Doa doa, Surat Yasin, Surat Al Waqiah, Asmaul Husna, Ayat Kursi, Juz Amma, Contoh Surat Lamaran Kerja, Proposal, Makalah dan Puisi

Sunday, March 1, 2015

Teknik Bermain Alat Musik French Horn yang Baik dan Benar

Teknik Bermain Alat Musik French Horn - Seperti instrument musik lainnya yang biasa digunakan, baik didalam karya instrumental maupun vokal, dapat dipastikan memiliki teknik tertentu di dalam memainkannya. Dalam ensiklopedia Wiki (en.wikipedia.org) dijelaskan arti teknik dalam musik yaitu berhubungan dengan tatacara memainkan alat musik, juga sebagai alat dan tatacara dari komposisi dan prekomposisi. 

Semua alat musik termasuk French Horn, dalam memainkannya terdapat tantangan fisik. Teknik digunakan untuk menjalankan alat musik tersebut. Teknik seseorang dapat berbeda-beda, sesuai dengan kesulitan yang dihadapi dan solusi yang dilakukan masing-masing individu.
Teknik, membantu pemain dalam memainkan karya sesuai dengan keinginan dari komposer, selain itu berfungsi untuk menginterpretasikan keinginan dari pemain. Sandoval dalam bukunya mengatakan, “Teknik adalah suatu kendaraan atau alat untuk menginterpretasikan perasaan kamu. Terlebih lagi, teknik adalah yang mempersilahkan kamu untuk membagi bakat dari Tuhan kepada pendengar”. (Sandoval, 1994: 2).

Saat memainkan french horn, kita sebenarnya memainkan satu instrumen. Nada tertentu dimainkan dengan katup jempol ditekan dan nada lain dimainkan dengan katup jempol tidak ditekan. Secara historis, horn F selalu menjadi instrumen yang menghasilkan kualitas nada french horn yang paling berkarakter. Maka, sepertinya logis jika kita mencoba menghasilkan ‘kualitas nada horn F’ dari semua french horn.

Dengan alasan inilah, kita sangat menganjurkan untuk mulai mengajari para pemula dengan satu horn F atau sisi F dari double horn. Tentu saja sebuah horn Bb bisa digunakan, namun harus sangat berhati-hati agar nadanya tidak menjadi tipis, tajam dan melengking. Bukan hal yang sulit bagi pemula untuk mempelajari penjarian horn F. Penjarian yang jauh lebih rumit dipelajari pada horn banyak instrumen tiup dari kayu tanpa kesulitan berarti.

Dengan menganggap bahwa siswa memulai pelajarannya dengan horn F dan sudah siap untuk mempelajari double horn, dimana dia harus beralih ke horn Bb? (dimana dia harus belajar menekan katup jempol?) Sebagai aturan umum, sepertinya masuk akal jika memainkan rentang bawah pada horn yang lebih besar (horn F) dan rentang atas pada horn yang lebih kecil (horn Bb). Ada beberapa perbedaan pendapat tentang titik pasti untuk beralih dari satu horn ke horn lainnya, namun secara umum ada kesepakatan logis di daerah antara G# dan C#: Nada diantara kedua rentang nada ini umumnya cocok dengan kualitas dan intonasi nada untuk kedua horn itu. 

Diatas rentang kualitas nada ini, intonasi dan kepastian tekanan sepertinya lebih baik untuk horn Bb. Maka, para siswa bisa beralih dari horn F ke horn Bb di titik manapun antara G# dan C#. Nada di bawah treble—E, Eb, D, Db, dan C adalah nada yang tipis dan tajam pada horn Bb dan pastinya tidak boleh dimainkan pada horn Bb kecuali dalam kesempatan-kesempata khusus dimana kelebihan teknis melebihi kekurangan tone dan tune.

Sejumlah pemain menggunakan horn Bb pada rentang rendah untuk nada antara F dan Db, meski latihan ini mungkin berguna dari sudut pandang ketangkasan teknis, siswa harus ingat bahwa kualitas nada memang berubah dan harus menyadari bahwa nada ini bisa dikuasai pada horn F.

Teknik tiupan yang biasa digunakan dalam memainkan intrumen French Horn terdiri dari dua cara, yaitu: 

a. Tiupan dengan nafas (The Breath Attack) 
Tiupan dengan nafas dapat dibentuk dengan mengeluarkan udara baik dari perut maupun dari dada. Konsep penggunaan lidah pada teknik ini tidak berlaku. Ini merupakan tiupan dasar untuk memproduksi suara yang murni dan penuh. 

Sangat penting untuk dikuasai agar tidak terjadi kesalahan dalam peniupan dimana suara yang dihasilkan tidak jelas, hal tersebut dikarenakan penempatan posisi lidah tidak tepat, sehingga udara yang dihasilkan tidak keluar dengan benar. 

Teknik ini biasa digunakan untuk membunyikan nada-nada panjang yang mengunakan dinamika. 

“ untuk melatih tiupan ini harus dilakukan dengan santai, diman dasar mulut dan kerongkongan mempunyai peranan utama didalam membunyikan atau memainkan French Horn, sehubungan dengan keluarnya udara yang dikendalikan oleh kerongkongan.(Sandoval, 1999:17) 


b. Tiupan dengan gerakan lidah (The Tongue Attack)
Tiupan dengan gerakan lidah (The Tongue Attack atau Staccato Attack) memiliki beberapa jenis didalam cara penggunaannya. Hal yang sangat penting untuk diingat bahwa teknik ini akan sangat terkait dengan ekspresi bermusik, karena dalam melakukan tiupan ini selalu menggunakan lidah. Lidah ini merupakan bagian penting dalam memainkan alat musik Brass maupun Woodwind, kita harus belajar untuk merasakan dan mengetahui posisi lidah, karena beberapa hal dalam meniup tergantung pada posisi lidah, sebagai contoh lidah mengontrol Pitch nada dan pada waktu yang sama mengatur keluarnya udara dan adapun tekanan udara keluar melalui bibir. Jika kita tidak mempunyai lidah maka kita hanya bias memproduksi satu suara.”posisi lidah lebih baik berada di belakang gigi bagian atas, setelah itu dorong udara dengan lidah dan langsung lidah ditarik kembali pada posisi semula.(Sandoval, 1999:18)

Biasanya teknik ini digunakan untuk memainkan nada-nada pendek dengan teknik staccato, yang mana dalam teknik meniupnya udara dalam mulut ditekan pada mouthpiece sehingga ujung bibir menyentuh mouthpiece, seperti mengucapkan “Thu”
Facebook Twitter Google+
 
Back To Top