Doa doa, Surat Yasin, Surat Al Waqiah, Asmaul Husna, Ayat Kursi, Juz Amma, Contoh Surat Lamaran Kerja, Proposal, Makalah dan Puisi

Sunday, March 1, 2015

Pengertian Arransemen dan Faktor yang ada dalam Pembuatan Aransemen

Pengertian Arransemen dan Faktor yang ada dalam Pembuatan Aransemen - Kata arransemen berasal dari bahasa inggris arranggement yang berarti pengaturan, pengorganisasian, rencana, atau susunan. Walaupun tidak ada aturan yang pasti dalam pembentukan ulang sebuah melodi, dalam dunia musik, aransemen bisa diartikan memodifikasi atau mendandani sebuah karya musik, baik dengan cara merubah susunan karya musik tersebut, menambah atau mengurangi nada, interval, ritme, dengan tujuan tertentu, tetapi tetap mempertahankan melodi utama dari kaya tersebut, sehingga karya musik tersebut tetap bisa dikenali oleh pendengar. Ada sebuah keterangan bahwa “aransemen selalu merupakan pengolahan dari suatu karya yang sudah ada”. (Mack, 2006). Bonoe dalam kamus musik (2003) mengartikan aransemen sebagai “Arransemen Gubahan lagu untuk orkes atau kolompok paduan musik, baik vokal maupun instrumental”.

Kedua definisi di atas dapat disimpulkan, bahwa kunci dari sebuah arransemen adalah mengubah lagu tanpa merubah esensi musik yang asli, uraian ini diperkuat oleh pendapat Budhidarma (2001) yang mengemukakan bahwa: 

“Teknik Re-Arranging diterapkan dengan mempertahankan melodi orisinal sedapat mungkin sehingga dapat dikenali oleh pendengar. Walaupun tidak ada peraturan yang pasti dalam pembentukan ulang sebuah melodi, faktor yang paling utama adalah modifikasi ritme, dari melodi yang asli, beberapa tambahan nada atau interval dapat dilakukan untuk memperbaharui atau mendandani kalimat melodi”.

Tidak ada aturan pasti dalam pembuatan aransemen, setiap arranger dapat mengekspresikan dan menerapkan latar belakang dan pengetahuan musiknya dengan sebebas-bebasnya. Tetapi menurut Budhidarma ada beberapa faktor yang ada dalam pembuatan aransemen:
1. Re-Rhytmization, yaitu modifikasi ritme
2. Re-Melodization, yaitu perubahan dan penambahan nada pada melodi
3. Re-Harmonization, yaitu kemungkinan latar harmoni yang lain

Pembuatan modifikasi harmoni (Re-Harmonization) adalah tahap yang paling sulit dalam mengaransemen. Arranger terkadang menemui kesulitan dalam memberikan harmoni yang cocok pada sebuah melodi.

Arransemen merupakan tahap aplikasi dari pengetahuan dan pengalaman musik yang telah didapat sebelumnya. Oleh karena itu, sebelum melangkah pada proses pembuatan arransemen, terlebih dahulu harus dikuasai teori-teori seperti ritmik, interval, akord, sekala, harmoni, dan sebagainya. Seperti dikemukakan Konovitz (1973:1)

“Improvisational experience represent a way for student to text complex ideas at the level at which he can perform, control and evaluate” 

Untuk membuat sebuah aransemen yang menggunakan sebuah alat musik, terlebih dahulu kita harus mengenali karakteristik dari masing-masing instrument tersebut. Setiap instrument memiliki karakteristik yang berbeda dalam range suara, cara memainkan, dan keterbatasan fisik manusia dalam memainkannya, misalnya pemain instrument tiup harus beristirahat.
Facebook Twitter Google+
 
Back To Top