia dalam memainkannya, misalnya pemain instrument tiup harus beristirahat.

Facebook Twitter Google+
 
Back To Top