Doa doa, Surat Yasin, Surat Al Waqiah, Asmaul Husna, Ayat Kursi, Juz Amma, Contoh Surat Lamaran Kerja, Proposal, Makalah dan Puisi

Wednesday, February 11, 2015

Peran Keluarga dalam Mencegah Penyakit Diare

Peran serta keluarga dalam mencegah diare - Rencana pembangunan jangka panjang kesehatan (RJPJK) dalam kesehatan nasional (SKN) menetapkan bahwa salah satu prioritas masalah yang akan dihadapi hingga tahun 2003 adalah peran serta keluarga. Peran serta keluarga adalah perilaku keluarga di dalam menanggapi masalah atau program kesehatan yang ada dilingkungannya, misalnya posyandu, dana sehat dan lain- lain. Apa yang dikatakan sebagai pengaruh perilaku di bidang kesehatan, misalnya pergi berobat ke Puskesmas atau kedukun merupakan hasil dari berbagai latar belakang seperti pengetahuan, sikap, kebiasaan, nilai- nilai, norma- norma, kepercayaan, keyakinan dan lain- lain (Santoso, 1991).

Diare masih merupakan masalah penting, disamping masalah tekhnis medis, antara lain kebiasaan yang kurang baik dalam menjaga kebersihan diri dan masalah lingkungan, masalah sosial juga memegang peranan penting. Masalah kemasyarakatan dalam hal ini dapat diartikan kurangnya pengertian terhadap penyakit diare dan perilaku masyarakat terhadap pencegahan penyakit diare.

Dapat dikemukakan bahwa bila keluarga diberi pengertian secukupnya mengenai penyakit diare, maka pengetahuan itu akan menjadi motivasi utama untuk melakukan tindakan pencegahan baik secara individu maupun organisasi (Santoso, 1991)

Peran serta keluarga dalam mencegah diare dapat juga dilaksanakan melalui kegiatan posyandu, yang telah diakui sebagai gerakan masyarakat yang telah berhasil dikembangkan di Indonesia misalnya pembentukan pos- pos pengobatan didaerah endemi yang dilayani oleh kader untuk memberikan pengobatan diare dan ternyata posyandu sebagai penggerak kegiatan kader desa ini lebih berhasil mempertahankan cakupan pelayanan karena pihak puskesmas dapat terkait secara langsung melalui pembinaan posyandu tersebut (Arbani, 1991).

Upaya yang dilakukan oleh petugas kesehatan untuk mendukung pencegahan diare
Menurut Andrianto, (1995) upaya yang dilakukan oleh petugas kesehatan untuk mendukung pencegahan diare yaitu:
(1) Gunakan tekhnik penyuluhan yang baik
Petugas kesehatan harus memberi penyuluhan kepada anggota keluarga mengenai pencegahan diare. Petugas kesehatan harus menciptakan kesempatan lainnya dalam mencegah diare seperti kelompok penyuluhan atau kunjungan rumah. 

(2) Memberi contoh yang baik
Petugas kesehatan harus selalu melakukan apa yang mereka ajarkan mengenai pencegahan diare. Apa yang seorang lakukan selalu memberikan suatu pesan yang lebih kuat dibandingkan dengan apa yang ia katakana.

(3) Membuat dan memelihara jamban pada fasilitas kesehatan
Jamban yang bersih dan berfungsi baik pada fasilitas kesehatan akan menjadi contoh bagi orang yang dating ke tempat pelayanan kesehatan. Jamban harus dipelihara dengan baik dan dijaga kebersihannya, sehingga anggota keluarga dapat memelihara bagaimana jamban harus digunakan dan dipelihara.

(4) Mendukung pemberian ASI
Petugas kesehatan yang hadir pada waktu bayi lahir dapat membantu ibu memulai pemberian air susu ibu juga menganjurkan anggota keluarga yang hadir saat kelahiran untuk melakukan: (a) memberikan bayi ke ibu untuk mulai pemberian air susu ibu segera setelah kelahiran, (b) Biarkan ibu dan bayi tinggal dalam kamar yang sama atau bawa bayi ke ruang ibu untuk diberi ASI, bila lapar, (c) Jangan memberikan makanan selain ASI pada bayi baru lahir, (d) Perlihatkan ke ibu cara terbaik memberikan ASI dan cara menghindari masalah sewaktu masa menyusui.

(5) Beritahu anggota masyarakat dimana sumber air yang bersih dan bagaimana cara memperbaiki sumber- sumber air

Beberapa sumber air yang ada dalam keluarga kemungkinan dapat diperbaiki dengan menggunakan cara- cara sederhana seperti:
  • Buat dinding yang mengelilingi sumber air untuk menghindari dari binatang.
  • Menggali parit saluran air dari sumber yang terbuka untuk mencegah air limbah tidak mengalir kedalam sumber air tersebut.
  • Jangan mencuci di sekitar sumber air tersebut.
  • Jangan membuat jamban dalam jarak < 10 meter dari sumber air tersebut.
  • Pasang alat katrol sederhana dan ember untuk mempermudah menimba air dari sumur
Selain itu upaya pemerintah dalam melakukan pencegahan penyakit diare yaitu melalui kegiatan komunikasi, informasi dan edukasi (KIE). Kegiatan komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) dilakukan melalui penyuluhan perorangan atau kelompok dengan menggunakan berbagai macam media cetak dan elektronik. Untuk memperoleh hasil yang optimal dalam kegiatan komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) diperlukan kerjasama lintas program, lintas sektoral maupun lembaga swadaya masyarakat (Depkes RI, 2002)
Facebook Twitter Google+
 
Back To Top