Doa doa, Surat Yasin, Surat Al Waqiah, Asmaul Husna, Ayat Kursi, Juz Amma, Contoh Surat Lamaran Kerja, Proposal, Makalah dan Puisi

Saturday, March 7, 2015

Pengertian Teori Menurut Para Ahli | Peran dan Fungsi Teori

Landasan Teori adalah teori-teori relevan yang dapat digunakan untuk menjelaskan tentang variabel yang akan diteliti, sebagai dasar untuk memberi jawaban sementara terhadap rumusan masalah yang diajukan atau hipotesis, dan penyusunan instrumen penelitian.
A. Pengertian Teori Menurut Para Ahli :1. Sukmadinata (1999:17), menyatakan teori merupakan suatu set atau sistem pernyataan yang menjelaskan serangkaian hal.
2. Nazir (2005:19), mendefinisikan teori sebagai sarana pokok untuk menyatakan hubungan sistematis dalam gejala sosial maupun natural yang ingin diteliti.
3. Kerlinger (1978), mengemukakan bahwa theory is a set of intrrelated construct (concept), definitions, and proposition that present a systematic view of phenomena, by specifying relations among variables, with purpose of explaining and predicting the phenomena. Teori adalah seperangkat konstruk (konsep), definisi, dan prosisi yang berfungsi untuk melihat fenomena secara sistematik, melalui spesifikasi hubungan antar variabel, sehingga dapat berguna untuk menjelaskan dan meramalkan fenomena.
4. Wiliam Wiersma (1986), menyatakan bahwa : a thecry is a generalization by which we attempt to explain some phenomena in a systematic manner. Teori adalah generalisasi atau kumpulan generalisasi yang dapat digunakan untuk menjelaskan berbagai fenomena secara sistematik.
5. Mark 1963, dalam (Sitirahayu Haditono,1999), membedakan adanya tiga macam teori. Ke tiga teori yang dimaksud ini berhubungan dengan data empiris. Dengan demikian dapat dibedakan antara lain:
a. Teori yang deduktif: memberi keterangan dimulai dari suatu perkiraan atau pikiran spekulatif tertentu ke arah data akan di terangkan.
b. Teori yang induktif: cara menerangkan dari data ke arah teori. Dalam bentuk ekstrim titik pandang yang positivistik ini dijumpai pada kaum behaviorist.
c. Teori yang fungsional: disini tampak suatu interaksi pengaruh antara data dan perkiraan teoritis, yaitu data mempengaruhi pembentukan teori dan pembentukan teori kembali mempengaruhi data.
Berdasarkan beberapa pendapat para ahli dapat ditarik kesimpulan bahwa suatu teori adalah alur logika atau penalaran, yang merupakan seperangkat konsep, definisi, dan proposisi yang disusun secara sistematis.
B. Peran dan Fungsi Teori Teori merupakan alat dari ilmu (tool of science). Nazir (2005:19-20) menyatakan bahwa sebagai alat dari ilmu, teori mempunyai peranan sebagai berikut:
1. Teori mendefinisikan orientasi utama dari ilmu dengan cara memberikan definisi terhadap jenis-jenis data yang akan dibuat abstraksinya.
2. Teori memberikan rencana (scheme) konseptual, dengan rencana mana fenomena-fenomena yang relevan disistematikan, diklarifikasika, dan di hubung-hubungkan.
3. Teori memberikan ringkasan terhadap fakta dalam bentuk generalisasi empiris dan sistem generalisasi.
4. Teori memberikan prediksi terhadap fakta.
5. Teori memperjelas celah-celah di dalam pengetahuan kita.
Sukmadinata (1999:2) menyatakan bahwa ada tiga fungsi teori yang sudah disepakati oleh para ilmuwan, yaitu:
1. Mendeskripsikan
2. Menjelaskan
3. Memprediksi
C. Tingkatan dan Fokus Teori
Numan (2003) mengemukakan tingkatan teori menjadi tiga yaitu:
1. Micro : Small slices of time, space, or number of people. Konsep ini biasanya tidak abstrak.
2. Meso : Attempts to link macro and micro levels or to operate at an intermediate level. Contoh teori organisasi dan gerakan sosial, atau komunitas tertentu.
3. Macro : concerns the operation of larger aggregates such as social institutions, entire culture systems, and whole societies. It uses more concepts that are abstract.
Fokus teori dibedakan menjadi tiga macam yaitu:
1. Teori subtantif : Subtantive theory is developed for a specific area of social concern,such as deliquent gangs, strikes, diforce, or ras relation.
2. Teori formal : Formal theory is developed for a broad conceptual area in general theory, such as deviance; socialization, or power.
3. Midle range theory : Midle range theory are slightly more abstact than empiricalgeneralization or specific hypotheses. Midle range theories can be formal or subtantive. Midle range theory is principally used in sociology to guide empirical inquiry.
D. Deskripsi Teori
Deskripsi teori dalam suatu penelitian merupakan uraian sistematis tentang teori (bukan sekedar pendapat pakar atau penulis buku), dan hasil-hasil penelitian yang relevan dengan variabel yang diteliti.
Langkah-langkah untuk dapat melakukan pendeskripsian teori adalah sebagai berikut:
1. Tetapkan nama variabel yang di teliti, dan jumlah variabelnya.
2. Cari sumber-sumber bacaan seperti: buku, kamus, ensiklopedia, journal ilmiah, laporan penelitian, skripsi, tesis, disertasi.
3. Pilih topik yang relevan dengan topik yang akan diteliti.
4. Bandingkan antara satu sumber dengan sumber yang lain, sesuai variabel yang akan diteliti.
5. Baca buku yang sesuai dengan variabel yang akan diteliti, lakukan analisa, renungkan, dan buat rumusan dengan bahasa sendiri.
6. Deskripsikan teori-teori yang telah dibaca dari berbagai sumber ke dalam bentuk tulisan dengan bahasa sendiri, sebagai landasan untuk mendeskripsikan teori yang harus dicantumkan.
1.2 Asumsi Dasar
A. Pengertian asumsi dasar
Menurut Prof. Dr. Winanto Surakhamd M.Sc.Ed. Asumsi dasar atau postulat adalah sebuah titik tolak pemikiran yang kebenarannya diterima oleh penyelidik. Setiap penyelidik dapat merumuskan postulat yang berbeda.
Di dalam penelitian asumsi-asumsi ini sangat perlu dirumuskan secara jelas sebelum langkah mengumpulkan data. Asumsi-asumsi ini disebut anggapan dasar, atau postulat. Peneliti perlu merumuskan anggapan dasar :
1.Agar ada dasar berpijak yang kokoh bagi masalah yang sedang diteliti
2.Untuk memperjelas variabel yang menjadi pusat perhatian
3.Guna menentukan dan merumuskan hipotesis.
B. Cara menentukan asumsi dasar
Macam-macam cara menentukan asumsi dasar untuk menjadi tahu terhadap sesuatu:
1.Dengan banyak membaca buku, surat kabar atau terbitan lain
2.Dengan banyak mendengarkan berita, ceramah, dan pembicaraan orang lain
3.Dengan banyak berkunjung ke suatu tempat
4.Dengan mengadakan pendugaan mengabstraksi berdasarkan perbendaharaan pengetahuannya.
Merumuskan suatu asumsi dasar harus membutuhkan suatu pemikiran, renungan dan analisis masalah.
Contoh :
Judul Penelitian
Studi tentang Peranan Orangtua terhadap pilihan profeksi Anak SMA se –Daerah Istimewa Yogyakarta. Asumsi dasar yang dapat dirumuskan antara lain:
1. Hubungan antara anak dengan orangtua cukup erat
2. Anak tahu keadaan Orangtuanya (Pendidikan, Pekerjaan, Cita-cita terhadap dirinya)
3. Anak SMA sudah memahami berjenis-jenis profesi yang ada, baik dalam wilayah yang sempit maupun wilayah yang luas.
Judul Penelitian
Pengaruh minat belajar terhadap prestasi belajar siswa pada pembelajaran IPA di kelas V SDN Cikalang 1.
Asumsi dasarnya adalah :
  1. Minat merupakan sumber motivasi dalam belajar
  2. Minat belajar harus diarahkan agar siswa memiliki semangat yang tinggi dalam proses pembelajaran.
  3. Kegiatan belajar IPA yang didasari dengan minat kecendrungannya akan menghasilkan prestasi belajar yang baik. 
Facebook Twitter Google+
 
Back To Top