Doa doa, Surat Yasin, Surat Al Waqiah, Asmaul Husna, Ayat Kursi, Juz Amma, Contoh Surat Lamaran Kerja, Proposal, Makalah dan Puisi

Sunday, March 1, 2015

Pembelajaran Bangun Datar di Sekolah

Pembelajaran bangun datar merupakan bagian dari pembelajaran geometri. Pembelajaran geometri meliputi pembelajaran geometri datar, geometri ruang, pengukuran, pecahan, perbandingan dan skala, bilangan rasional, bilangan irasiaonal, dan pengolahan data. Dalam penelitian ini, masalah yang akan di teliti yaitu mengenai pengukuran konsep luas daerah bangun datar yaitu berupa persegi dan persegi panjang. “Secara sederhana geometri merupakan suatu studi tentang himpunan titik (Muhsetyo, 2009: 5.4)”. 

Bangun datar ini sangat dibutuhkan sebagai bahan prasyarat untuk mempelajari bangun ruang. “Dalam mempelajari bangun datar akan selalu berhubungan dengan beberapa ide atau gagasan dasar. Contoh ide dasar dalam geometri antara lain adalah titik, garis, bidang, permukaan dan ruang (Muchtar, 2007 : 1.2)”. Titik sebagai ide dasar tidak didefinisikan. Dalam mempelajari geometri ini akan digunakan dengan banyak himpunan titik. Himpunan semua titik ini akan membentuk suatu ruang. 

Salah satu himpunan bagian dari ruang adalah bidang. Bidang merupakan himpunan titik atau suatu bidang penuh dengan titik. Suatu bidang sangat luas. Panjang dan lebar suatu bidang adalah tak terhingga, tetapi bidang tidak mempunyai tebal atau tipis. 

“Titik, ruang, bidang, dan garis merupakan ide dasar yang tidak mempunyai definisi dalam bidang geometri. Mereka merupakan objek yang abstrak. Suatu bidang dapat ditentukan oleh tiga titik yang tidak segaris, dua garis sejajar, atau dua garis berpotongan. Dua bidang mungkin sejajar atau berpotongan. Bidang sejajar adalah bidang yang tidak mempunyai titik persekutuan. Perpotongan dua bidang merupakan garis lurus. Dua garis lurus mungkin sejajar, berpotongan atau bersilangan (Muchtar, 2007 : 1.18)”.

Dalam mempelajari bangun geometri datar ini, maka akan dipelajari juga mengenai segi banyak karena bidang persegi dan persegi panjang merupakan bagian dari segi banyak. “Segi banyak adalah suatu kurva sederhana tertutup yang dibentuk oleh (terdiri atas) segmen garis-segmen garis (Muchtar, 2007 : 1.24)”. bidang banyak disebut Polihedron sedangkan segi banyak disebut juga polygon.

Sisi adalah segmen garis-segmen garis yang telah membentuk segi banyak. Segi banyak paling sedikit mempunyai tiga sisi yang dinamakan segi tiga. Segi banyak dengan empat sisi yaitu segi empat, dan segi banyak dengan lima sisi dinamakan dengan segi lima. Segi empat merupakan bentuk segi banyak yang paling banyak. Segi banyak ini mempunyai empat sisi yang membentuk empat sudut. Beberapa bentuk segi empat adalah persegi, persegi panjang, jajaran genjang, layang-layang, belah ketupat, dan trapesium.

Pembelajaran unsur-unsur geometri di sekolah dasar sulit untuk dipahami oleh anak usia sekolah dasar sehingga secara intuitif, suatu bidang dapat kita bayangkan sebagai suatu permukaan meja yang rata, permukaan lantai, atau permukaan rata lainnya. Bidang itu meluas ke segala arah, sehingga tidak mungkin menggambar bidang itu seluruhnya. Untuk menggambar suatu bidang sebagai yang mewakilinya biasanya dibuat model dalam bentuk persegi panjang. 

“Persegi adalah segi empat dengan empat sisi sama panjang dan empat sudutnya siku-siku. Persegi panjang adalah segi empat dengan empat sudutnya siku-siku. Jajar genjang adalah segi empat dengan dua pasang sisi-sisinya yang berhadapan sejajar. Layang-layang adalah segi empat dengan dua pasang sisi yang berdekatan sama panjang. Sedangkan yang dimaksud trapesium adalah segi empat dengan tepat satu pasang sisinya sejajar (Muchtar, 2007 : 1.27).”

Dalam penelitian ini yang akan dikaji masalahnya yaitu mengenai konsep pengukuran luas daerah bangun datar. Bangun datar yang dimaksud adalah mengenai bangun datar persegi dan persegi panjang. Luas daerah bangun datar persegi yaitu jumlah semua sisi bangun tersebut yang terdiri dari empat sisi yang sama panjang. Sedangkan luas daerah persegi panjang yaitu panjang persegi panjang dikalikan dengan lebar dari persegi panjang tersebut.

DAFTAR PUSTAKA
Karim, Muchtar. (2007). Pendidikan Matematika 2. Jakarta : Universitas Terbuka.
Karso, dkk. (2007). Pendidikan Matematika I. Jakarta : Universitas Terbuka.
Muchsetyo, dkk (2007). Konsep Dasar Matematika. Jakarta : Universitas Terbuka.
Rahadi, Aristo. (2003). Media Pembelajaran. Jakarta : Depdiknas.
Suherman, et al. (2001). Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer.
Bandung: JICA Tim MKPBM Universitas Pendidikan Indonesia.
Tim Penyusun Pedoman Penulisan. (2006). Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Bandung: UPI.
Wibawa, Basuki (2003). Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : Depdiknas.
Wardani, dkk. (2004). Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Universitas Terbuka.
Facebook Twitter Google+
 
Back To Top