Doa doa, Surat Yasin, Surat Al Waqiah, Asmaul Husna, Ayat Kursi, Juz Amma, Contoh Surat Lamaran Kerja, Proposal, Makalah dan Puisi

Sunday, March 1, 2015

Pembelajaran Matematika dengan Media Pembelajaran Kertas Berpetak

Media Pembelajaran Kertas Berpetak

Di dalam pembelajaran matematika, penggunaan media pembelajaran merupakan salah satu faktor penting dalam tercapainya keberhasilan pembelajaran. Istilah media pembelajaran pada dasarnya mempunyai konsep yang sama dengan istilah alat peraga dan alat bantu pembelajaran. Semua konsep itu dimasukan ke dalam konsep media, karena konsep media merupakan perkembangan lebih lanjut dari konsep-konsep tersebut.

“Istilah media berasal dari bahasa Latin yang merupakan bentuk jamak dari “medium” yang secara harafiah berarti perantara atau pengantar. Makna umumnya adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan imformasi dari sumber imformasi kepada penerima imformasi. Istilah media ini sangat popular dalam bidang komunikasi. Proses belajar mengajar pada dasarnya juga merupakan proses komunikasi, sehingga media yang digunakan dalam pembelajaran disebut media pembelajaran (Aristo, 2003 : 10)”.

Secara umum, manfaat media dalam pembelajaran adalah mempelancar interaksi antara guru dengan siswa sehingga kegiatan pembelajaran akan lebih efektif dan efisien. Begitu juga dalam pembelajaran matematika, penggunaan media pembelajaran sangat diperlukan demi tercapainya keberhasilan pembelajaran, tetapi secara khusus ada beberapa manfaat media yang lebih rinci. 

Kemp dan Dayton (dalam Aristo, 2003 : 15) misalnya, mengidentifikasi beberapa manfaat media dalam pembelajaran, yaitu ;

1. Penyampaian materi pembelajaran dapat diseragamkan.
2. Proses pembelajaran menjadi lebih jelas dan menarik.
3. Proses pembelajaran menjadi lebih interaktif.
4. Efisiensi dalam waktu dan tenaga.
5. Meningkatkan kualitas hasil belajar siswa.
6. Media memungkikan proses belajar dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja.
7. Media dapat menumbuhkan sikap positip siswa terhadap materi dan froses belajar.
8. Merubah peran guru kearah yang lebih positip dan produktif.

Media pembelajaran mempunyai banyak jenis dan karakteristik tersendiri mulai dari yang paling sederhana dan murah sampai media yang canggih dan mahal harganya. Meskipun media banyak ragamnya, namun kenyataannya tidak banyak jenis media yang biasa digunakan oleh guru di sekolah. 

Dari sekian banyak jenis media yang dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran, Henich (dalam Aristo, 2003 : 23) membuat klasifikasi media yang lebih sederhana yaitu sebagai berikut :

1. Media yang tidak diproyeksikan.
2. Media yang diproyeksikan.
3. Media audio.
4. Media video.
5. Media berbasis komputer.
6. Multi media kit.

Dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar, agar bahan pembelajaran yang diberikan lebih mudah dipahami oleh siswa, diperlukan bahan-bahan yang perlu disiapkan oleh guru, dari barang-barang yang relatif murah dan mudah diperoleh, misalnya dari karton, kertas, kayu, kawat, kain, untuk menanamkan konsep matematika tertentu sesuai dengan keperluan. Bahan-bahan tersebut termasuk ke dalam bahan manipulatif yang bisa dipegang, dipindah, dipasang, dibolak-balik, dilipat/dipotong, diatur dan ditata oleh siswa sedemikian rupa.

Media kertas berpetak termasuk ke dalam bahan pembelajaran yang bersifat manipulatif. Bahan yang bersifat manipulatif berfungsi untuk menyederhanakan konsep matematika yang sulit/sukar, menyajikan bahan yang relatif abstrak menjadi lebih nyata, menjelaskan pengertian atau konsep secara lebih konkret, menjelaskan sifat-sifat tertentu yang terkait dengan pengerjaan operasi hitung dan sifat-sifat bangun geometri, serta memperlihatkan fakta-fakta.

Menurut Muhsetyo (2009, 2.20) bahwa ”Beberapa bahan manipulatif yang bisa digunakan yaitu : bahan mapulatif dari kertas, model stik, model persegi dan strip dari kayu/tripleks, dan model kertas bertitik/kertas berpetak”. Berdasarkan penelitian yang akan dilaksanakan, maka pengukuran konsep luas daerah bangun datar (geometri) akan menggunakan media kertas berpetak. Kertas berpetak atau kertas bertitik ini dapat bersifat persegi atau bersifat isometrik. Model ini dapat digunakan untuk menjelaskan banyak hal yang terkait dengan geometri (bangun datar dan sifat-sifatnya, hubungan antar bangun datar dan luas bangun datar). Berbagai posisi datar, tegak, miring bangun datar (segitiga, trapesium) dapat diperagakan dengan model kertas berpetak. Dalam perkembangannya, penggunaan media kertas berpetak dapat pula dibuat dengan menggunakan white board dan pengerjaannya dengan menggunakan spidol khusus white board.

Konsep-konsep pada kurikulum matematika SD dapat dibagi menjadi tiga kelompok besar, yaitu penanaman konsep dasar, pemahaman konsep, dan pembinaan ketrampilan”. Tujuan akhir pembelajaran matematika di SD ini yaitu agar siswa terampil dalam menggunakan berbagai konsep matematika dalam kehidupan sehari-hari. Akan tetapi, untuk menuju tahap keterampilan tersebut harus melalui langkah-langkah benar yang sesuai dengan kemampuan siswa dan lingkungan sekitarnya. Penjabaran pembelajaran yang ditekankan pada konsep matematika yaitu : 1. Penanaman konsep dasar, 2. Pemahaman konsep, 3. Pembinaan keterampilan”.

Dari pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran matematika di Sekolah Dasar (SD) adalah ilmu yang sangat penting dan berguna untuk diberikan kepada siswa untuk masa depan hidupnya agar siswa mampu memaksimalkan potensi yang ada dalam dirinya yang harus diberikan oleh guru dengan memperhatikan kondisi lingkungan dan karakteristik dari setiap siswa
Facebook Twitter Google+
 
Back To Top